
Besok tepat empat puluh hari kelahiran baby Shaka. Dirumah cukup luas itu akan diadakan acara Akikah, potong rambut dan pengajian serta sholawat. Semua keluarga inti dan para tetangga tengah berkumpul dirumah itu. Terutama para ibu-ibu yang tengah sibuk membuat kue dan berbagai macam olahan makanan lainnya.
Sahabat bestie somplak juga ikut serta disana. Bahkan bu Ratih, ibunya almarhumah kak Icha juga ikut gabung disana. Hanya Siska yang tak ikut serta disana, Ia tak bisa hadir karena tahun ajaran baru sudah dimulai. Ia yang menjadi anggota osis tentu harus mengikuti acara penerimaan murid baru. Sedangkan bu Titin sudah dari kemarin menginap disana.
"Aka Aska?! Cari onty Siska ya?" Goda Agel pada bayi yang berada digendongan sang Papih dengan memainkan tangan kecilnya.
Kini mereka tengah duduk disofa depan tv
"Kek nya beneran nyariin deh, dari tadi lirik sana lirik sini terus, tapi gak mau pindah gendongan." Timpal Rila.
"Segitu nurutnya ya sama onty imut?" Kekeh Feby.
"Paan sih. Anak gue gak nyari onty imut, ya kan de?" Tanya bang Agung, namun malah membuatnya menangis.
"Tuh bang! Aka Aska kangen tuh sama onty nya!" Timpal Feby.
Bang Agung menghela nafsnya kasar dan mencoba menenangkan putranya.
"Atau mungkin abangnya kali yang kangen?" Goda Agel membuat bang Agung berdecak kesal.
"Berisik banget lu pada. Sana kedapur! Orang mah lagi sibuk bikin makanan, kalian malah ghibah disini." Timpalnya dengan nada sewot.
"Uluhh yang lagi kangen!" Timpal Feby dan sukses mendapat lemparan bantal sofa dari si abang duda.
"Iya deh iya bang. Kita kedapur!" Timpal Agel dan berdiri diikuti Feby. Keduanya hendak berjalan namun kembali menoleh.
"Cieee kangen adek imut!" Ucap keduanya serempak sembari berlenggang dengan buru-buru menuju dapur kala melihat bantal yang siap melayang kearah mereka.
Mereka memang tak pernah sungkan dengan bang Agung yang sudah mereka anggap kakak sendiri itu. Bahkan waktu sering main dulu mereka suka sekali adu argumen dengannya.
"Ngeselin banget sih!" Gerutunya.
"Emang abang gak kangen gitu sama Siska? Kalo aku mah sih kangen, kangen sama kecerewetannya. Kalo lagi ngumpul kek gini tuh berasa ada yang kurang." Tutur Rila yang tengah menepuk-nepuk paha baby nya yang tertidur.
Bang Agung hanya diam, Ia memainkan tangan putranya yang sudah reda tangisnya dengan pikiran yang entah kemana. Kangen?
"Lagi ngomongin apaan sih?" Tanya Ayra yang baru bergabung dengan menggendong baby Shaka seraya mendudukkan dirinya disana.
"Ada yang lagi kangen!" Sindir Rila.
Bang Agung yang merasa tersindir langsung menoleh. "Paan? Gue gak kangen ya!"
"Idih kesungging bang?" Goda Rila. Bang Agung berdecak dan memutar bola matanya malas. Jelas-jelas yang lagi diomongin dirinya, tapi ni anak suka banget bikin belibet.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa yang kangen siapa sih?" Tanya Ayra penasaran.
Bang Agung yang sudah siap mengeluarkan kata-katanya segera diselak Rila. "Ituh Aka Aska kangen katanya sama onty Siska." Timpal Rila melirik kearah bang Agung. Membuat bang Agung mencebikkan bibirnya.
Ayra melihat kearah baby Aska. "Aka kangen sama onty ya?" Tanyanya. "Kita VC ya sama onty?" Membuat baby gumush itu tertawa.
Ayra mengeluarkan Hp nya dari saku celananya, mulai menghubungi Siska. Hingga panggilan itu terhubung dan nampaklah wajah gadis yang baru pulang sekolah, dengan masih menggunakan seragam dan rambut yang dicepol asal.
"Hai baby Shaka?!" Sapanya yang melihat wajah baby mungil digendongan Mamanya.
