
"Ada yang sakit?" Tanya Abi, dengan erat memegang kedua bahu gadis yang Ia tangkap dan dijawab gelengan olehnya.
Abi membangkitkan sang gadis agar berdiri kembali. Sena berdiri dengan merapihkan seragamnya yang sedikit berantakan.
"Ada tissue?" Tanya Abi mengadahkan tangan pada sang gadis.
"Buat apa?" Tanya Sena keheranan. Namun Abi hanya menggerakan tangannya memberi kode meminta tissue.
Sena menghembuskan nafasnya panjang. Tanpa bertanya lagi, Ia mengambil sehelai benda putih yang dimintanya dari dalam saku bajunya dan memberinya pada pemuda didepannya itu.
Abi mengambil tissue tersebut dan mendekat kearah Sena.
"Lu mau ngapain?" Tanya Sena menautkan alisnya keheranan.
Abi tak menjawab. Ia semakin mengikis jarak mendekatkan diri pada gadis didepannya, hingga Sena reflek mundur dan kakinya mentok ditembok. Kepala belakangnya hampir mencium tembok, namun sebuah tangan dengan sigap menahan kepalanya.
Sena dibuat terpaku kala jarak wajah Abi kian mendekat dengannya. Bayangannya kembali pada kejadian semalam, dimana first kiss nya sukses diambil sepupunya itu.
Namun usapan di dahinya membuat Ia terkesiap dan tersadar dari lamunannya. Sena hanya terdiam membiarakan tangan sepupunya menari diwajahnya.
Dengan telaten Abi mengelap wajah gadis didepannya dengan tissue yang Ia pinta tadi. Hingga suara Sena menghentikan gerakannya.
"Ngapain di lap-lap sih, make up gue kan jadi luntur?" Gerutu Sena yang baru ngeuh, apa yang tengah dilakukan sepupunya itu seraya menahan tangannya.
Abi berdecak kesal mendengar omelan gadis didepanya. "Cuci muka sekarang!" Titahnya membuat sang gadis keheranan.
"Napa sih?" Tanyanya.
Abi mencondongkan wajahnya pada telinga sang gadis seraya berbisik. "Gue gak suka aroma cowok lain menempel diwajah lu!" Ucapnya. Dan sukses membuat bulu kuduk Sena meremang seketika dengan menelan salivanya susah payah.
"Cepet cuci muka!" Titahnya seraya menegakan tubuhnya dan sedikit menjauhkannya dengan tubuh sang gadis.
Sena berdehem keras, dan segera berlenggang meninggalkan tempat tersebut. Abi menarik satu sudut bibirnya, melihat tingkah sang gadis. Kemudian Ia pun berlenggang meninggalakan tempat itu juga.
**
Di dalam toilet, Sena mulai membasuh wajahnya didepan washtaple. Dengan menggerutu kesal Ia membersihakan wajahnya.
__ADS_1
"Ihh... Ngeselin banget deh, si Abi." Gerutunya. "Terus ini? Ya ampun! Kenapa gue pake nurutin keinginan dia lagi." Lanjutnya yang sepertinya kesadarannya baru kumpul.
"Apasih misuh-misih mulu?" tanya seseorang yang baru keluar dari dalam wc dan sukses membuatnya terkesiap.
"Astagfirulloh!" Pekiknya kaget seraya mengusap dadanya.
"Ck! Ngagetin aja lu!" Gerutunya kala melihat seseoramg yang familier terpampang jelas didepan cermin.
Jingga terkekeh seraya mendekati sahabtnya itu. "Napa lagi?" Tanyanya.
Sena menghembuskan napasnya panjang. "Gue kesel sama Abi. Dia," Ia tak meneruskan ucapannya. Butuh situasi private untuknya menghabiskan waktu menjelaskan sedetail mungkin pada sahabatnya itu.
Tau pasti banyak yang ingin dibicarakan sahabatnya. Ia pun menyarankan suatu tempat untuk dijadikan ajang curhat mencurhat mereka. "Ya udah gue tunggu ditempat biasa!" Tuturnya Jingga dan diiyakan olehnya.
