Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 16


__ADS_3

Sepulang dari kantor bang Ar tengah bersiap-siap untuk pulang ke kotanya. Seperti biasa weekend ini bang Ar dan teman-temannya akan pulang bersama.


tring


"Gerup Reseh"


Juna📤


Nongkrong dulu kuy! Ditempat biasa😁


Devan📤


Oke...gimana ini ciwi-ciwi? pada mau ngikut kagak?


Agel📤


Oke... Ay ? Feb? Ril?


Rila📤


Oke! Jemput aku ya yang @**Devan


Devan📤**


Siap sayang😘😘😘


**Feby📤


🤮🤮🤮**


Grup woy!!!!


Devan📤


🤣🤣🤣🤣


Rila📤


💃💃💃


Feby📤


Ay😭😭😭


Ayra📤


Apa sii Feb😂


Feby📤


Buruan dandan. Gue otewe🛵


Agel📤


Njirrrr...langsung tancap


Feby📤


Cari gandengan dulu ya Ay😜


Rio📤


Bacot pada. Buruan!


Me📤


Ok!

__ADS_1


**


Bang Ar tersenyum membaca setiap pesan dari teman-temannya ini.


Mereka semakin dekat setelah membentuk grup WA tersebut. Tak ada lagi kecanggungan diantara mereka.


Mereka sudah melajukan kuda besinya menuju tempat untuk mereka kumpul.


**


Kali ini Ayra dengan Feby benar-benar sudah sampai lebih dulu.


Kedua gadis itu belum memesan makanan. Mereka memesan kopi terlebih dahulu sebelum yang lainnya datang.


"Haii girls!" Sapa Rio pada kedua gadis yang tengah mengobrol ria.


Seketika kedua gadis itu menoleh pada kedua pemuda yang berjalan menghampiri mereka.


"Hai...!!!" sapa keduanya membalas dengn melambaikan tangan. Jangan lupakan senyum manis dari keduanya.


"Dua lagi pada kemana?" tanya Feby


"Biasa, jemput ciwi-ciwinya." Balas Rio lagi.


Kedua gadis itu pun hanya ber 'oh' ria.


"Pada belum mesen makanan?" Kali ini bang Ar yang bertanya sambil merebahkan bokongnya di atas alas tikar. Disamping Ayra.


Mereka memang memilih untuk duduk dilesehan, karena lebih leluasa.


"Belom. Kita nunggu kalean dulu." Jawab Ayra. Kini Ia sudah lebih bisa mengontrol dirinya dikala dekat bang Ar.


Mereka pun mulai berbincang. Bertukar cerita menanyakan tentang pekerjaan dan lain sebagainya.


"Bang, kok pacarnya gak pernah diajak sii?" tanya Ayra memberanikan diri. Meski hatinya mencelos.


"Ohh!" balasnya "Cantik ya bang pacarnya?" tanyanya lagi.


"Relatif."balas bang Ar singkat.


Ayra mengerenyitkan dahinya. "Kok gitu?" tanyanya heran. Otaknya kadang masih suka oleng kalo bicara dengan bang Ar.


"Ya gitu. Kaya kamu. Kamu juga cantik." Jawabnya dengan terus tersenyum.


blush


Merah sudah pipi Ayra. Entah ini gombalan atau memang pujian. Ia sampai menggit bibir bawahnya gemas.


Bang Ar yang memperhatikannya merasa gemas, ingin sekali dia mencubit pipi bakpau nya yang memerah.


"Hadeuuhh...kok gue ngerasa jadi nyamuk yaa??" komentar Feby mengalihkan keduanya.


"Biarin aja sii Feb. Namanya juga lagi PDKT. sirik aja lu!" timpal Rio yang terus fokus dengan Hp nya.


Feby yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas. Pasalnya nih orang bisa juga fokus kesekitarnya meski matanya terus tertuju pada Hp nya.


Ayra dan bang Ar yang mendengar perdebatan mereka hanya tertawa kecil.


'PDKT? Bolehkah aku berharap?' batin Ayra tersenyum.


