Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 65


__ADS_3

Semua tamu bergilir ikut berdansa dengan pasangannya masing-masing, begitupun sahabat Gerup Reseh ikut gabung disana. Bahkan sibumil ikut serta juga disana.


Feby melirik sana sini mencari seseorang yang Ia harap akan mengajaknya berdansa. Namun yang dicari tak nampak batang idungnya.


Tiba-tiba seseorang menarik tangannya membuatnya menoleh. "Mau berdansa bersama!" Ajaknya seraya tersenyum.


"Bang Ivan!" Timpal Feby merasa shok.


"Yuk!!" ajaknya menarik tangan Feby ke lantai dansa. Membuat Feby pasrah mengikutinya.


Seseorang dipojok sana tengah memperhatikan keduanya, Ia tersenyum sinis seraya meneguk minumannya dan menyimpan gelasnya kasar ke atas meja.


Ia berjalan menuju lantai dansa dengan tatapan mata tak lepas dari sepasang manusia yang tengah berdansa disana. Ditariknya seorang gadis dan membawanya kesana.


Ia mulai berdansa dengan gadis tersebut dengan tatapan yang masih memperhatikan keduanya. Berbeda terbalik dengan si gadis yang begitu senang, kala cowok tampan mengajaknya berdansa.


"Kak Rio! Lihatnya ke Jesi dong!" Si gadis menarik pipinya untuk menoleh padanya.


"Dansa aja gak usah macem-macem!" Rio memperingati dengan nada dinginnya.


"Ihhh kak Rio mah, ngapain coba ajak Jesi. Kalo kak Rio malah merhatiin orang lain?" Tanya Jesi dengan manjanya.


Rio hanya menatapnya tajam membuat nyali Jesi menciut dan hanya menurutinya.


Feby yang melihat Rio bersama musuh bebuyutannya merasa kesal. Ia hentakan kakinya dan lupa dengan seseorang yang tengah berdansa didepannya.


"Aww aww!"


"Kenapa bang?" Tanya Feby dengan polosnya.


"Sakit! Kenapa kaki abang diinjek sih?" Tanya Ivan meringis.


"Aduh maaf bang! Aku gak sengaja. Mana yang sakit?" Feby panik melepaskan rangkulannya dan hendak berjongkok melihat kaki Ivan. Namun dengan segera Ivan menahannya.


"Eh! Gak usah. Gak apa-apa kok!"


"Dilihat bang. Takut lecet!" Timpal Feby.


"Gak. Gak papa beneran. Lagian kenapa sih kamu ngelamun aja?" Tanyanya.


"Ahh nggak kok. Aku gak ngelamun." Elak Feby.


"Masa? Dari tadi kamu kek lihatin terus seseorang?" Pancingnya.


"Gak. Lihatin siapa coba." Elak Feby lagi.

__ADS_1


"Ya udah, lanjut lagi yuk!" Ajaknya. Feby pun menurut dan mulai menggerakkan tubuhnya lagi.


Sang MC mengintruksikan untuk pergantian pasangan. Semua pasangan memutar tubuh pasangannya masing-masing dan melepaskannya hingga.


Greeppp!!


Tubuh Feby ditangkap seseorang. Ia mencium aroma tubuh yang tak asing baginya, Ia mendongakkan wajahnya dan tatapan keduanya bertemu. Membuat keduanya terpaku tak menggerakkan tubuhnya. Menyelami perasaan keduanya.


Lama keduanya terdiam tanpa mengeluarkan kata ataupun bergerak. Tanpa keduanya sadari, mereka tengah menjadi pusat perhatian.


"Aku bukan orang yang pandai membuat janji. Bukan orang yang suka berkata manis. Aku memang cuek, gak peka! Aku pengecut, karena mencintai seorang gadis tanpa bisa mengungkapkannya. Inilah diriku Feb!" Rio menjeda kalimatnya dan menarik nafasnya dalam-dalam. "Maukah kamu menerima ku yang banyak kekurangan ini menjadi imammu?"


Feby melongo, mencerna setiap kata-kata yang keluar dari pemuda yang tengah mendekapnya.


Rio mencoba bertanya lagi "Feb?" membuyarkan lamunan Feby.


