
Sena tertawa kecil seraya menundukan wajahnya, untuk menyembunyikan rona merah dipipinya. Meski dirinya selalu dikelilingi kata-kata manis dari setiap lelaki yang mendekatinya, namun baru kali ini dirinya benar-benar merasa tersipu dengan debaran hati yang mendadak membuat organ sarafnya berhenti. Hingga Ia tak dapat menggerakan bibirnya untuk mengungkapkan kata.
"Kenapa ketawa?" Tanya Abi menggoda gadisnya.
Sena menutup mulutnya dengan tangan yang memegang es krim tadi dan mendongak. Ia menggelengkan kepalanya dengan menatap malu pada kekasihnya.
Abi terkekeh melihatnya. Satu tangannya menarik tubuh sang gadis kedalam dekapanya. Membelai rambutnya sayang dan menciumi pucuk kepalanya. "Apa yang ku ucpakan, itu yang aku rasakan." Tuturnya.
Sena tak menimpali itu, ia terlalu menikmati dekapan sang kekasih. Hingga suara seseorang membuat suasana romatis yang mereka ciptakan ambyar seketika. Dengan gelagapan Sena melepaskan dekapan sang kekasih.
"Sensen! Abi!" Panggil seorang pemuda yang sebaya dengannya. Ia mendekat dengan seorang gadis disampingnya.
"Kalian lagi ngapain?" Tanyanya.
"Ah! Nggak. Kita lagi jalan-jalan aja. Iya!" Balas Sena kikuk.
"Dengan pegangan tangan?" Selidiknya.
Dengan cepat Sena menghempaskan tangannya yang masih bertautan dengan Abi. "Paan sih, nggak!" Balasnya hingga sang pemuda mengangguk kepala dengan tatapan curiga.
"Ck! Paan sih lu ki. Gaje deh!" Protes gadis disampingnya.
"Tapi Jin. Mereka tu mencurigakan!" Balas Rizki.
__ADS_1
Jingga mengeplak lengan sahabatnya itu hingga Rizki mengaduh kesakitan. Tau pasti kedua sahabat didepannya tengah melakukan dating sembunyi-sembunyi, hingga Ia pun harus mengalihkan perhatian.
"Eh iya, tadi katanya lu mau nyeblak. Kuy lah gue udah lapar!" Ajaknya pada pemuda disampingnya.
Rizki berbinar mendapat ajakan sahabatnya itu, Ia menggandeng tangan Sena untuk ikut bersama mereka. "Kuy lah! Lu juga ikut." Ajaknya.
"Eh tunggu dulu! Gue," Sena menjeda ucapannya seraya melirik kearah Abi yang sudah kembali ke mode awalnya.
"Udah ayo! Gue traktir deh! Si mamih lagi baik hari ini sama gue." Ajak Rizki dengan sedikit pamer.
Bagaimana tidak? Jarang-jarang Mamih Feby membiarkan putra tunggalnya itu membawa uang lebih. Ia begitu ketat dalam masalah peruangan dan tak membiarkan putranya menghambur-hamburkan uang. Rizki yang memang penurut hanya pasrah dan tak pernah protes.
Rizki hendak berlenggang dan menarik tangan Sena, namun langkahnya terhenti kala Abi mencekalnya. Ia melepaskan tangan Rizki dari tangan kekasihnya, lalu menggandengnya menggantikan tangan Rizki.
Rizki menatap heran keduanya, hingga tepukan dipundak dari gadis disampingnya membuat Ia terlonjak kaget. Jingga tersenyum kearah sahabatnya yang sepertinya kebingungan. "Udah ayo!" Ajaknya.
Rizki pun mengikuti langkah Jingga dan beriringam disampingnya. Kekepoannya tak sampai disitu, Ia terus mencecar Jingga dengan berbagai pertanyaan.
"Eh menurut lu mereka aneh gak sih?" Tanyanya berbisik ditelinga sang gadis.
"Aneh kenapa?" Tanya balik Jingga.
"Lu lihat pegangan tangan mereka!" Tuthnya menujuk tautan tangan dideapnnya dengan dagu. "Kek pasangan kekasih? Terus lagi sikap Abi tadi kek orang cemburu. Jangan-jangan mereka pacaran?" Ceroscosnya hingga Jingga terkekeh.
__ADS_1
"Kalo bener meraka pacaran apa gak aneh? Sepupuan bisa pacaran? Kita aja yang gak punya ikatan darah dari orok cuma temanan." Ucapnya, lalu mendekatkan wajahnya kearah sang gadis.
"Atau kita juga bisa pacaran kek mereka?" Tanyanya seraya menaik turunkan alis.
Jingga terkekeh seraya menoyor kepala sahabatnya. "Jangan ngadi-ngadi, kalo lu siap ngadepin Shaka boleh aja sih!" Balas Jingga membuat Rizki berdecak kesal.
"Ck! Lu kenapa jadian sama kak Sha sih? Kenapa gak sama gue aja?" Tanyanya lagi.
"Lu nanyanya jangan ke gue. Tanya hati gue! Jangankan lu, gue aja gak ngerti." Balas Jingga.
Ia merangkul pundak sahabatnya itu. "Udah gak usah terlalu berpikir keras. Kita tuh ditakdirkan buat jadi sahabat. Pacaran tuh sewaktu-waktu bisa putus. Kalo kita gak akan pernah putus. Paham!" Jelas Jingga dan dibalas kekehan Rizki.
"Dih pede banget lu. Emang gue mau apa pacaran sama lu?" Ledek Rizki hingga Jingga tergelak.
Keduanya terus saling meledek sepanjang perjalanan, hingga canda tawa begitu terdengar renyah dari dua sahabat itu. Bahkan Rizki melupakan kekepoannya pada dua manusia didepannya. Tanpa keduanya sadari kedua orang didepannya tengah sibuk merasakn debaran hati yang tak kunjung juga berhenti.
"Seperti inikah jatuh cinta?"
*****************
Jejaknya jangan lupa ya, ditunggu juga komentarnyaš¤
__ADS_1
Ini yang sahabatan dari orokš¤£