"Woy semua!" Sapa Devan yang datang beriringan dengan Rila, Juna, dan Agel. Dan dibalas lambaian tangan dari keempatnya.


"Belom pada mesen nih?" tanya Agel sembari duduk.


"Belom, biar sekalian." balas Feby.


Agel meminta pelayan mencatat pesenan mereka satu persatu.

__ADS_1


"Bebek goreng!"


Lagi-lagi sejoli yang diam-diam tengah menanam benih cinta itu memesan makanan yang sama.


Setelah tragedi makan bersama diwarung pecel waktu itu Ayra memutuskan untuk menjadikan bebek goreng sebagai makanan favoritnya. Untuk mengenang kebersamaannya dengan sang pujaaan.


Siapa sangka, ternyata mereka kembali memesan makanan yang sama.


Semua orang tengah melipat bibirnya menahan tawa melihat tingkah keduanya.


"Beuhh... fix! ini mah jodoh." celetuk Feby ditengah ketegangan.


Ayra menundukan kepalanya karena dapat dipastikan pipinya sudah seperti apa.


Bang Ar pun terus mengusap tengkuknya merasa kikuk sendiri.


"Udahlah gakpapa jodoh juga. Biarpun bang Ar dah punya pacar tapi kan belom tentu berjodoh. Iya gak?" Timpal Agel.


"Betul tuh. Kalo kalian gak jodoh. Dijodohin aja!" timpal Rila.


"Apaan sayang? Gak nyambung ih!" Devan mengomentari kekasihnya, yang terkadang suka gemes dengan keolengannya.


"Emang iyah?" tanyanya polos. Dan hanya dijawab senyuman dan usapan dipucuk kepalanya.


"Kita buat game kuy!" Ajak Juna.


"Boleh. Game apa?" Tanya bang Ar.


"Gimana kalo Truth or Drink?" Usul Agel.


Ayra yang sudah sekuat tenaga menetralkan jantungnya ikut berkomentar.


"Kek gimana itu?"


Agel pun menjelaskan permainannya, cara dan bagaiman hukumannya. Mereka pun setuju. hukumannya untuk yang kalah akan meminum jus lemon tanpa gula. Asem-asem kecut.


Setelah botol dan jus sudah disiapkan, mereka bersiap mengelilingi meja dengan wajah-wajah tegang.


Agel yang menjadi leadernya. Si pemutar botol.


Putaran pertama menuju Feby. "Sapa yang mao nanya?"


"Gue!" Jawab Ayra.


"Siapa orang yang ada dihati lu sekarang?" tanyanya menyeringai. Ayra sudah percaya diri kalo Feby gakan pernah jujur pada orang lain terkecuali mereka bertiga, sahabatnya.


"Jawab? Apa minum?" Tanya Agel menggoda.


"Gue jawab!" ucap Feby dengan melirik tajam ke arah Ayra. Yang dilirik hanya mencebikkan bibirnya.


"Ivan!" Jawab Feby dengan lantang, membuat semua orang melongo tak percaya.


Apalagi Ayra, Ia sudah nampak pucat, membayangkan harus meminum Air lemon yang kecut, sekecut hatinya.


"Lu serius suka sama Ivan?" Entah kenapa si Rio terlihat paling kepo dari semua temannya.


Feby hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Eksprssinya sangt sulit di artikan. 'Awas lu gue bongkar juga aib lu!' batinnya menatap Ayra.


"Ay..minum yaa?" Goda Agel pada sahabatnya ini, dengan menyodorkan minuman asam itu.


Ayra menerima gelas berisi air yang membuat bulu kuduknya berdiri itu dengan susah payah menelan salivanya.


"Sini biar abang aja yang minum!" Bang Ar mengambil alih gelas yang sudah dipegang Ayra dari tangannya.


Ayra hanya mampu melongo dan mengedipkan berkali-kali matanya, kala gelas yang Ia pegang sudah ditegak habis isinya oleh bang Ar.


Semua orang tersenyum melihat kelakuan bang Ar ini. Apa jangan-jangan?

__ADS_1


***************


__ADS_2