Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 50


__ADS_3

Setelah menyambut para most wanted, ketiga gadis itu berpamitan pada para cowok untuk menghampiri pengantin menyambut teman yang lainnya.


"Bang aku kesana dulu ya!" Pamit Ayra dan diiyakan oleh bang Ar.


Ketiga gadis itu berjalan menghampiri kedua mempelai diatas pelaminan.


"Yuhuuu. Jesi and the gengs datang!"


Sapa seorang gadis bersama tiga gadis dibelakangnya.


"Cih. Mak lampir datang." Feby berdecih memutar bola matanya malas.


Jesi and the gengs adalah musuh bebuyutan Feby. Keempat gadis centil yang suka bikin rusuh pada Ayra dan sahabat-sahabatnya. Apalagi Ayra yang terkenal populer. Namun Ayra tak pernah menanggapi mereka, lain dengan Feby yang suka terpancing dengan ulah mereka.


"Udah lah Feb. Masih aja lu. Inget umur!" Timpal Ayra.


"Kalo mereka diem sii, gue juga diem. Tapi kalo mereka bikin rusuh gue jabanin." Timpal Feby membuat kedua gadis disampingnya geleng-geleng kepala.


**


"Haii Ayra sayang, yang selalu bikin rusuh dengan berita heboh. Yang katanya udah dilamar, tapi gak punya pacar. itu beneran apa cuma haluan?" Sapa Jesy dengan nada sindiran.


"Eh lu tu ya punya lambe lemes banget. Sini gue kuncir bibir lu!" Bukan Ayra, tapi Feby yang ikut nyolot.


"Aduh..aduh atut! Lu tu jadi cewek gak ada manis-manisnya banget sih. Pantes jomblo mulu, gak kan ada yang mau sama lu." Ejek Jesy. Membuat ketiga temannya tertawa.


"Lu yahh?" Feby semakin tersulut emosi, Ia akan menghajar Jesy namun dicegah dua gadis di sampingnya.


"Udah Feb. Ngapain sih lu urusin mereka kek anak kecil tau gak. Gak penting!" Timpal Agel.


"Iya Feb udahlah!" Timpal Ayra.


"Kenapa Ay? Lu gak bisa buktiin kalo itu beneran, apa haluan?" Tanyanya lagi.


Ayra tertawa. Membuat keempat gadis itu mengangkat alisnya sebelah.


"Gue bakal buktiin kalo lu alih profesi, petugas KUA misalnya. Gue kasih deh KTP gue sama tunangan gue, pas foto biru juga sekalian." Timpalnya masih dengan tawanya. Membuat gadis didepannya kesal.


"Cih. Bilang aja lu cuma ngehalu." Ucap Jesy sinis.


"Lu penasaran banget ya! Emang sii cewek terpopuler kek gue ini, slalu bikin orang penasaran. Dan karena gue baik hati, gue kenalin deh sama lu." Timpalnya santai.

__ADS_1


Ayra tak pernah menghadapi mak lampir ini dengan emosinya. Ia akan selalu terlihat santai didepan mereka, karena itu cara paling jitu membungkam mereka.


"Mana? Mana?" Tanya Jesy mengejek.


"Siapin tisue yang banyak ya." Ucapan Ayra sukses membuat mereka heran.


"Buat apa?"


"Buat nyumpal idung kalian takut mimisan." Tuturnya dan berlenggang meninggalkan mereka.


Jesy and the gengs tak pernah bisa membuat Ayra gentar, apalagi tersulut. Yang ada justru sebaliknya.


Ayra kembali mendekati para gadis itu dengan menggandeng lengan pemuda yang sudah menguasai hatinya.


Keempat gadis itu menganga membolakan matanya. Padahal sudah jelas dipostingn itu Ayra tengah berfoto mesra dengan bang Ar. Namun mereka seperti tidak percaya, dipikirnya itu editan lah, cari sensasi lah. Kalo emang dasarnya iri emang susah.


"Ehemm.. Kenalin ini bang Ar, tunangan gue." Ayra sampai berdehem untuk menyadarkan mereka.


Bang Ar hanya tersenyum manis pada mereka. Membuat mereka terpesonah.


"Aku Jesy. Mas ganteng siapa namanya?" Tanyanya dengan mata berbinar dan mengulurkan tangannya.


Jesy menghempaskan tangan Feby. "Apa sih lu?"


Feby hanya mengedikkan bahunya acuh.


Ayra mengangkat tangannya dan tangan bang Ar menunjukkan jari manisnya yang tersemat cincin. "Gimana?"


"Alah. Settingan kan bisa?" Elak Jesy lagi.


Ayra menarik tubuh bang Ar menghadapnya, Ia mengalungkan tangnnya dileher bang Ar. Bang Ar pun menarik pinggangnya memeluknya posesif.


"Gimana bang masih gak percaya tuh?" Tanya Ayra.


"Gak papa asal kamu aja yang percaya sama abang." Timpal bang Ar tersenyum dan menular pula ke Ayra.


Tatapan keduanya terkunci, bang Ar menundukkan wajahnya dan menjangkau bibir Ayra menyesapnya lama. Sampai keduanya menutup mata dan melupakan sekitar.


Hal itu sukses membuat mereka shok sampai menutup mulutnya. Bahkan bukan keempat gadis itu saja yang menyaksikan namun seluruh anak-anak. Berhubung tamunya dikhusus untuk para teman-temannya, jadi tak ada para orangtua disana.


"Jika ucapan tidak berguna, tindakan membuktikannya."

__ADS_1


Ucap bang Ar setelah melepaskn ciuman mereka dan menyatukan keningnya. Senyum kedunya terus terukir.


Keempat gadis itu tak bisa berkata-kata lagi. Mereka sampai mengibas-ngibaskan tangannya, seolah kepanasan.


"Cabut gengs!" Jesy dan teman-temannya pun berlenggang pergi dengan kekesalannya. Ia selalu merasa kalah dari Ayra.


Semua orang yang menyaksikan drama pasangan ini bersorak sorai bahkan tepuk tangan terdengar begitu riuh. Begitupun dengan para most wanted itu.


"Gue harap lu slalu bahagia Ay!" Lirih Riky. Ia memang menyukai Ayra dan selalu memberi perhatian lebih padanya. Dan satu yang paling Ia sesali, Ia tak pernah mengungkapkannya sampai sekarang.


***


Malam semakin larut, kini Bang Ar tengah bersiap mengantar Ayra pulang.


"Nih pake Hoddie nya!" Titah bang Ar.


"Terus abang gimana? Kedinginan ntar."


"Gak bakalan. Kan dipeluk kamu dari belakang."


"Issshh abang ini. Tapi bener juga sii."


Mereka pun tertawa. Bang Ar memakaikan helm dikepala Ayra, setelah memakai helmnya. Kemudian naik dan membantu Ayra naik pula.


Ayra langsung memeluk perut bang Ar erat. "Gimana bang anget gak?"


"Banget."


"Oh iya bang jaket abang yang dulu masih diaku."


"Kamu simpen?"


"Gak!"


"Terus?"


"Aku kekepin tiap tidur." Kekeh Ayra hingga sang kekasih tersenyum.


**************


*Ayo dong kencengin lagi vote, like, dan komennya. Tabur-tabur bunga juga boleh😊

__ADS_1


__ADS_2