Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 56


__ADS_3

Shiiiirrrrtttt......


"Bang?!"


Bang Ar yang tengah duduk di kursi tunggu sambil memainkan Hp nya mendongakkan kepalanya.


Dilihatnya dari bawah sampai atas, Ia terpaku matanya sama sekali tak berkedip. Lengkungan dibibirnya pun terbentuk begitu sempurna. Nampak seseorang dengan balutan kebaya pengantin adat sunda, begitu anggun. Wajahnya begitu cantik dengan senyumnya yang begitu manis.


"Gimana bang?"


"Sempurna!"


Bang Ar mendekatinya mengikis jarak hingga tepat dihadapannya membuat Ayra mendongak untuk melihat wajah tampan calon suaminya dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.


"Jangan yang ini lah!" Titah bang Ar dengan menyilangkan tangannya didada.


"Kenapa? Katanya sempurna?" Tanya Ayra heran.


"Ini terlalu cantik." Protesnya.


"Hah?!" Ayra melongo sampai mengedipkan matanya berkali-kali.


"Tar banyak yang memuja kamu. Abang gak suka!" Timpal bang Ar membuat Ayra tersenyum sampai tertawa.


"Aduh bang! Dimana-mana pengantin itu pengen tampil cantik, pengen terlihat sempurna. Ini kok malah dilarang cantik. Aneh-aneh aja deh." Tutur Ayra masih dengan tawanya.


"Tapi abang gak rela! Banyak mata yang jelalatan liat kecantikan kamu." Potesnya lagi.


Ayra meredakan tawanya menangkup wajah tampan calon suaminya yang tengah cemberut dengan kedua tangannya dan mengarahkan kewajahnya.


"Gini ya abang sayang! Biarpun mereka memujaku, melihatku sampai matanya copot sekalipun, itu gakan ngaruh gakan ngerubah apapun. Karena kenyataannya, aku hanya milik abang seorang!" Tutur Ayra dengan senyum termanisnya.


Hal itu sukses membuat bang Ar tersenyum hingga mengikis jarak, memiringkan wajahnya ingin menjangkau bibir yang begitu manis itu.


"Eithhh!!"


Ayra menahan bibir bang Ar dengan telapak tangannya.


"Lihat sikon bang!" Ucap Ayra melirik kearah samping dimana tante Diana dan asistennya tengah melipat bibirnya menahan senyum melihat kebucinan sang calon mempelai.


Bang Ar ikut melirik kearah yang dilirik Ayra, lalu menarik kepalanya kembali dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya, untuk menutupi salah tingkahnya.

__ADS_1


"Ehemm! Ya udah yang ini aja!" Final bang Ar.


Bang Ar menghela nafasnya, dengan wajah yang masih tak bersahabat. Hal itu membuat Ayra tersenyum dengan cepat mencium sekilas pipi bang Ar, lalu berlenggang kembali ke ruang ganti dengan tawanya.


Bang Ar termangu sebentar memegang pipinya dan tak ayal tersenyum juga.


**


"Jadi kita mao kemana?" Tanya bang Ar yang fokus dengan kemudinya.


Kini keduanya tengah berada didalam mobil. Setelah melakukan fiting baju dan mencari cincin kawin, mereka memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu.


"Emm... Aku lapar bang. Kita makan aja dulu!" Ajak Ayra.


"Oke!"


Mobil berhenti disebuah restoran ala kafe. Tempat makan sekaligus tongkrongan kaum remaja yang begitu instagramable.


Keduanya masuk dengan bergandengan tangan dan senyum yang mengembang dari keduanya.


Hari mulai gelap, membuat tempat itu begitu ramai pengunjung. Apalagi ini malam minggu banyak pasang muda mudi yang memenuhi meja resto.


Keduanya duduk dimeja paling pojok dan memanggil waiters untuk memesan makanan.


"Iya. Ini mamingan kita terakhir sebagai pacar. mamingan berikutnya kita sebagai suami istri." Timpal bang Ar. Membuat keduanya tertawa.


