Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
S2 Memilih


__ADS_3

Sena berbalik mendengar perintah dari sepupu rasa ayangnya itu. Dan menatap heran pemuda yang tak berkedip menatap lekat dirinya.


"Apa?" Tanyanya.


Abi melipat tangannya didada, memindai penampilan sang gadis dari atas hingga bawah. Rambut yang acakadul, dengam tanktop yang membalut tubuh atasnya dan hotpans pendek yang menutupi area pribadinya. Hingga kaki jenjangnya begitu nampak jelas didepan matanya.


Sena mengikut gerakan netra pemuda dihadapannya, hingga Ia sadar satu hal. "Astagfirulloh!" Pekiknya dan segera berlalu memasuki kamar mandi, meninggalkan Abi yang menatap kesal kelakuan sang gadis.


"Jadi pemandangan seperti itu yang setiap hari kak Aska lihat? Ck!" Gerutunya.


Abi yang pernah melihatnya bangun waktu itu, tak seperti melihatnya hari ini. Sena yang sakit memanglah tidur mengenakan piyama. Berbeda ketika sehari-hari, Ia hanya mengenakan pakaian itu.


**


Sena keluar dari kamar mandi setelah hampir satu jam Ia bersemdi didalam sana. Ia celingukan mencari pemuda yang tadi menyuruhnya membersihkan diri. "Aman! Udah pergi kek nya." Gumamnya.

__ADS_1


Dengan santai Ia berlenggang menuju lemari pakaian, mencari outfit yang akan Ia kenakan hari ini. "Gue pake yang mana ya?" Tanyanya pada diri sendiri seraya terus mencari didalam sana.


Ia ambil beberapa dan hendak menjejerkannya diatas kasur. Hingga atensinya menatap heran pada keadaan kasur yan sudah rapi. "Tumben, mama gercep? Biasanya gue keluar baru ni kamar beres?" Tanyanya heran.


Ia beralih menatap meja belajarnya yang juga sudah rapi. Padahal tadi malam Ia habis mengacak-ngacak meja itu untuk mencari buku catatan sahabatnya dan sekarang sudah kembali tertata rapi. Ia menggaruk kepala yang terhalang handuk yang melilitnya masih merasa heran dengan keadaan kamarnya. Hingga didetik berikutnya Ia mengedikan bahunya tak mau berpikir terlalu keras dan lebih memilih segera mengenakan pakaiannya.


Namun itu tak secepat pikirannya kala memikirkan kamarnya yang sudah rapi. Ia mengeluarkan isi lemarinya untuk memilih outfit yang mana yang pas untuk pergi bersama pemuda yang masih belum jelas statusnya itu.


"Ya ampun! Gue kenapa?" Gumamnya menepuk jidatnya sendiri. "Gue kan cuma mau pergi sama Abi." Kekehnya.


"Pacar? Abi?" Ia tergelak sendiri seraya memeluk kain yang berada ditangannya, seraya kaki yang berjingkrak gemas.


Ternyata kelakuannya tengah menjadi perhatian seseorang yang berada dibalkon kamar seraya menyeruput kopinya. Ternyata Abi tak benar-benar keluar dari kamar sang gadis, Ia memutuskan untuk menunggu dibalkon dengan secangkir kopi ditangannya. Ia menyandarkan diri dipagar balkon dengan satu tangan Ia biarkan masuk disaku celananya, seraya menonton drama sang gadis didalam sana. Lengkungan dibibirnya terbentuk sempurna melihat itu. Hingga Ia hanya membiarkan sang gadis dengan aktifitasnya.


"Ck! Kok gue jadi bingung sih? Pake yang mana ya?" Sena terus bertanya pada dirinya sendiri, menimang-nimang kain yang akan membungkus tubuhnya.

__ADS_1


Sebelah tangannya terus mengetuk-ngetuk bibirnya dan satu tangannya berkacak pinggang seraya memperhatikan kain yang berjejer didepannya. Hal itu membuat Abi terkekeh dengan menggelengkan kepala. Merasa gemas dengan tingkah sang gadis.


"Yang ini aja kali ya?" Sena mengambil salah satu dari kain itu. Ia berdiri didepan cermin besar dengan membawa sehelai dress berwanna baby pink didepannya seraya mencocokan dengan tubuhnya.


"Ck! Ini terlalu manis." Ia menggelengkan kepalanya merasa tak cocok dengan seleranya. Ia tanggalkan dress itu dan memilih lagi, mencoba lagi hingga sudah beberapa baju yang Ia coba didepan cermin namun tak ada juga yang terasa cocok ditubuhnya.


Hingga Ia mengerang frustasi, karena bingumg harus memakai apa. Ia berjalan mondar mandir disana seraya melipat tangannya didada dan satu tangannya menggigit kuku jari telunjuknya gemas.


Abi melipat bibirnya menahan tawa agar tak pecah. Sungguh tontonan yang membuat Ia gereget. Ia seruput kembali kopi ditangannya, hingga tiba-tiba saja matanya membulat dan air yang masuk kedalam mulutnya memasuki saluran pernafasannya, Ia segera membalikan badannya dengan menepuk-nepuk dadanya.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


"Apa yang dia lakukan?"


*****************

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya gaissšŸ¤— goyangkan jempolnya yaa!


__ADS_2