Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 64


__ADS_3

Malam pun tiba, pesta untuk kaum muda yang betema resepsi modern dimulai. Lagu romantis melantun mengiringi para tamu yang mulai berdatangan. Seperti tadi siang, sepasang pengantin itu belom nampak hadir disana. Entah apa yang keduanya lakukan. Namun para tamu tak ambil pusing akan itu. Pesta resepsi yang seharusnya mengutamakan kedua mempelai, justru dijadikan tempat reuni oleh mereka.


Bruukkk!!!


"Kamu gak apa-apa?" Tanya seorang pemuda. yang menabrak seorang gadis didepannya hingga bokongnya mendarat dilantai.


"Sini aku bantu!" Pemuda itu mengulurkan tangannya untuk membantunya bangun.


Namun gadis itu tak menggapainya. Ia berdiri tanpa bicara apapun dan merapihkan dress nya.


"Kayanya kamu orang baru ya? Tapi wajahmu gak asing. Apa kamu saudaranya Ayra?" Tanyanya lagi namun tak ada juga jawaban, si gadis masih sibuk dengan dress nya.


"Kenalin aku Rendi." Gadis itu mendongak menatap tajam mata lelaki didepannya dengan wajahnya yang datar. Ia melihat uluran tangan pemuda didepannya dan berlenggang begitu saja.


Rendi melongo memperhatikan gadis yang berlenggang begitu saja meninggalkannya. Ini adalah gadis kedua yang menolak pesona seorang Rendi setelah Ayra.


"Mampus lu. Ternyata masih ada gadis yang menolak lu selain Ayra. Bahkan ini sih lebih parah." Ivan yang berada dibelakngnya menepuk pundak sahabatnya sambil tergelak.


Rendi memutar bola matanya malas mendengar ledekan sahabatnya. Tapi ada sesuatu dari gadis itu yang membuatnya menyeringai. "Menarik!"


"Udahlah jangan macem-macem. Kayanya tu gadis memang saudaranya Ayra. Wajahnya aja mirip." Tutur Ivan.


"Dan itu lebih menarik!" Timpal Rendi dengan senyumnya yang miaterius membuat sahabatnya geleng-geleng kepala.


**


Kedatangan sang pemeran utama disambut sorak sorai para tamu disana. Dengan senyum yang terus megembang keduanya berjalan dengan Ayra menggandeng lengan sang suami posesif. Seolah ingin memperlihatkan pada dunia dia hanya miliknya.


Ayra mengenakan gaun putih dengan lengan panjang dan belahan dibelakang hingga mengekspos punggung mulusnya. Rambutnya disanggul Rapi, memperlihatkan sosok Ayra yang terkesan dewasa. Bang Ar mengenakan tuxedo berwarna abu silver, terlihat begitu cool dan mempesona.


Aura pengantin dari keduanya begitu terpancar. Tidak terlihat wajah lelah ataupun malas dari keduanya, meski semalaman keduanya begadang atau bahkan seharian menerima tamu. Keduanya masih terlihat begitu fresh.


Semua tamu berjejer memberi ucapan dan selamat untuk kedunya.


"Ar Selamat ya! Smoga kamu selalu bahagia!" Rara menyalami bang Ar dan disambut senyum manis olehnya.

__ADS_1


"Ya. Makasih Ra! Kamu juga cepet nyusu!" Timpal bang Ar melirik kearah pemuda di belakang Rara.


"Paan sih! Kita gak ada hubungan apa-apa kok!" Elaknya.


Bang Ar hanya tersenyum menanggapinya. Ayra yang melihat itu mode posesif nya pun ON. Ia raih lengan sang suami bergelayut manja disana.


"Makasih ya mbak udah hadir! Jangan lama-lama ya mbak! Takutnya jagain lagi jodoh orang!" Perkataan Ayra sukses membuat Rara menghela nafas kasar


"Kamu tu bawel banget ya! Kok bisa sih Ardi betah sama kamu?" Tanya Rara heran.