"Gak nyangka ya, hubungan kita bisa ampe sini. Rasanya masih kek mimpi." Tutur Ayra.


Bang Ar tersenyum dan meraih tangan Ayra membawanya keatas meja diusapnya lembut.


"Kamu tau? Semakin hari, abang semakin takut kehilngan kamu. Rasanya sulit buat jauh dari kamu." Tuturnya. Ayra tersenyum menundukkam kepalanya tersipu.


Tangan keduanya terlepas, saat makanan mereka tiba.


"Selamat makan pacar!" Ucap Ayra membuat bang Ar tergelak.


"Ini hari terakhir kita pacaran. Kata Mamih mulai besok kita dipingit. Jadi kita habiskan malam ini sebagai pacar. Gimana bang?" Tanya Ayra.


"Emm..boleh! Malam ini kita kencan sebagai pacar." Keduanya kembali tergelak.


Keduanya menikmati makan malam nya. Melakukan kencan diakhir pacarannya yang diawali makan malam.

__ADS_1


Saat tengah makan dengan diringi obrolan ringan dan candaan, tiba-tiba seseorang datang menghampiri keduanya.


"Ay...?" Sapanya.


Keduanya mendongak melihat siapa yang menyapanya. Membuat bang Ar mengerenyitkan dahinya tatkala tau siapa yang mengganggu kencan mereka.


"Nagapain lu kesini?" Tanya bang Ar sinis.


"Santai aja kali. Gue kesini berniat baik kok! Gue mao ngomong sama Ayra" Jawabnya.


"Bang Rendi mau ngomong apa?" Tanya Ayra langsung. Rasanya tak ada guna untuk basa basi dengannya.


"Boleh abanh duduk?" Tanyanya.


Ayra melirik kearah bang Ar dan dijawab iya dengan dagu bang Ar.


Rendi duduk dibangku samping kedunya.


"Ada apa cepetan ngomong!" Titah bang Ar masih dengan nada yang sama.


Ayra yang mengerti kegundahan calon suaminya, meraih tangannya mengelusnya untuk menenangkannya.


Dan hal itu tentu dilihat jelas oleh Rendi. Ia benar-benar harus merelakan gadis yang Ia inginkan menjadi milik mantan sahabatnya itu.


"Abang kesini mao minta maaf sama kamu tentang kejadian waktu itu, Ay! Abang gak maksud buat macem-macem sama kamu. Waktu itu abang khilaf, abang gak bisa ngendaliin perasaan abang sama kamu." Tuturnya.


Ayra menghela nafasnya panjang. "Iya bang. Gak papa aku udah lupain kok!" Timpalnya berusaha tersenyum.


Rendi tersenyum dan beralih ke bang Ar. "Gue juga mao minta maaf sama lu, udah berani sama cewek lu. Dan buat masalalu kita, gue gak pernah nyesel punya sahabat kek lu!" Tuturnya.


Bang Ar tak menjawabnya, Ia hanya menarik sudut bibirnya sebelah.


"Dan makasih udah nyadarin gue, buat tau dimana hati gue sebenarnya. Gue akan belajar menjadi lebih baik buat Anna bahagia disana." Lanjutnya.


Bang Ar semakin melebarkan senyumnya dan menepuk pundak Rendi.


"Gue tau lu orang baik. Dan lu akan dapat yang terbaik!" Ucap bang Ar membuat Rendi tersenyum.


"Thanks juga buat tojokan kemaren. Ini beneran sakit nyet!" Tutur Rendi meraba hidungnya dan menepis tangan bang Ar dari pundaknya. Membuat bang Ar tergelak.


Ayra ikut tersenyum melihat dua orang sahabat yang sudah lama terdiam dalam kesalah pahaman dan kini kembali akur.

__ADS_1


***************


*Kencengin votenya, like dan komen juga. Kasih bunga juga lah😊


__ADS_2