Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 36


__ADS_3

Mentari pagi menyapa seorang gadis yang masih enggan membuka matanya. Dipeluknya guling yang terasa berbeda?


Ia raba guling yang terasa aneh menurutnya, dari atas terasa seperti bentuk wajah? Terus Ia meraba tanpa membuka matanya, sampai bawah dan...


Greep


Tangannya dicekal seseorang. Setengah sadar Ia membuka matanya perlahan, karena masih terasa berat dikepalanya.


Ternyata pergerakannya mampu membangunkan sang 'guling' yang berada disisinya.


Bukannya shok Ia justru terpana melihat wajah tampan sang kekasih. Wajah bantal namun tak mengurangi sedikitpun ketampanannya begitu mempesona.


Ia belum sadar sepenuhnya. Fikirnya Ia tengah bermimpi sang kekasih yang tengah tidur disampingnya dan menatap teduh dirinya.


Ia membelai wajah tampan yang mampu mengalihkan dunianya dengan senyum yang begitu manis.


"Aku mencintaimu bang. Sangat!"


Hilang sudah kewarasan bang Ar melihat senyum yang begitu manis dan pengakuan cinta sang kekasih.


Bang Ar bangun dan menindih tubuh Ayra dengan menumpu kedua tangannya didua sisi tubuh Ayra.


Dipandangnya lekat-lekat wajah yang mampu memporak porandakan hatinya. Tangannya terulur membelai lembut pipi chuby yang begitu menggemaskan, turun ke bibir yang selalu membuatnya candu.


Ia mengikis jarak mendekatkan wajahnya dan mulai menepelkan kedua benda kenyal itu. Di sesapnya dengan lembut, ******* hingga menggigit kecil bibir atas dan bawah secara bergantian. Membuat Ayra membuka sedikit mulutnya. Dan hal itu tak Ia sia-siakan, lidahnya menorobos masuk mengabsen setiap inci rongga mulut Ayra. Ayra mulai membalas setiap perlakuannya, membuatnya enggan berhenti melakukan aktifitas menyenangkan itu.


Tangan yang tadi membelai pipi dan bibir Ayra kini berada ditengkuknya, menahannya memperdalam ciuman keduanya. Decapan-decapan terdengar begitu merdu di sebuah kamar nan luas itu. Bahkan ketukan dipintu tak mampu menyadarakan kedunya.


Hingga seseorang memaksa membuka pintu yang tak dikunci itu dan menerobos masuk.


"Ardiii....!!!"


Teriakannya mampu menyadarkan keduanya. Bang Ar menoleh dan betapa terkejotnya Ia melihat siapa yang tengah bekacak pinggang di ambang pintu.


"Ibu...!"


Buru-buru Ia bangun dari tubuh Ayra dan duduk ditepi ranjang.

__ADS_1


Ibu yang memang sengaja datang ingin bertemu dengan gadis yang sudah Ia klam sebagai calon mantunya, saat tau sang gadis ikut serta bersama putranya. Dengan semangat Ia datang pagi-pagi sekali.


Saat pertama masuk Ibu melihat tenda yang berjejer dihalaman samping rumah. Ia menghampiri tenda tersebut, mendapati ketiga gadis dan ketiga pemuda yang baru keluar dari tenda masing-masing.


Namun Ia tak melihat putra dan gadisnya itu. Ibu menanyakan keduanya, mereka pun menceritakan tentang kejadian semalam. Saat Ayra pingsan dan bang Ar menemaninya dikamar. Mereka tak menceritakan perihal peluk-pelukan yang mereka saran kan. Takut Ibu berfikir yang tidak-tidak. Mereka membiarkan Ibu untuk melihat keduanya, karena berfikir pasti keduanya sudah terbangun.


Mereka pun menyusul Ibu yang sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Namun saat tiba Mereka pun tampak shok melihat pemandangan didepannya sekarang.


Ibu mendekati bang Ar yang terpaku disisi ranjang. Ia menarik telinga bang Ar, menjewernya hingga bang Ar berdiri.