"Hai Onty?!" Timpal Ayra dengan suara dibuat kecil.
"Maaf ya kak! Aku gak bisa ngehadirin acara baby Shaka besok." Ucap Siska.
"Iya gak papa. Kata Ibu lu lagi sibuk disekolah ya?" Tanya Ayra.
"Iya nih kak. Cape banget aku! Baru hari ini aku pulang awal. Kemarin aku pulang ampe maghrib. Terus besok mungkin maghrib lagi." Keluh Siska.
"Kasihan! Ya udah nih obat buat cape lu!" Tutur Ayra mengarahkan layar Hp nya kehadapan baby Aska.
"Ya ampun dede. Ini onty de!" Ucap Siska girang, apalagi Ia melihat baby Aska yang tertawa seraya berceloteh ria.
"Uhhh gumushh, Onty kangen sama dede! Dede kangen gak sama onty?" Tanyanya namun hanya senyum yang bayi itu berikan.
"Kasihan sayangnya onty. Tar ya kapan-kapan onty main lagi."
Ayra mmenadahkan layar Hp nya, hingga memperlihatkan wajah si abang duda.
"Bang diem bae? Kangen gak sama aku?" Goda Siska.
"Gak!" Jawab bang Agung dengan muka masamnya.
"Idih galak amat!" Timpal Siska.
"Dari tadi Sis, sensi mulu!" Ledek Ayra.
"Lagi dapet kali!" balas Siska. Membuat mereka tergelak.
Bang Agung mengambil Hp dari Ayra dan menatap layar itu. "Udah gak usah ketawa!"
Siska disebrang sana masih dengan tawanya. Hingga terdengar seseorang memanggil namanya. "Iya bentar!"
"Udah dulu ya bang. Ada temen aku nih. Bye!" Tanpa menunggu persetujuan Siska sudah menutup panggilannya.
__ADS_1
Bang Agung yang akan mengeluarkan ucapannya kembali dibuat kesal. "Sialan! Dimatiin dia."
Kedua Ibu muda disampingnya kembali tergelak. Pas ada aja diem bae. Giliran dimatiin malah ketar ketir. Dasar emang.
***
Hari yang dinanti pun tiba. Banyak orang yang hadir memberi doa dan selamat. Acara dimulai dari akikah terlebih dahulu yang dilaksanakan dilapang dekat rumah. Untuk sholawat dan potong rambut diadakan siangnya setelah acara akikah.
Tak terasa waktu terus bergulir acara sholawat dan potong rambut berjalan begitu khidmat. Semua doa terlantun disana. Rasa bahagia dan haru meyelimuti acara tersebut. Akhirnya acara itupun selesai dan diakhiri semua tamu untuk menikmati sajian yang sudah para ibu-ibu siapkan.
Kini Sepasang orang tua baru itu kembali kekamarnya membawa baby Shaka digendongannya.
"Alhamdulillah ya bang, acaranya berjalan lancar!" Ucap Ayra meletakkan baby Shaka dibox nya.
"Iya. Semoga dede Shaka selau sehat, panjang umur, dimurahkan rezekinya juga." Timpal bang Ar mengelus pipinyayang sudah terlelap dan di aminkan oleh Ayra.
Bang Ar mendekat merangkul pundak sang istri, membuat Ayra mengerenyitkan dahinya dan menoleh kearah sang suami.
"Jadi boleh buka puasa dong?" Tanya bang Ar mendekatkan wajahnya kewajah sang istri.
"Emang kapan sahurnya?" Goda Ayra terkekeh membuat bang Ar berdecak.
"Ck. Kamu mah gitu!" Rajuknya membuat Ayra tergelak.
"Gitu gimana?" Tanya Ayra.
"Kek gini!" Bang Ar mengangkat tubuh sang istri hingga Ia sedikit terkejut dan menjerit kecil.
Bang Ar membawanya ke atas kasur, membaringkannya disana. Lalu Ia ikut naik diatasnya dengan menumpukan kedua tangannya.
"Mau ngapain bang?" Tanya Ayra khawatir.
"Mau nengok yang pulen!" Balas bang Ar menyeringai.
****************
Bang Ar mau buka puasa cenah tuh😂
Mari-mari kasih vote like dan komennya! Yang mao kasih hadiah buat baby Shaka juga boleh😊
Dede gak lihat Pa😙
__ADS_1