Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 120


__ADS_3

Hari ini Bang Ar tak masuk kerja, Ia sengaja libur untuk mengantar sang istri memeriksakan kandungannya. Belum ada yang mereka beritahu tentang hal itu. Bahkan kedua orang tua mereka belum mereka kabari. Sang Ibu yang seperti biasa menjemput sang cucu pun, belum mereka kasih tau.


Keduanya sudah sampai dirumah sakit. Mereka melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Namun ketika memasuki ruang tunggu, mereka dikejutkan dengan adanya sahabat dan sepupunya disana. Ternyata Agel dan Aysa tengah menunggu antrian juga disana bersama para suaminya. Keduanya ikut duduk gabung dengan mereka.


"Ay! Lu ngapain disini?" Tanya Agel.


"Gue! Gue!" Ayra sedikit ragu untuk menjawab.


Bang Ar yang melihatnya tersenyum. Ia tentu mengerti dengan perasaan istrinya. "Kita mau periksa. Kalian mau periksa juga?" Tanyanya.


"Iya nih! Oh iya, lu mau periksa apa? Ini kan poli kandungan?" Tanya Agel heran, begitupun dengan ketiga orang disisinya.


Ayra yang kebetulan duduk disebelah Agel hanya menunduk dan menggigit bibir bawahnya, kembali merasa ragu untuk menjawab. Agel yang sudah hapal betul dengan karakter sahabatnya ini, tentu tau apa yang tengah dipikirkan sahabatnya itu. Ia genggam sebelah tangannya, membuat Ayra mendongak.


"Mau cerita?" Tanya Agel. Sahabatnya yang satu ini memang paling peka, selalu tau apa yang menjadi kegundahan dirinya.


Ayra tersenyum dan menepuk genggaman tangan Agel. "Kek nya, kita bakal ngidam bareng!"


Agel yang mengerti tersenyum senang, namun tidak dengan ketiga orang disampingnya. Mereka sampai menoleh melihat kearahnya dengan wajah melongo.


"Maksudnya?" Tanya Aysa.


"Gue hamil lagi." Pernyataannya sukses membuat mereka menganga.


"Wah Ar. Lu beneran hebat. Tokcer bener!" Ucap Rendi, entah itu pujian atau ledekan.


"Iya lah. Punya gue high quality." Timpal bang Ar dengan bangganya.


"Ya ampun! Gue beneran kaget bang! Tapi selamat deh!" Ucap Juna.


"Makasih Jun! Selamat juga buat kalian! Moga semuanya disehatkan dan dilancarkan sampai hari-H." Tutur bang Ar dan diaminkan mereka.


"Kapan lu tau nya?" Tanya Agel.


"Kemarin abis kita jalan itu." Timpal Ayra dan dijawab anggukan dua wanita disampingnya.


"Bagus deh, jadi kita bisa sharing bareng." Tutur Aysa membuat ketiganya tersenyum.


"Siap-siap aja kita." Ucap Agel.


"Siap apa?" Tanya Ayra.

__ADS_1


"Siap buat diamuk si Rilril. Kalo tau kita hamil berjamaah, auto ngamuk tujuh hari tujuh malam tuh anak." Tutur Agel terkekeh membuat keduanya tergelak.


"Biarin aja. Biar tiap malam bikin extra. Dia juga ngebet banget pengen punya baby lagi." Timpal Ayra disela tawanya.


Disela canda tawa mereka, giliran Agel pun tiba. Ia masuk ditemani suaminya. Meninggalkan keempat orang disana.


"Oh ya Sa. Tar siang makan siang bareng yuk dirumah. Mamih, Papih sama bang Agung udah gue kabarin!" Ajak Ayra.


"Emm.. Maaf Ay, tar siang kita juga ada makan bersama dengan keluarga Mama." Sesal Aysa. Kenapa waktunya sangat tak tepat sekali. Pikirnya.


"Oh ya udah gak papa, lain kali deh kita makan bersama." Timpal Ayra dan dijawab anggukan oleh Aysa.


"Eh gimana ceritanya Ay kamu bisa hamil lagi, baby Shaka kan masih kecil?" Tanya Rendi.


"Ya bisalah, gue keloni juga tiap malam." Timpal bang Ar. Kedua orang ini setiap bertemu masih aja jarang akur, selalu ada aja hal yang keduanya perdebatkan.


"Dikeloni sih dikeloni, tapi gak harus sampe jadi juga kali. Gak ada kasihan-kasihannya lu sama istri." Timpal Rendi. Ayra dan Aysa hanya menghela nafasnya panjang. Ini pasti tak akan berhenti kalo tak keduanya selak.


