Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 63


__ADS_3

Pesta resespsi sudah dimulai para tamu undangan sudah mulai ramai memasuki aula. Namun sang pemeran utama belom nampak batang idungnya. Membuat Kedua orang tua mereka nampak khawatir.


"Duh bu besan gimana ini, anak-anak kok belom datang?" Tanya Ibu anita khawatir.


"Bentar lagi pasti mereka datang bu. Saya sudah kirim pesan untuk segera menyusul." Jawab Mamih Asti.


"Kenapa gak telepon aja?" Tanya Ibu lagi.


"Takut ganggu. Mereka kayanya masih tidur." Timpal Mamih.


"Kan udah tau mau ada acara. Kok bisa sih Ardi belum bangun, tuh anak paling pagi kalo bangun." Ibu jadi ngedumel tak jelas.


"Isssh Ibu ini, kaya belum ngalamin aja. Kayanya ya bu kita bakal cepet nimang cucu." Timpal Mamih semangat.


"Hah?! Beneran?" Tanya Ibu antusias, bahkan Ia lupa tengah ngedumel.


"Iya. Semalam benar-benar udah terjadi pertempuran hebat." Timpal Mamih.


"Kok, bu besan tau?" Tanya Ibu heran.


"Sengaja saya dengerin, takut mereka pada gak bisa. Kan masih ori." Timpal Mamih cekikikan


Ibu sampai tergelak mendengar ocehan besannya. Keduanya melupakan masalah si pengantin yang belum hadir. Mereka malah asyik mengghibahi putra putri mereka.


Baru beberapa menit sepasang pengantin yang tengah menjadi bahan ghibahan tiba. Keduanya datang dengan Ayra menggandeng tangan suaminya. Semua mata tertuju pada sepasang pengantin yang begitu serasi itu. Keduanya menjadi pusat perhatian para tamu disana.


Ayra menggunakan gaun berwarna putih, dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai. Nampak begitu cantik dan anggun. Bang Ar sendiri menggunakan setelan tuxedo berwarna senada dengan sang istri. Begitu gagah dan tampan.


Keduanya naik keatas pelaminan. Dan duduk disana. MC pun mulai membuka acara kala pemeran utama yang dinanti telah tiba.



Acara siang memang dikhususkan untuk para tamu dari kalangan tua, teman-teman dari kedua orangtuanya, saudara-saudara jauh, dan para klien Ayah Arshad. Seperti biasa untuk kalangan muda akan diadakan malam nanti. Hanya ada para sahabatnya saja yang tampak hadir disana.


Semua tamu dipersilahkan untuk memberi ucapan selamat pada kedua mempelai. Senyum tak luntur dari bibir sepasang pengantin ini kala para tamu menyalami keduanya.


"Selamat ya Ar! Smoga bisa membina rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah. Smoga kamu selalu bahagia! Dan bapak harap kamu mau memikirkan lagi untuk kembali gabung diperusahaan!" Tutur Pak Darmawan, mantan atasannya dulu sambil menjabat tangan bang Ar.


"Iya pak. Aminn! Terimakasih untuk doanya. Tapi maaf pak, untuk kembali saya tidak bisa. Saya harus membantu Ayah saya. Apalagi sekarang, ada hal yang tak bisa saya tinggalkan." Bang Ar tersenyum dan melirik sang istri.


Pak Darmawan tertawa kecil melihat mantan bawahan sekaligus mantan pacar putrinya ini.

__ADS_1


Ia memang tau perihal hubangan keduanya dulu. Namun Ia tak menanggapi itu, karena Ia dan kedua orang tua kevin sudah membuat perjanjian untuk menjodohkan putra putri mereka.


Ia tidak menghalangi hubungan keduanya, hanya mengawasi dan mencoba mencari celah untuk memisahkan keduanya. Dan ternyata celah itu ada. Tanpa Ia harus menentang keras, keduanya berpisah dengan sendirinya.


"Ya sudah tidak apa apa. Saya tau kamu orang berbakat. Kamu pasti akan sukses dikemudian hari." Ucapnya.


"Iya pak. Terimakasih bapak sudah hadir, ini suatu kehormatan buat saya." Timpal bang Ar.


