Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 117


__ADS_3

Setelah kata SAH terdengar, para sahabat menghela nafasnya lega. Pasalnya mereka sangat menghawatirkan akan calon mempelai wanita yang tadi muntah-muntah. Mereka cemas, takut Feby akan muntah lagi sebelum acara selesai.


"Gue deg-degan banget. Sumpah!" Bisik Ayra ditelinga Agel.


"Iya gue juga." Bisik balik Agel dengn terus menempelkan tangannya didada.


"Tapi benerkan, tadi dia gak papa?" Tanya Ayra. Mereka terus berbisik, takut terdengar yang lain.


"Moga aja gak papa. Tadi gue udah kasih vitaminnya." Timpal Agel.


Setelah diketahui hamil Feby memang melakukan pemeriksaan kandungan yang ditemani Agel dan Ayra.


"Bagus deh. Moga aja lancar ampe sore nanti." Tutur Ayra dan dijawab anggukan Agel.


"Pada bisikin paan sih?" Tanya Rila membuat keduanya terkejut.


"Ck. Lu mah ngagetin aja!" Omel Ayra mengusap dadanya.


Rila hanya nyengir kuda sebagai tanggapan.


"Tadi gimana, Ibu curiga gak?" Tanya Agel.


"Dijamin nggak! Cuma tuh si Cici doang yang kayanya curiga. Ampe pinggang gue encok, nahan tuh bocah!" Timpal Rila sedikit kesal membuat keduanya cekikikan.


"Udah pengorbanan lah lu sedikit." Timpal Ayra.


Ketika ketiganya tengah asyik, bang Ar datang menggendong baby Shaka. "Yang! Kek nya dede mau mimi deh. Dari tadi rewel mulu!" Bang Ar menyerahkan putranya pada sang istri.


"Du..duu kenapa sayangnya Mama? Mau mimi ya?" Tanyanya seraya menciumi pipi gembul sang putra.


"Kedalam yuk Ay! Kita kasih mimi dulu." Ajak Rila dan diiyakan oleh Ayra.


Keduanya berlenggang kedalam rumah dan masuk ke kamar Feby dengan menggendong putra-putra mereka. Lalu menyusuinya.


Setelah selesai, ternyata kedua baby itu tertidur. Mereka pun menidurkan keduanya disana. Dan berlenggang kembali keluar kamar meninggalkan kedua bayi yang sudah tertidur pulas.


Ketika baru keluar mereka mendapati Siska yang membawa baby Aska digendongannya. Tenyata baby Aska juga tertidur.


"Ya ampun aka Aska juga tidur?" Tanya Ayra.


"Iya nih kak. Tidurin dimana ya?" Tanya Siska balik.


"Ya udah yuk bawa ke kamar aja, biar sekalian sama baby Shaka sama baby Deril didalam." Timpal Ayra mengajaknya masuk kedalam kamar Feby untuk menidurkannya.


Setelah itu keduanya pun kembali keluar kamar. Hanya mereka berdua saja, karena Rila sudah terlebih dahulu kembali ke tempat acara.

__ADS_1


"Gue kira lu gak akan datang Sis?" Tanya Ayra. Ketika keduanya tengah duduk disofa.


"Tadinya sih gak bisa datang, soalnya besok aku harus sekolah. Tapi karena ada taxi gretongan ya udah aku datang aja." Timpalnya cekikikan dan mengambil munuman dimeja depannya.


"Emang bener lu dijemput bang Agung?" Tanya Ayra, entah kenapa Ia merasa penasaran.


"He'em!" Jawabnya seraya meminum jus jeruk yang Ia pegang.


"Apa kalian pacaran?" Tanya Ayra yang sukses membuat Siska menyemburkan minumannya.


Byurrr!!!


"Lu kenapa sih? Nih!" Ayra bertanya seraya memberinya tisue.


"Gak! Ini minumannya asem, kayanya lupa dikasih gula deh." Ucap Siska mengambil tisue yang dikasih Ayra.


"Masa?" Tanya Ayra mengambil minumannya dan melihatnya.


"Iya. Ya udah kak, aku keluar dulu. Laper nih pengen makan. Bye!" Dengan terburu-buru Siska ngibrit keluar.


"Eh! Tunggu Sis!" Ayra meneriakinya namun tak ditanggapi Siska. "Aneh banget tuh anak?" Gerutu Ayra namun Ia tak mau ambil pusing dan ikut berlenggang keluar. Namun sebelum pergi Ia menitipkan ketiga baby didalam pada seorang bibi yang tengah membantu disana.


"Dedenya mana yang?" Tanya bang Ar ketika sang istri duduk disebelahnya.


"Tidur dia bang!" Timpalnya.


"Udah dititipin sama bibi didalam." Jawabnya dan dibalas anggukan oleh sang suami.