"A..a...sakit bu sakit!" Bang Ar mencoba menahan tangan sang Ibu.


"Kamu itu ya, bener-bener. Pokonya kalian harus cepet nikah!" Ucapan Ibu kali ini sukses menyadarkan Ayra.


Ayra bangun dengan memegang kepalanya. Ia bingung dengan apa yang terjadi. Kepalanya masih terasa berdenyut. Tadi itu? Apa yang terjadi? Otaknya terus berputar mencari jawaban.


Ketiga gadis yang berdiri diambang pintu masuk dan menghampiri Ayra.


"Kepala lu masih sakit Ay?" Tanya Agel memegang bahunya.


"Semalam lu pingsan." Timpal Feby.


Ibu melepas jewerannya dan beralih ke arah gadis yang tengah kebingungan itu. Mendudukan dirinya disebelah sang gadis.


"Kamu gak apa-apa Nak? Mana yang sakit?" Tanya Ibu seraya membelai rambutnya.


"Aku gak papa bu, cuma sedikit masih terasa pusing." Jawabnya sambil memijit pangkal hidungnya.


"Ardi gak ngapa-ngapain kamu kan?" Tanya Ibu lagi.


Ayra mengerenyitkan dahinya tak mengerti. "Maksudnya?" Tanya Ayra heran. Pasalnya Ia fikir yang terjadi hanya sebatas mimpinya saja.


"Hah!" Ibu membuang nafasnya kasar. Ia menatap nyalang ke arah putranya itu.


Yang ditatap hanya mengagaruk tengkuknya salah tingkah.


"Ya udah kamu istirahat aja dulu. Nanti Ibu bikinin sarapan buat kamu yah." Ucap Ibu membelai rambutnya lagi. Dan dijawab anggukan Ayra.

__ADS_1


Ibu berdiri dan masih menatap nyalang putranya. "Kamu ikut Ibu!" Titahnya dingin dan langsung menarik tangannya membawanya keluar kamar.


Semua sahabatnya hanya diam, tak ada yang berani bersuara. Setelah kepergain Bang Ar dan Ibunya, Ketiga pemuda itu pun ikut berlalu keluar meninggalkan keempat gadis disana.


Ketiga gadis menatap Ayra penuh selidik dan mengerenyitkan sebelah alisnya. Seolah meminta penjelasan.


"Kalian kenapa sih? Ini sebenarnya ada apa?" Tanya Ayra heran dengan tatapan ketiga sahabatnya itu.


"Lu mesti siap-siap Ay!" Titah Agel.


"Hah! Buat apa?" Ayra semakin bingung dibuatnya. Ternyata nyawanya belum sepenuhnya terkumpul.


"Nikah!!" Ucap ketiganya serentak.


Ayra terlonjat kaget, sepertinya Ia mulai mencerna apa yang terjadi.


"Jadi yang tadi tu beneran?" Tanyanya shok, membuat ketiga gadis itu mengerenyitkan dahinya tak mengerti.


"Jadi gue dan bang Ar?" Membuat ketiganya semakin melongo.


"Terus kalian liat kita lagi-" Ayra tak meneruskan ucapannya. Ia menutup mulutnya merasa tak percaya telah tercyduk, sama calon mertuanya pula.


Ah memalukan. Mau ditaroh dimana coba mukanya ini. Pasti calon mertuanya berfikir yang enggak-nggak. 'Ah Mamih aku malu'. Jeritnya dalam hati.


Tawa ketiganya pun pecah. Ternyata sahabatnya ini bener-bener baru sadar.


"Udahlah udah terlanjur juga." Ucap Agel.


"Lu kan emang gak sadar. Terus juga cuma ciuman doang kan?" Tanya Rila.


"Iya. Paling bentar lagi kalian dinikahin!" Celetuk Feby.


"Nikah???" Tanya Ayra shok dan hany dijawab anggukan oleh mereka.


**************


*Jangan lupa Like dan komennya. Vote nya jugašŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2