Baru aja bang Ar akan mengeluarkan kata, Ayra langsung mengangkat telapak tangannya. Membuat bang Ar tak meneruskan ucapannya setelah mendapat kode dari sang istri.


"Ini rumah sakit, mau diseret security?" Tanya Ayra melirik keduanya kanan kiri membuat keduanya diam.


Selang beberapa menit, Aysa dan Rendi keluar. Kini masuk satu ibu-ibu kedalam sana, sebelum bagian Ayra. Aysa dan Rendi juga berpamitan untuk segera pulang.


Giliran Ayra pun tiba, entah kenapa perasaannya tiba-tiba gugup. Ia dan sang suami duduk dihadapan dokter cantik yang akan memeriksanya.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" Tanyanya.


"Emm.. Saya mau memeriksa kandungan dok." Jawab Ayra membuat sang dokter mengerenyitkan dahinya, Ia tentu tau tentang salah satu mantan pasiennya itu.


"Ibu Ayra hamil lagi?" Tanya dokter dan diiyakan olehnya.


"Udah di cek?"


"Udah dok!" Ayra menyerahkan benda pipihnya kehadapan sang dokter.


"Ya udah kita periksa dulu!"


Ayra dibawa keatas brankar dan memulai pemeriksaan. Kandungannya dinyatakan sehat dengan usia baru memasuki minggu keempat. Ayra dan bang Ar pun menanyakan tentang pemberian ASI terhadap putra sulungnya dan bagaimana baiknya.


Dokter menjelaskan untuk sementara sang Mama masih bisa menyusui bayinya sampai sang bayi mendapatkan Mp Asi nya. Namun apabila ada suatu keluhan dokter menyarankan untuk kembali memeriksakan diri.

__ADS_1


Setelah selesai pemeriksaan keduanya pun kembali pulang. Hingga beberapa menit kemudian keduanya sampai dirumahnya. Ternyata disana sudah ada Mamih dan Papihnya. Bahkan bang Agung dan Aka Aska juga sudah sampai disana.


"Asslamualaikum!"


"Waalikumsalam!!"


Diruang tv sudah duduk Papih dan bang Agung yang duduk dilesehan, tengah mengasuh baby Aska yang sedang belajar merangkak. Keduanya menyalimi takzim tangan sang Papih dan menyapa baby Aska terlebih dahulu. Ketika tengah asyik dengan baby Aska, Mamih datang menghmpiri mereka.


"Kalian dari mana?" Tanya Mamih heran. Pasalnya putrinya itu memintanya untuk berkunjung, eh malah merekanya pergi.


"Kita dari luar Mih. Oh iya Ibu belum datang ya?" Tanya Ayra mengalihkan perhatian dan menyaliminya diikuti sang suami juga.


"Belum. Tadi Mamih telepon lagi dijalan katanya." Timpal Mamih dan dijawab anggukan Ayra.


Ayra berpamitan untuk masuk terlebih dahulu ke kamar untuk mengganti pakaiannya, disusul bang Ar juga.


Ketika Ayra tengah membuka bajunya bang Ar datang menghampirinya. Ia peluk perut sang istri dari belakang, mengelus perutnya lembut. "Sehat-sehat ya sayang! Cepet gede!" Kekehnya.


Ayra tersenyum dan ikut memegang punggung tangam sang suami yang tengah mengelus perutnya. "Emang kenapa kalo gede?" Tanyanya.


"Kamu jadi makin sexy!" Timpalnya berbisik merdu ditelinga sang istri. Hingga memainkan telinganya.


"Issshh udah bang! Cepetan kita turun. Kita harus memeberitahu mereka!" Ajak Ayra.


Bang Ar membalikan tubuh sang istri hingga berhadapan dengannya. "Sekarang jangan takut lagi. Inget tadi pesan dokter, jangan banyak pikiran! Gak ada yang salah kalau kamu hamil lagi hem!" Tutur bang Ar dan dijawab anggukan olehnya.


Setelah mengganti pakaian keduanya turun dan menghampiri semua orang yang sudah siap dimeja makan. Bahkan Ayah dan Ibu serta baby Shaka sudah disana. Keduanya juga menyalimi keduanya takzim dan menyapa putra sulungnya.


"Ada yang ingin kami bicarakan." Tutur bang Ar sebelum mereka memulai makannya.


"Apa?" Tanya Mamih.


"Kita akan kedatangan anggota keluarga baru." Timpal Ayra.


"Siapa?" Tanya Ibu.


"Adeknya Shaka." Balas bang Age, hingga sukses membuat semua orang shok dibuatnya.


*****************


Janga lupa like dan komenny ya! Vote dan taburan bunganya juga boleh😊

__ADS_1


__ADS_2