"Justru itu mbak yang membuat bang Ar betah. Ya kan abang suami?" Ayra semakin merangkul manja lengan sang suami dengan senyumnya begitu manis. Bang Ar menoleh dan mendaratkan kecupan di pucuk kepalanya.


"Tentu. AYang istri." Timpalnya dengan senyum yang tak kalah manis.


Rara melongo melihat tingkah mantan kekasihnya ini. Ardi yang Ia kenal begitu berbeda dengan yang ada dihadapannya. 'Inikah yang dinamakan bucin? Menggelikan!' Batin Rara.


"Ya deh selamat buat kamu juga. Udah bikin Ardi begitu bucin." Timpalnya tersenyum geli.


"Makasih mbak! Ditunggu kebucinan mbaknya juga!" Timpal Ayra dengan tawanya membuat Rara geleng-geleng kepla.


"Selamat ya Ay! Moga abang cepet move on!" Rendi mengulurkan tangannya kehadapan Ayra, namun segera disambut bang Ar.


"Widihh makin posesif. Jangan terlalu posesif bro. Ntar dia kabur gue yang untung." Cibir Rendi. Membuat bang Ar menatapnya tajam dan mengeratkan tangannya.


Ayra melepaskan tangan keduanya dan kembali bergelayut manja ditangan suaminya. Cara ampuh untuk membasmi para hama adalah dengan cara menunjukkan keromantisan didepan mereka.


"Bang Rendi gak tau aja aku udah pernah kabur dari bang Ar, eh malah masuk hatinya." Timpal Ayra tersenyum melihat wajah tampan imam dunia akhiratnya.


Bang Ar ikut tersenyum dan membelai pucuk kepala istrinya dan mengecupnya lama.


Hal itu tentu membuat Rendi menghela nafasnya pasrah. Ternyata benar-benar tak ada celah untuk mereka berdua. Benar-benar udah kena virus bucin.


"Ya deh ya, serah kalian!" Timpalnya. "Eh ngomong-ngomong kamu punya saudara Ay?" Tanyanya.


Ayra dan bang Ar mengerenyitkan dahinya heran.

__ADS_1


"Tadi abang ketemu gadis, dia mirip sama kamu. Tapi dia cuek banget."


"Oh itu Aysah sepupu aku. Dia emang gitu orangnya." Timpal Ayra.


"Ohh! Boleh minta nomornya gak?" Tanyanya mendekatkan wajahnya ke wajah Ayra.


Bang Ar segera mendorong wajah si pleyboy itu, takut-takut kecolongan lagi kaya waktu itu.


"Udah sana. Gak usah modus!"


"Paan sih Ar, gue cuma minta nomor kok." Protes Rendi.


"Minta sana sama orangnya. Gak usah modusin istri orang segala! Pake ngalangin orang ngantri lagi" Bang Ar sampai merangkul pundak sang istri.


Rendi menengok sebentar kebelakangnya. Dan benar saja, semua orang tengah memperhatikannya.


"Dasar bucin!" Umpatnya pada bang Ar dan berlenggang pergi.


Acara salam-salam telah usai, kini waktunya acara dansa. Semua pasangan diperbolehkan ikut berdansa. Sang pemeran utama dipersilahkan dansa terlebih dahulu.


Ayra sudah berhadapan dengan bang Ar diatas lantai dansa. Ayra yang tak pernah tau bagaimana berdansa jadi bingung sendiri.


"Bang gimana caranya? Aku gak bisa!"


"Abang juga gak tau. Gini aja!" Bang Ar mengambil kedua tangan istrinya meletakkannya didua bahunya. Kedua tangan bang Ar diletakkan di pinggul istrimya.


"Trus gimana lagi?" Ayra terus bertanya pada suaminya.


"Gak tau juga. Kita ikuti aja naluri kita, kek malam pertama." Bang Ar tersenyum dengan ucapannya. Coba-coba yang menyenangkan.


Mereka mulai menggerakkan badan seiring dengan musik romantis yang terlantun. Lagu "How long will I love you." By: Ellie goulding mengiringi pergerakan keduanya.


Canda tawa keduanya mengiringi pergerakan yang terkadang salah itu.


***************

__ADS_1



__ADS_2