
Bang Ar❤****📞
Iya sayang!
Me📞
Lama banget. Abang dimana?
Bang Ar❤📞
Abang masih di mes. Lagi beresin barang-barang.
Me📞
Jadi hari ini gak?
Bang Ar❤📞
Iya sayang. Bentar ya! Ini dikit lagi.
Me📞
Lagi apa sih bang?
Bang Ar❤📞
Lagi mikirin kamu...
Me📞
Ihhh seriuss!!
Bang Ar❤📞
Ini juga serius sayang... Tiap hari yang ada dipikiran abang cuma kamu!
Me📞
Idihh... makin pinter ngegembel yaa? Awas aja kalo sampe gembelin cewek lain!
Bang Ar❤📞
Kenapa kalo gembelin cewek lain?
Me📞
Malam pertamanya diskip jadi tahun depan!
Bang Ar❤📞
Hahaa gak lah sayang. Mana ada abang gombalin cewek lain. Abang hanya bisa gombal sama kamu doang.
Me📞
Yaudahlah cepet abang pulang. Takut lama-lama disana!
__ADS_1
Bang Ar❤📞
Takut kenapa?
Me📞
Takut digondol mantan.
Bang Ar❤📞
Hahaaa. Iya deh iya. Kamu tenang aja, abang udah buang mantan pada tempatnya.
Me📞
Hihi Iya deh percaya. Buruan lah abang pulang, tuh butik keburu tutup!
Bang Ar❤📞
Oke sayang. 15 menit lagi abang nyampe.
**
Rencananya hari ini sepasang calon manten ini akan fiting baju pengantin. Namun Ayra harus menunggu bang Ar dulu untuk berangkat.
Bang Ar yang sengaja datang keperusahaan yang dulu menjadi tempatnya mencari pundi-pundi rupiah itu, untuk mengantar undangan pernikahannya kepada teman karyawannya disana. Tidak lupa juga buat pak direktur dan keluarganya.
"Gue kira lu bakal nikah sama anak direktur kita?" Tanya salah satu karyawan yang kebetulan berada di mes berdekatan dengannya.
Bang Ar hanya tersenyum. "Gak. Itu calon istri gue." Tuturnya menunjuk foto yang ada disampul undangan yang tengah dibuka pria tersebut.
Bang Ar hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Pasalnya setiap Ia memberikan undangannya itu pada teman-temannya, slalu aja hal itu yang Ia dengar. Kadang bang Ar berfikir, kenapa gak dari dulu Ia melihat sosok Ayra? Dan beruntungnya Ia mendapatkan gadis seperti calon istrinya ini.
"Jadi itu alasan lu resign? Karena lu gak jadi nikah sama anak direktur?" Tanyanya lagi.
Semua karyawan tentu tau perihal hubungan bang Ar dan anak direkturnya itu. Sudah jadi rahasia publik, bahkan banyak yang menyimpulkan hubungan mereka akan berakhir dipelaminan.
Siapa sangka hubungan yang terjalin hampir dua tahun itu harus berakhir. Dan itu membuktikan lamanya hubungan tak menjamin kelanggengan suatu hubungan. Karena takdir dan jodohnya sudah diatur mak othor. Eaakk.
"Ya nggaklah. Gue resign karena harus nerusin perusahaan bokap gue." Timpal bang Ar dan hanya dijawab anggukan oleh temennya.
"Eh. Itu anak bos kemari." Tunjuk temannya kearah seorang gadis yang menghampiri keduanya.
"Gue ucapin selamat, ntar gue hadir bareng yang laen juga. Dah ya gue cabut dulu." Ucapnya dan berlenggang meninggalkan kedunya diteras depan mes.
"Hai Ar!" Sapa Rara.
"Hai..."
"Boleh aku duduk?" Tanyanya.
"Tentu." Jawab bang Ar tersenyum dan membiarkannya duduk dikursi sebrangnya.
"Kamu beneran resign?" Tanyanya dan hanya dijawab anggukan bang Ar.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Emm... Aku gak akan bisa jauh dari istriku." Jawabnya tersenyum.
Rara tersenyum tipis. "Jadi kamu beneran akan nikah?" Tanyanya.
"He'em!"
"Tapi kenapa Ar?" Tanyanya dengan nada bergetar.
"Apanya?"
"Kenapa kamu pilih dia? Kenapa kamu gak milih nunggu aku?" Tanyanya dengan air mata yang lolos begitu saja.
Bang Ar menghela nafasnya panjang. Ia tau ini alasan sang mantan kemaren berlaku seperti itu pada gadisnya. Masih belum terima dengan kenyataan dirinya yang sudah memiliki kekasih bahkan akan segera menikah dalam waktu yang begitu singkat.
"Ra, kita udah omongin ini dari awal. Aku dah bilang kan, kalo aku gak bisa nunggu kamu. Itu terlalu mustahil buat aku." Jelas bang Ar.
"Tapi kenapa? Kenapa kamu begitu cepat lupain aku?" Tanyanya lagi.
"Aku juga gak tau Ra. Kenapa aku bisa jatuh cinta padanya begitu cepat? Dan yang kita lalui dulu itu tak seperti yang kurasakam saat ini. Aku bener-bener takut kehilangan dia, aku gak bisa jauh darinya." Penuturan bang Ar sukses membuat Rara terisak.
"Kamu bisa temuin cinta yang sesungguhnya. Cinta yang membuat kamu merasa begitu dicintai. Dan aku udah nemuin itu." Timpal bang Ar dan membiarkan Rara terisak disebrangnya.
"Baik Ar aku akan coba mengerti. Selamat buat pernikahan kamu!" Lirihnya dan dijawab anggukan bang Ar.
"Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir?" Tanyanya.
"Maaf Ra, gak bisa. Kamu tau sendiri gimana aku. Aku gak kan nyentuh gadis manapun selagi aku memiliki komitmen dengan satu gadis." Tolak bang Ar halus.
Rara mengangguk mengerti, Ia tentu tau itu. Bang Ar adalah cowok paling setia yang pernah Ia temui.
"Kamu sekeluarga datang ya! Aku mohon berbahagialah untukku. Dan aku doain smoga kamu bisa segera mendapatkan cinta itu!" Tutur bang Ar dan dijawab anggukan Rara.
"Yaudah aku pulang ya Ar. Sekali lagi selamat!" Ucapnya mencoba tersenyum dan bangkit dari duduknya, lalu berlenggang pergi.
Bang Ar kembali kedalam kamar mengambil barang-barangnya dan bersiap pulang.
**
Sementara itu disebuah kamar seorang gadis tengah mondar mandir seperti setrikaan. Ia samoi menggigit Hpnya gemas.
Pasalnya seseorang yang menjanjikannya akan datang 15 menit lagi hilang bak ditelan bumi. Sudah lebih dari waktu yang ditentukan namun batang hidungnya tak muncul jua.
Saat dihubunginya hanya terdengar suara operator dari sebrang sana membuatnya begitu khawatir.
"Kamu dimana sih bang kok belom nyampe juga?" Pertanyaan demi pertanyaan bersarang dikepalanya. Bahkan pikiran neagtif ikut nyangkut diotaknya.
"Jangan-jangan beneran digondol mantan lagi?" Tanyanya bermonolog sendiri.
***************
Ini yang bener-bener setia😘
__ADS_1
Ini yang lagi kalang kabut udah kek setrikaan😂 Takut digondol mantan cenah mak🤣