Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 22


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada kedua orangtua bang Ar. Mereka kembali menaiki motornya membelah jalan raya menuju rumah Ayra.


20 menit kemudian motor pun sampai di depan rumah. Dan disambut sang Papih yang tengah santai di teras depan.


"Asslamualaikum!" Sapa keduanya.


"Waailakumsalam!" balas Papih.


Keduanya menyalimi takzim tangan Papih bergantian.


"Masuk dulu Ar!" Titah sang Papih.


"Gak usah om udah sore. Aku harus pulang ke mes. Besok ada meeting pagi-pagi." Tolaknya halus.


Bang Ar memang sudah bercerita pada Ayra, Ia akan pulang langsung ke mesnya karena harus masuk pagi-pagi.


"Oh yaudah. Hati-hati ya!" Pesan sang Papih pada bang Ar.


"Iya om. Oh ya tante mana?" Tanyanya.


"Tante lagi dikamar mandi kayanya." Timpal Papih.


"Oh ya udah, titip salam aja buat tante ya om!" Pintanya.


"Iya. Nanti om sampein." Timpal Papih lagi.


"Ya udah Ay, abang pamit dulu ya?!" Pamitnya pada Ayra.


"Iya bang. Hati-hati dijalan ya! Jan ngebut-ngebut!" Pesan Ayra dan dijawab anggukan dan senyumnya.


Setelah berpamitan, bang Ar pun kembali melajukan lagi motornya untuk kembali ke mesnya dikota sebelah.


"Ehemm..ehemm!" Papih berdehem untuk menggoda putri bungsunya.


"Paan sih Pih?" Tanya Ayra dengan senyum malu-malunya.


"Jadi yang selalu dianggurin, sekarang diapelin nih ceritanya?" Goda sang Papih lagi.


"Ihh...Papih kita cuma temenan!" timpal Ayra pura-pura merajuk.


"Temen apa demen?" Lagi-lagi Papih menggodanya.


"Udah ah Pih aku mau masuk." Ayra benar-benar sangat malu jika harus mengakui perasaaanya didepan orangtuanya.


Baru saja melewati pintu, sang Mamih sudah mencegatnya.


"Ethhh... sini-sini duduk dulu!" Ajak Mamih menuntun putrinya duduk di sofa.


Papih yang di luar ikut masuk, duduk didepan dua wanita tercintanya.


"Sekarang katakan sama Mamih juga Papih. Apa hubungan kamu sama Ardi?" Tanya Mamih to the point.

__ADS_1


"Kita temanan Mih." Jawab Ayra sekenanya.


"Bohong! Mana mungkin cuma temen?" Tanya Mamih belum percaya.


"Emang cuma temen kok Mih." Timpalnya.


"Kok Papih ngerasa, kamu punya perasaan yang lebih ya sama Ardi?" Kali ini Papih yang bertanya.


"Emang bisa dikilo Pih?" canda Ayra.


"Isssh kamu tuh, orang tua lagi ngomong serius juga." Timpal Ibu mengeplak tangannya.


Ayra hanya tertawa menanggapinya. Pacar? Bahkan Ia ingin lebih dari itu. Suami mungkin. Namun Ia akan melakukannya pelan-pelan. Ia tau sesuatu yang digenggam begitu erat akan dengan mudah terlepas.


"Pih Mih. Jika memamg Tuhan mentakdirkan kami berjodoh, kami pasti bersama. Sejauh apapun kami, pasti dipertemukan kembali." Tutur Ayra serius.


Papih dan Mamih hanya menghela nafasnya pasrah. Mungkin butuh waktu bagi keduanya untuk menyadari hal itu. Padahal sudah jelas terlihat ada cinta diantara mereka. Biarlah waktu yang menjawab.


"Ya sudah Papih sama Mamih hanya mendoakan yang terbaik untukmu. Smoga kamu selalu bahagia ya, Nak!" Mamih merangkul pundaknya memberi semangat.


Ayra hanya mengaminkan dan setelahnya Ia meminta izin keduanya untuk masuk kekamarnya dan membersihkan diri.


**


Malam harinya Ayra mengechek WA nya. Hanya ada pesan dari Rendi. Sang fans yang tak pernah menyerah. Ada beberapa pesan darinya, namun enggan untuk Ia baca.


Ia membuka ruang chat bersama bang Ar. Mulai mengetikkan sesuatau disana.


Me📤


Chatnya langsung centang dua namun belum dibaca.


Ia terus berharap akan jawabannya namun belum juga ada balasan. Ia mencoba mengetikkan sesuatu lagi.


Me📤


Udah nyampe belom?


Me📤


Kalo udah nyampe, kabarin aku ya!


*


Masih juga belom dibaca. Mungkin masih dijalan. Pikirnya.


Ia pun merebahkan diri dan mulai memejamkan mata. Ia memutuskan tak makan malam karena tadi pulang dari perkebunan seperti biasa bang Ar mengajaknya mampir dulu ke warung pecel langganannya.


Baru saja beberapa menit Ia terlelap, terdengar dering Hp mengganggu tidurnya. Ia mengechek nama si penelepon, Ia tersenyum kala tau siapa yang menghubunginya. Lalu diusapnya ikon hijau itu.


Me📞

__ADS_1


Hallo! bang?


Bang Ar❤📞


Hallo Ay.. Maaf ya baru ngabarin! Tadi Hp abang lagi dicharge. Batrenya abis.


Me📞


Iya bang gakapapa. Jam berapa nyampe sana?


Bang Ar❤📞


Tadi selepas maghrib udah nyampe kok. Emm kayanya abang ganggu tidur kamu ya?


Me📞


Enggak bang. Tadi aku cuma ketiduran.


Bang Ar❤📞


Pasti kamu kecapean.


Me📞


Enggak bang, justru aku seneng banget bisa jalan-jalan sama abang. Tar kapan-kapan ajak aku lagi ya!


Bang Ar❤📞


Iya tar abang ajak lagi. Udah malem kamu lanjut gih tidurnya!


Me📞


Emm..Iya! Abang juga tidur ya!


Bang Ar❤📞


Iya.. Selamat malam! Mimpi indah ya!


Me📞


Iyaa...abang juga!


.


.


Panggilan pun berakhir dengan Ayra yang memutuskan terlebih dahulu.


Ayra memeluk Hp nya, seolah itu bang Ar. Dengan senyum yang menggambarkan perasaan yang begitu berbunga.


Sepertinya malam ini Ia benar-benar akan mimpi indah.

__ADS_1


**************


__ADS_2