Jingga berlenggang terlebih dahulu untuk ketempat yang sudah dijanjikan. Sedangkan Sena, menyelesaikan terlebih dahulu acara cuci muka yang sebenarnya itu memang tak perlu. Setelah selesai Ia pun berlenggang meninggalkan tempat itu.
**
"Nih! Minum" Jingga memberikan minuman kaleng pada sahabatnya itu. Dengan sigap Sena menerimanya.
Lagi lagi Sena menghembuskan napasnya panjang, sebelum Ia memulai obrolannya. "Gue gak tau apa yang gue rasain ini benar atau salah." Tuturnya memulai obrolan.
"Gue selalu gak bisa berkutik saat sama dia." Tuturnya lagi. "Dan disini!" Ucapnya seraya memegang dadanya.
"Ini gak bisa gue kendalikan. Gue harus gimana?" Lirihnya dengan menunduk.
Jingga mendudukan diri disebelah sahabatnya itu seraya merangkul pundaknya. "Gue kan udah bilang gak usah menghindar. Gak ada yang salah antara cinta lu dan juga dia" Ucapnya.
Lagi lagi Sena menghembuskan nafasnya panjang. "Dengan status sepupu?" Tanyanya dan dijawab anggukan Jingga.
"Kalian tak terikat dekat. Menurut gue itu sah-sah aja. Coba lihat di negara king Salman. Mereka malah menjodohkan anak-anaknya dengan sepupu-sepupunya." Balas Jingga.
"Mungkin kalo antara lu sama kak Aska, itu masih mustahil. Apalagi sama kak Sha." Lanjutnya.
"Jadi jangan salahin hati lu. Mungkin lu emang ditakdirkan berjodoh sama Abi." Celetuknya dan sukses dapat timpukan dari sahabatnya itu.
"Ck lu mah, main jodoh aja. Lagian kita masih sekolah." Balas Sena.
__ADS_1
"Berjodoh, bukan berarti hari ini langsung nikah Sensen." Gemas Jingga membuat Sena menampilkan deretan giginya.
"Oh ya, apa pernah terjadi sesuatu anatara lu sama Abi? Kok kek nya ada yang aneh dari kalian." Tanya Jingga.
Sahabatnya yang ini emanglah paling peka. Sekuat apapun Ia akan berbohong dan mengelak, pastilah Ia tau itu. Sena dibuat gelagapan dengan pertanyaan itu.
"Euu itu, itu," Sena tergugup menjawab hingga tawa Jingga pun pecah.
Sena mencebikan bibirnya mendengar tawa meledek dari sahabatnya itu. Entah bagaimana caranya, tanpa bicara sahabatnya ini sudah mengerti terlebih dahulu.
"Udah deh. Berisik lu!" Gerutunya. Namun Jingga masih enggan menghentikan tawanya.
Sena membuka minumannya dan menegaknya. Hingga pertanyaan Jinkgga membuat Ia tersedak.
"Gimana? Gimana rasanya?" Tanya Jingga.
Uhuk! Uhuk!
"Apasih lu?" Tanya Sena dengan menepuk-nepuk dadanya, kala soda begitu menyengat dirongga paru-parunya. Ditanya seperti itu, tentu membuatnya malu sendiri.
Dengan teganya Jingga masih menertawakan sahabatnya itu. "Jadi beneran? Kapan?" Tanyanya lagi.
"Nggak! Gue gak mau ngomong. Lu mah ngeselin." Jelas Sena.
"Nggak sekarang gue serius. Kapan? Dimana? Gimana rasanya? Kek didrama oppa-oppa yang kita tonton gak sih?" Cecar Jingga dengan berbagai pertanyaan.
Hingga akhirnya Sena menjelaskannya dengan begitu detail. Hingga seseorang dapat dengan jelas mendengar percakapan mereka.
"Kenapa harus gue denger? Sesakit inikah?" Tututnya sendu, seraya memegang dadanya.
******************
Jom ramaikan! Jangan lupa jejaknya yaa🤗 Yang punya vote sama kembang boleh kongsi dong😁
Ini yang dingin plus posesif😂
__ADS_1
Ini yang baru ngeuh sama perasaannya😂