Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Extra part2 Yayasan bocah sultan


__ADS_3

Bel pulang terdengar begitu nyaring, semua murid sekolah dasar berebut pintu keluar kelas. Entahlah padahal tanpa berebutpun semua pasti bakalan pulang. Namun itulah tradisi turun temurun yang dilakukan para murid disetiap sekolah. Jangankan anak SD, terkadang anak tingkatan pun masih ada saja yang melakukan hal yang sama. Dan hal itu sudah menjadi hoby tersendiri untuk mereka. Padahal yah gak ada yang mau tuh bawa si pintu pulang tapi kok ya suka banget dijadiin rebutan!


Sena dan Jingga bergandengan tangan keluar kelas, mereka memilih dijalur aman dan keluar setelah si perebut pintu bubaran. Begitupun Abi dan Rizky, kedua bocah itu selalu stay dibelakang dua gadis kecil itu.


"Eh! Kalian pada mau main gak? Hari ini Mamih aku lagi buat resep baru loh buat restonya?" Tanya Rizky.


"Boleh tuh! Udah lama juga gak makan masakan Onty Feby. Gimana Jin, kamu mau ikut?" Jawab Sena antusias.


"Boleh! Aku mah ikut aja." Timpal Jingga.


"Kamu gimana Bi, mau ikut gak?" Tanya Sena pada teman sebangkunya itu.


"Hem!" Hanya deheman yang bocah kulkas itu berikan.


"Ck. Kamu mah gak asyik Bi, ikut yuk!" Ajak Rizky dan dijawab anggukan Abi.


"Nah gitu dong! Jangan ngurung diri aja. Kamu juga harus main sama kita." Tutur Sena.


Ketika empat bocah itu tengah mengobrol asyik didepan kelas, bahkan mereka sampai lupa untuk berjalan. Datanglah Tiga bocah tampan dari kelas enam menghampiri mereka.


"Asyik bener? Kalian lagi apa?" Tanya salah satu bocah itu.


"Kak Deril!" Dengan girang bocah cantik itu meghampiri bocah laki-laki yang menyapanya dan berdiri disisinya dengan senyuman manisnya. Membuat bocah tampan itu tersenyum mengusek kepalanya.


"Ya ampun! Kenapa juga harus punya adek yang kecentilan kek gini." Gerutu Shaka. "Eh adek kecil. Bisa gak jangan kecentilan. Aka bilangin Mama yah!" Ancamnya seraya merangkul pundaknya untuk tak menempel pada sahabatnya itu. Membuat Deril dan Aska geleng-geleng kepala melihatnya.


"Ihh aka apaan sih. Kan aku cuma nyapa kak Deril. Iya kan kak?" Elaknya dan langsung mendapatkan acakan dirambutnya dari sang kakak membuat mereka tergelak.


"Kenapa masih disini? Jemputannya belum datang ya?" Tanya Aska.


"Belum kak. Kita juga mau nunggu jemputan Iki aja. Soalnya mau main kerumah Iki, mau nyobain masakan Onty Feby." Timpal Jingga.


"Onty bikin resep baru ya ki?" Tanya Deril.


"Iya! Kalian pada ikut yah, Mamih pasti seneng." Timpal Rizky dan diiyakan mereka.

__ADS_1


"Kamu juga ikut ya Bi!" Ajak Aska pada adik sepupunya itu dan dijawab anggukan olehnya.


Mereka pun berjalan melalui koridor menuju parkiran. Disana sudah terparkir jemputan Rizky dan Abi.


Rizky bersama Jingga, dan Deril dalam satu mobil. Abi bersama Sena, Shaka dan Aska dimobil jemputan Abi. Dua mobil keluar beriringan menuju luar gerbang sekolah. Mereka yang belum dijemput, meminta pak supir menghubungi orang tua mereka masing-masing untuk meminta izin bermain terlebih dahulu kerumah Rizky.


Didalam mobil, Sena duduk diapit dua bocah tampan disisinya. Kedua sepupu yang memiliki sifat berbanding seratus delapan puluh derajat itu, tengah seksama mendengarkan celotehan sepupu cerewetnya. Berbeda terbalik dengan sang kakak yang duduk disamping pak supir. Ia sampai menyumpal telinganya dengan headset yang Ia pinjam dari pak supir dengan memutar lagu agar tak mendengar kecerewetan sang adik sampai Ia terpejam dan terlelap.


"Aka-aka, adek mau tanya dong?" Tanya Sena heboh pada kakak sepupunya yang begitu kalem itu.


"Hemm apa?"