"Oh iya bang! Lihat mereka disana, jadi inget waktu kita dulu ya?" Tanya Ayra cekikikan menunjuk kedua mempelai diatas pelaminan.


Bang Ar tersenyum. "Jadi pengen deh malam pertama lagi." Goda bang Ar. Namun sukses mendapat cubitan diperutnya dari sang istri.


"Apa? Pengen malam pertama sama siapa hem?" Selidik Ayra.


"Aww! Aww! Sakit yang."


"Sama siapa? Jangan macem-macem ya! Kalo berani macem-macem malam ini gak ada part bikin pahala!"


"Gak sayang! Lepasin sakit!" Pinta bang Ar dramatis dan langsung dilepaskan Ayra.


Ayra berbalik membelakangi suaminya melipat lengannya didada


"Sayang!" Bang Ar menyentuh lengannya, namun Ayra tak menanggapinya.


"Sayang! Jangan marah dong? Maksud abang tuh malam pertama lagi sama kamu." Bujuknya namun Ayra tetap bergeming.

__ADS_1


"Sayang!" Panggilnya manja, mencolek pinggangnya membuat Ayra melipat bibirnya mendengar panggilan manjanya.


"Bikin part ya! Kita kalahin si manten ya. ya!" Bujuknya lagi.


"Yang! Jangan marah dong! Ntar abang kasih extra part deh!" Ayra langsung berbalik dan memukul gemas bahu suaminya.


"Extra part apanya? Yang ada aku yang kasih abang XXXP." Timpalnya.


"XXXP, apa tuh?" Tanya bang Ar penasaran.


"EXtra eXtra eXtra Part!" Timpal Ayra membuat bang Ar tergelak dan Ayra yang mencibirnya.


"Ya udah terserah kamu. Pokoknya malam ini harus ada extranya." Tutur bang Ar disela tawanya.


" Eh kita diajak foto-foto tuh, yuk!" Ajak Agel pada pasangan yang tengah bercanda itu.


Mereka pun bergabung dan ikut berfoto disana. Dari gaya formal sampai gaya bebas mereka lalukan. Terlihat mereka sekarang sudah dengan pasangan masing-masing. Senyum terus terukir dari bibir mereka.


**


Acara pun selesai, kini pasangan bang Ar dan Ayra sudah pulang bersama baby Shaka digendongan Mamanya.


Ternyata baby gembul ini sudah kembali terlelap membuat Ayra geleng-geleng kepala. Kadang Ia berpikir ingin punya baby lagi. Karena baby Shaka yang tak bisa diajaknya main. Hari-harinya serasa tak punya baby, Ia bahkan bisa menghabiskan waktunya untuk me time.


"Tidur lagi?" Tanya bang Ar mendekati box bayi, ketika Ayra menidurkannya.


"Iya. Bang!" Ayra menghela nafasnya panjang. "Apa kita punya baby aja lagi ya bang? Dede gak bisa diajak main!" Keluh Ayra.


"Ya udah yuk bikin!" Ajaknya langsung menggendong sang istri ala bridge style. Membuat Ayra sedikit menjerit.


Bang Ar menidurkan sang istri dan langsumg mengkungnya. Menyambar bibir yang selalu menggodanya itu. Menyesap rasa yang selalu membuatnya menginginkan lebih dan lebih. Mengabsen setiap inci rongga mulutnya.


Tangan nakalnya sudah membuka helai demi helai kain ditubuh keduanya. Meremas buah yang semakin membesar dengan air sumber kehidupan putra mereka. Bibirnya menyusuri leher jenjang yang selalu ingin membuatnya memberi tanda disana. Turun ke kedua buah itu dan hanya membuat maha karyanya disana. Tak ingin menyesap pucuknya yang sudah menjadi milik putranya itu.


Memebelai lembah yang kian menantang, memaminkan jemarinya disana membuat sang istri men de sah.


"Abanghh gak kuat!"


"Oke! Lets play baby!"


Bang Ar mengambil sikokom dari laci dan memakainya. Lalu menanamkan si pisang, membiarkannya bersilaturahmi dengan nona manisnya. Ia menggerakannya pelan membuat sensasi luar biasa, de sa han begitu berirama didalam ruangan itu. Permainan kian lama kian menuntut, gerakan yang awalnya lambat kian cepat.


Hingga erangan panjang menggema diruang yang terang benderang itu. Menandakan keduanya mencapai puncak bersama.


"Yah tumpah!"

__ADS_1


**************


Tak bosan buat ngajak kalean ninggalin jejak! Kasih vote, like dan komennya! Tabur-tabur bunga juga boleh😁 Biar mak othornya tetep semangat💪 Apalagi, mak lagi nabung nih buat abang duda sama dede imut🤭


__ADS_2