
Cahaya bintang seolah menjadi saksi akan kebahagiaan sepasang insan yang tengah mencurahkan isi hati. Mematahkan ego yang telah lama membeku.
Kini keduanya tengah duduk bersama di atas kursi panjang. Memandang indahnya suasana malam.
"Bang jadi kita jadian nih?" Tanya Ayra ragu dengan menundukkan kepala.
Ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Bayangan beberapa menit yang lalu selalu terlintas dibenaknya.
"Menurutmu?" Tanya balik bang Ar menoleh ke arah sang gadis dengan terus menyunggingkan senyumnya.
"Ck. Takutnya kena frank lagi aku tuh." Ayra berdecak.
"Siapa yang frank siapa?" Tanya bang Ar menggoda.
"Ya deh satu sama. Tapi kan abang lebih untung." Timpal Ayra
"Untung kenapa?" Tanya bang Ar heran.
"Dapet first kiss aku!" Jawabnya mengerucutkan bibir.
"Jadi yang pertama nih?" Goda bang Ar. Sejujurnya ada rasa bangga bisa mengajarkan gadisnya ini. Eh!
"Ishhh abang ini. Ya lah pertama. Gak kek aku, sekalinya dapet eh sisa." Protes Ayra.
Bang Ar tergelak mendengar penuturan Ayra. Ayra semakin mencebikkan bibirnya.
"Paan sisa, nih liat masih utuh gini kok!" ucap bang Ar menunjuk bibirnya sendiri disela-sela tawanya.
"Udah bibirnya jan digituin. Apa masih kurang?" Goda bang Ar lagi. Ayra mendelik kearah bang Ar dan segera menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
Bang Ar kembali tergelak. Ia mengambil kedua tangan Ayra, menggenggamnya erat.
"Kamu memang bukan yang pertama. Tapi kamu akan jadi yang terakhir." Ucap bang Ar serius dengan menatap dalam kedua mata Ayra dan mengecup kedua tangannya.
Ayra hanya tertunduk, pipinya begitu terasa panas bagai terbakar. Bang Ar begitu menikmati pemandangan didepannya itu.
"Kamu tau gak?" Tanya bang Ar.
"Gak." Jawab Ayra cepat.
"Ishh kamu tuh. Kan belom selesai." Ayra tergelak mendengar omelan bang Ar.
"Iya...iya apa?" Tanya Ayra disela tawanya.
"Kan jadi lupa." Ayra semakin tergelak.
"Tadi tuh abang niatnya pen kasih kejutan. Pengen ngerayain ulangtahun kamu, trus abang mao ajak kamu kesuatu tempat buat ungkapin perasaan abang. Eh malah berakhir kek gini." ungkap bang Ar.
__ADS_1
"Trus abang nyesel kita jadian?" Tanya Ayra kecewa.
"Eh bukan gitu." Bang Ar memegang kedua pundak Ayra memutarnya menghadap ke arahnya.
"Maksudnya, caranya ini jadi gak romantis. Abang gak pernah nyesel, justru abang sangat bahagia. Kamu tau? Setiap hari abang selalu memikirkan kamu. Memikirkan bagaimana cara abang ngungkapin semua ini ke kamu. Takut kamu gak punya rasa yang sama. Takut kamu ditikung orang. Abang terlalu takut Ay."
Ayra berhambur kedalam dekapan bang Ar. Memeluk erat tubuh kekar itu, menenggelamkan wajahnya didada yang begitu nyaman. Bang Ar membalasnya tak kalah erat.
"Abang tau? Memilikimu adalah anugerah terindah yang Tuhan kasih untukku." ucap Ayra semakin melesakkan wajahnya. Bang Ar hanya tersenyum mendengarnya. Terasa lega dihatinya, ketakutannya selama ini terbayar sudah.
.
.
"Acieeee jadian nih?" Goda Feby saat pasangan baru itu turun dengan menautkan jari tangan keduanya.
Bang Ar dan Ayra hanya tersenyum mendengar godaan-godaan dari para sahabatnya itu.
"Ini gimana kuenya?" Tanya Rila mencolek kue ulang tahun Ayra.
"Ishh lu mah maen colek aja. belum ditiup juga itu lilinnya." Timpal Feby dan Rila hanya nyengir kuda.
"Udah ya dramanya!" Ledek Agel. "Yuk lanjut, tiup nih lilinnya." Lanjutnya dengam membawa kue yang tadi sempat tertunda ke depan Ayra.
Semua orang berkumpul mengelilingi Ayra.
"Make a wish, dulu Ay!" Titah Agel.
Semua orang tergelak melihatnya. Namun tak ayal juga Ia berdo'a sebelum meniup lilinnya.
Suara riuh terdengar setelah acara tiup lilin itu.
"Burun Ay potong kuenya!" Titah Rila.
"Paan sih lu, ngebet banget pen kue. Kita duduk dulu napa. Pegel gue bediri mulu." Protes Feby
"Udah-udah. kita duduk dulu." Selak Agel.
Semua orang duduk dimeja lesehan seperti biasa. mengelilingi meja tersebut. Malam ini kafe memang sudah diboking oleh bang Ar, jadi tak ada pelanggan lain selain mereka.
"Nih. Buat abang!" Potongan kue pertama diberikan pada bang Ar.
Ayra menyuapi bang Ar. Setelah menerima suapan, bang Ar mencium kening Ayra lama.
"Aaaahhh.."
"kiewww"
__ADS_1
"Assyyeekk"
"Meleleh aku..."
Riuh sorak sorai semua orang disana melihat adegan romantis di depan mereka.
"Huaaa....Ay! Selamat tinggal.." Ucap Feby dramatis.
Semua orang mengerenyit tak mengerti maksud Feby.
"Paan? Lu pikir Ayra mati apa?" Tanya Rio heran
"Isshh lu tu gak tau, diem deh!" Timpal Feby sinis.
"Lahh..terus napa pake selamat tinggal segala? kek mao pergi jauh aja." Tanya Rio lagi.
"Gue tu ngucapin selamat tinggal, karena sekarang Dia udah gak satu server lagi sama gue. Kan udah punya bang Ar." Jelas Feby.
"Oh...jadi gak ada yang nemenin jomblo lagi ya?" Sindir Rio dengan tergelak.
Semua tergelak mendengar perdebatan keduanya.
"Idihh gak nyadar! situ juga jomblo kali, jomblo akut lagi." Sindir balik Feby.
"Gak papa gue kan jomblo tampan, lagian gue jomblo bukan karna gak laku, tapi belum mau. Gak kek lu!" Timpal Rio terus tergelak.
"Issshh lu ya..." Feby akan menyerang Rio, namun dicegat oleh Ayra.
"Udah-udah. Sama-sama jomblo juga. Lama-lama kita kawinin kalean!" Ucap Ayra.
"Ogah!" Ucap keduanya kompak.
Semua tergelak dengan kelakuan duo jomblo ini.
.
.
Yang untung bisa ngajarin😂
Yang udah ganti server😂
.
__ADS_1
.
*Jan lupa like, komen dan votenya, hadiahnya juga boleh. Biar bang Ar cepet ngehalalin neng Ay😊