"Kak Deril udah punya pacar belum?" Tanyanya sedikit malu-malu membuat Aka kalemnya tersenyum dan sepupu kulkasnya hanya memutar bola matanya malas. Sudah dipastikan bagaimana reaksi sang kakak kalau mendengarnya, auto kena sentil tu jidat. Untung aja dia kerek ya?


"Kamu suka ya sama Deril?" Tanya Aska dan dijawab anggukan malu sama adek kecilnya itu.


Ia mengusek kepalanya gemas. "Kata Mama, kita jangan dulu suka-sukaan. Kita ini masih kecil!"


"Tapi kan kata Timom kalo suka itu harus diungkapin, ntar kitanya jerawatan." Timpal Sena tak mau kalah.


"Diungkapinnya ntar, kalo kita udah gede. Sekarang kita hanya boleh fokus belajar!" Nasehatnya membuat Sena cemberut.


"Kamu sih mana tau suka sama orang itu gimana? Kamunya aja gak mau berteman sama orang." Timpal Sena dan hanya dijawab gedikan bahu olehnya.


Terkadang mereka suka bingung dengan sepupu satunya itu, ketampanannya begitu sama dengan Papanya. Namun sifatnya begitu kentara dengan Mamanya. Sungguh perpaduan yang ajip pemirsah.


**


Tak berselang lama mobil pun sampai dihalan rumah Rizky, mereka turun dari mobil dan masuk beriringan. Dari dalam Mamih Feby sudah menyambut kedatangan mereka. Semua meberi salam dan menyalimi tangannya bergantian.


"Duhh ponakan Onty makin hari makin ganteng juga makin cantik. Yuk! Yuk! Kita makan dulu! Onty udah bikinin makanan spesial buat kalian!" Ajaknya pada mereka.


"Yeaayyy!!!"


Mereka bersorak senang, dapat mencicipi makanan Onty nya itu. Kadang mereka suka berebut ingin dibuatkan bekal olehnya.

__ADS_1


Ketujuh bocah itu sudah stay dimeja makan, dengan telaten Onty Feby mengisi satu persatu piring mereka dengan nasi dan kawan-kawannya. Mereka begitu antusias dan segera menyantapnya.


Feby tersenyum senang bisa melihat mereka berkumpul. Ia ambil Hpnya dan memvideo para bocah yang tengah makan itu. Ia kirim video itu kedalam grup chat WA nya. Gerup Reseh yang sampai sekarang masih aktif itu, disambanginya. Dengan caption.


"Yayasan bocah sultanšŸ˜‚"


**


Feby cekikikan sendiri kala laman grup yang tadinya sepi mendadak banjir notif. Mereka terus berbalas pesan, hingga Feby melupakan bocah-bocah itu.


Setelah selesai makan para bocah itu keluar dan bermain dihalaman rumah. Mereka memutuskan untuk bermain basket dihalaman dengan satu ring kecil yang menggantung disana. Kedua bocah cantik itu tak ikut main, mereka memilih duduk digazebo dengan meneriaki, memberi semangat untuk kelima bocah tampan itu.


"Kak Deril! Semangat!" Ucap Sena menyemangati.


"Kak Aska! Semangat!" Ucap Jingga.


Ternyata kedua gadis itu, sudah memiliki cengcemannya masing-masing. Membuat si bocah yang tak dapat semangat dari para gadis kesal.


"Ck! De. Kamu tuh harusnya dukung Aka bukan Deril!" Shaka berdecak kesal kala adik tercintanya malah menyemangati sahabatnya.


"Gak! Aka mah ngeselin. Mening dukung kak Deril. Wlek!" Sena menjulurkan lidahnya meledek sang kakak membuat Ia semakin berdecak.


Mereka hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah dua bersaudara ini. Tak pernah ada kata akur kalau mereka tengah berkumpul seperti ini.


"Ya udah deh, aku semangatin kak Shaka juga. Semangat kak Shaka!" Teriak Jingga membuat Shaka tersenyum senang.


"Aku juga mau disemangatin dong!" Ucap Rizky.


"Iki juga semangat ya!" Teriak jingga lagi.


"Ya udah deh aku juga semangatin kamu Bi. Semangat ya Abi!" Teriak Sena.


"Senyum Bi, biar aku kencengin lagi teriakannya!" Titah Sena membuat Abi tersenyum simpul.


"Nah gitu dong. Kalo senyum kan ganteng!"

__ADS_1


*******************


Mari ramaikan lagi🤭 Ini kalo dilanjut ampe gede gimana kira-kira??


__ADS_2