
"Stop!!!"
Sena berhenti mendengar intruksi sang kakak. Wajahnya kian sendu mendapatkan penolakan itu.
"Aka masih marah sama aku?" Tanya Sena dengan air mata yang hampir saja jatuh.
Aska masih diam dengan tatapan datarnya. Sejujurnya Ia masih kesal dengan kedua sepupunya itu. Namun Ia tak ingin memperpanjang masalah ini. Dan mungkin ini awal Ia harus menerima hubungan mereka.
Aska mengusek pucuk kepala sang gadis gemas dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
"Maafin aka ya! Sudah bentak kamu." Ucap Aska.
"Maaf selama ini aka selalu ngekang kamu!" Ucapnya lagi. Lolos sudah air mata gadis cantik itu.
Entah terbuat dari apa hati sang kakak. Dia yang dikecawakan dan Ia pula yang meminta maaf. Sungguh sikap sang kakak membuat Sena tak lagi dapat membendung keharuan dihatinya. Ada rasa menyesal karena baru bisa mengartikan rasa sayang yang kakaknya itu berikan. Mungkin sikapnya membuat sang kakak semakin dalam menyimpan rasa itu.
"Maaf! Karena menyimpan rasa yang tak seharusnya padamu." Lanjutnya.
"Dan mulai sekarang," ucap Aska menjeda ucpannya seraya menghapus jejak kebasahan dipipi cantik itu disertai senyum yang tak luntur dari bibirnya.
"Aka lepas tanggung jawab aka untuk melindungimu." Ucapan itu membuat Sena membolakan mata. Merasa tak percaya sang kakak mengatakan itu.
"Kok Aka ngomongnya gitu?" Tanya Sena dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Lihatlah!" Tunjuk Aska dengan dagunya kearah pemuda yang masih duduk dikursi disantai yang tengah memperhatikan mereka. Sena pun menoleh kearah sang pacar.
"Ada Abi. Sekarang Abi lah yang akan jaga kamu." Lanjut Aska.
Sena kembali menatap kearah sang kakak. Tanpa aba-aba Ia menubrukan diri pada tubuh tegap itu. Memeluk erat tubuh yang selalu menjadi sandarannya itu. Yang selalu menjadi pelindung untuknya dan selalu mengangkatnya bangun dari segala keterpurukan.
"Maafin aku kak! Maaf!" Ucapnya. Tangisnya kembali pecah didada bidang itu.
Aska membalas mendekapnya tak kalah erat. Membelai pucuk kepalanya sayang. Sampai kapanpun, Ia dan sang gadis hanyalah saudara. Seorang kakak dengan adiknya. Dan tak akan lebih dari itu.
"Udah lepasin pelukannya! Pacar kamu udah dalam mode siap meledak itu." Kekeh Aska dengan nada meledek hingga Sena pun melepaskannya.
Aska berjalan dan mendekat kearah Abi. "Maafin gue ya bi!" Ucapanya dan dijawab anggukan pemuda itu.
__ADS_1
"Kek nya, ini kurang banyak!" Ledek Aska menekan lebam dipelipisnya dengan mendaratkan bokong disisi Abi, hingga Abi pun berdecak kesal.
"Gue titip adek gue sama lu. Dan awas jangan sampai lu nyakitin dia!" Ucap Aska memperingati dengan tepukan dipundaknya dan dibalas kekehan oleh pemuda dingin itu.
"Iya. Tanpa aka minta, gue pasti jaga dia!" Balas Abi.
"Isshh apaan sih jaga-jagaan. Emangnya aka mau kemana?" Tanya Sena yang merasa penuturan sang kakak terdengar aneh.
"Bentar lagi kan Aka kuliah. Jalur kita udah gak searah. Jadi Abi akan menggantikan tugas Aka jadi kang ojeg kamu." Balas Aska dengan kekehan dan dibalas cebikan bibir oleh sang gadis.
"Kuliah dimana?" Tanya Abi.
"Mmm mungkin sedikit jauh!" Balas Aska.
"Dimana?" Tanya Sena dengan keruatn didahinya.
"Mmmm" Aska sedikit berpikir hingga Sena semakin penasaran. "Kepo ya?" Godanya dan dibalas decakan kesal oleh Sena.
"Ck! Aka ihh.. Dimana?" Tanya Sena hingga Aska tergelak.
Ucapan Aska membuat Sena dan Abi terdiam dengan mata saling lirik. Aska yang mengerti lirikan keduanya tersenyum.
"Aka dapat beasiswa disana, lumayan lah bisa kuliah di universitas ternama. Gratis pula." Ucap Aska tersenyum, hingga keduanya tersenyum.
"Jangan terlalu serius menanggapi soal kemarin! Aka pergi bukan untuk menghindari kalian kok." Lanjut Aska.
Sena ikut duduk disisi sang kakak dan memeluknya dari samping. "Kita beneran harus jauh kak?" Tanya Sena.
"Ya gak lah. Kita kan masih bisa telepon, VC an. Kalo ada waktu chat juga bisa." Balas Aska.
"Aku bakal kangen banget sama Aka!" Lanjut Sena memeluk erat tubuh itu.
Abi ikut menepuk pundak sang kakak. "Smoga cita-cita aka tercapai!" Ucapnya mendoakan.
Aska tersenyum kearah sepupunya itu. Ia peluk tubuh Abi dan Sena hingga ketiganya tergelak bersama. Bahkan Abi tak segan tertawa dihadapan kakak sepupunya itu. Ketiganya terus bercanda membicarakan tingkah mereka selama ini. Hingga mereka tak berhenti tertawa sampai senja menyapa mereka.
...Selesai...
__ADS_1
*****************
**Jangan pada protes kenapa, ini emang alurnya udah selesai... Nanti InsyaAlloh kisah Sena-Abi sama Shaka-Jingga , kita pisah! Sekarang mau fokus sama Aka juga si om yaa... Biar kalian gak jetlag sama waktunyaπ lama-lama mak othor juga pusing sama waktunya.. Jadi kisah teen nya kita selesai in disiniπ€
Jangan lupa pantengin terus kisah Aka sama si om yaaπ Makasih buat kalian yang selalu nemenin author yang receh ini, smoga ada pelajaran yang dapat diambil dari tulisan acakdul iniπ**
ππππππππππ
-Abizar Radeeya Permana-
Jangan lupakan janjimu thor!π
-Arsena Quennra Pratama-
Readers! Ingetin mak othor yaa, dia kan pelupaπ
-Aska Giovano Aruman-
Pindah yuk readers ke lapak Aka!π
-Arshaka Ravindra Pratama-
Awas ya thor, kalo lu lupa!π
-Jingga Aurilia-
Cuma mau ngingetin, pelupanya di kick ya thor!π
__ADS_1