"Iya sama-sama. Oh iya Rara belum bisa hadir. Mungkin nanti malam dia kesini bersama Kevin." Tuturnya.


"Iya pak, tidak apa apa. Acara untuk yang muda memang dikhususkan nanti malam."


"Ya udah sekali lagi selamat ya Ar!" Pak Darmawan menepuk pundak bang Ar dan melepas jabatan tangannya. Dan dijawab anggukan dan terima kasih dari bang Ar.


Namun saat akan berlenggang Ia kembali berhenti dan berbisik diteling bang Ar. "Pantes gak mau ditinggal, cantik sih!" Godanya dan hanya dijawab senyuman oleh bang Ar.


Semua tamu silih berganti memberi ucapan membuat tumit Ayra sudah terasa sakit karena terlalu lama berdiri.


"Bang! Masih lama ya? Kakiku sakit!" Ayra berbisik di telinga suaminya.


"Ya udah kamu duduk aja. Bentar lagi beres kok!" Titah nya.


"Malu ah, masa abang berdiri akunya duduk?" Tanya Ayra.


"Isshh malu lah gendong disini."


"Terus mau dimana digendongnya?"


"Di kamar." Keduanya sampai cekikikan. Kala yang mereka ingat kamar lagi. Kamar lagi.


"Aduhh ini manten, keknya dah sukses dah menang banyak nih?" Goda Devan. "Berapa ronde euy?" Lanjutnya.


Para sahabat mendekati keduanya, kala tamu sudah berhenti berjejer.


"Lu itung aja, waktu itu lu sendiri berapa ronde?!" Timpal Juna.


Devan terlihat mengingat dan menghitung jemarinya membuat mereka geleng-geleng kepala.


"Lupa gue." Timpalnya membuat mereka bersorak.


"Gimana Ay? Rasanya sould out?" Goda Feby.

__ADS_1


"Rasanya?" Ayra tampak berfikir sejenak. "Lu cepet cari cowok minta dinikahin dan lu rasain." Membuat mereka tergelak.


"Lu sih, terus plin plan. Padahal Rio serius, Ya kan yo?" Timpal Rila, sengaja memancing si cowok cuek yang gak peka-peka ini.


Rio hanya terdiam menatap Feby. Yang ditatap hanya memutar bola matanya malas.


"Gue bukan plin plan, tapi gue juga butuh kepastian. Emang gue dukun apa bisa ngerti tanpa harus mendengar." Sindir Feby.


Namun Rio malah berlenggang pergi meningggalkan mereka begitu saja. Membuat Feby menghela nafasnya kasar.


"Dia beneran gak pernah ngungkapin perasaannya ke lu?" Tanya Agel pada Feby.


Feby hanya mengedikkan bahunya acuh. Membuat mereka menghela nafasnya panjang.


"Padahal mah ya kalo cinta ngomong aja. Cewek tu bukan cuma butuh perlakuan, namun juga pengakuan. Cewek tu takut baper tanpa status yang bener." Tutur Agel merangkul pundak Feby.


"Lu tenang Feb, tar gue ngomong sama Rio." Timpal Devan.


"Gak usah. Biar dia sendiri aja yang nyadar. Buat apa kalo cuma atas dasar dorongan orang. Harusnya ada dorongan dari hatinya." Timpal Feby.


"Ya udah lu siapin aja ntar malam. Siapa tau jodoh lu datang disini!" Titah Ayra menyemangati sahabatnya ini dan dijawab anggukan dari yang lain.


"Eh kita disuruh foto-foto dulu tuh!" Ucap Rila.


Sesi foto-foto kembali digelar. Bahkan sepasang pengantin ini diinttuksikan untuk berfoto mesra. Sampai adegan-adegan cium harus mereka lakukan.


"Bang malu ih."


"Gak papa kan udah halal."


"Gini aja deh."


"Kenapa ditutupin?" Tanya sang fotografer.


"Dibukanya dikamar aja!" Balasnya


**************


Hadeuhh kamer lagi yaa bang🤣🤣


*Kencengin vote, like dan komennya. Biar bisa ngamer lagišŸ˜‚

__ADS_1



__ADS_2