"Kamu! Kamu ngelamar aku yo?" Tanya Feby tak percaya. Alih-alih akan mendapat jawaban iya atau anggukan. Feby malah bertanya balik membuat Rio menghela nafasnya kasar.


Susah payah Ia merangkai kata itu sesuai rencana para sahabatnya. Agar terkesan romantis malah ambyar.


Rio melepaskan dekapannya memyentil jidat Feby saking gemasnya. "Fikir aja sendiri!" Rio hendak berlenggang pergi namun tangannya dicekal Feby membuatnya kembali berbalik.


Tanpa diduga Feby berjinjit menjangkau bibir Rio, menempelkan kedua benda kenyal itu. Semua shok dengan perlakuan Feby itu, begitu pun Rio.


Bukan sekedar tempel menempel saja namun mulai menyesapnya tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya.


Semua orang bersorak, memberi tepuk tangan kala keduanya melepas ciumannya dan saling memeluk.


"Uuhhh so sweet!" Ayra mengomentari pasangan baru itu.


Bang Ar yang melihat sang istri begitu antusias menyunggingkan senyumnya dan merangkul gadis halalnya itu.


"Kenapa? Mau juga?" Godanya


"Boleh bang?" Goda balik Ayra.


"Ngamer aja yuk!" Ajaknya membuat Ayra tergelak.


**


"Nah gitu dong! Kan enak. Jangan gengsi aja digedein!" Sindir Devan pada pasangan baru itu.


Kini ketiga pasangan itu tengah duduk dimeja, menikmati makanan mereka. Begitupun dengan si pengantin yang tengah suap-suapan manja dimeja khususnya.


"Iya deh. Gue emang pengecut. Gue em-" Belum selesai ucapan Devan, Feby menutup mulut kekasih barunya menggunakan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Udah gak usah ngomong lagi. Aku terima kamu apa adanya. Asal kamu memang mencintaiku aku udah bahagia." Timpal Feby membuat Rio tersenyum begitu manis.


"Aku-kamu cenah euy! Aku-kamu!" Sindir Agel membuat mereka tergelak.


"Gue baru tau si Rio bisa senyum manis juga." Timpal Rila disela gelak tawanya. Namun hal itu tak membuat pasangan baru ini terpancing seperti biasa.


Sepertinya mereka tengah merasakan kebahagiaan yang luar biasa sampai tak mendengar sindiran-sindiran dari sahabat-sahabatnya ini.


"Mulai bucin tuh." Timpal Juna.


"Yang ngaku gak bakalan bucin, jilat ludah sendiri tuh!" Timpal Devan.


Sindiran-sindiran mereka sama sekali tak mengalihkan keduanya yang asyik saling menatap dan tangan tang tak lepas dari keduanya.


Sementara itu dimeja khusus, sepasang pengantin tengah saling menyuapi.


"Aaaa lagi!" Bang Ar menyuapi sang istri dengn telaten.


"Udah bang kenyang!" Ayra menahan sendok yang akan mendarat dibibirnya.


"Harus banyak makan nya!" Titah bang Ar.


"Ini udah banyak bang. Udah kenyang juga. Tar aku gendut lagi." Tolaknya.


"Dengerin abang! Mau kamu gendut, mau kamu bulat. Abang gak peduli, abang akan tetap cinta sama kamu. Buat seorang suami menafkahi istrinya, membuat istrinya bahagia, membuat kenyang perut sama punya istrinya itu kewajiban." Tuturnya membuat Ayra tersenyum.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Ada ya bikin kenyang punya istri? Itu mah abangnya aja yang mesum." Tanya Ayra tertawa kecil.


"Ck. Kamu mah gak percaya? Tanya aja sama pak haji!" Timpal Bang Ar dan sukses membuat Ayra tergelak. Kala kata-kata itu mengingatkannya pada karakter bocah diserial animasi anak.


"Udah ketawanya! Nih makan lagi!" Bang Ar kembali menyodorkan sendoknya.


"Serius bang. Ini udah kenyang!" Timpal Ayra.


"Kamu harus banyak makan biar kuat!" Titah bang Ar.


"Buat apa?" Tanya Ayra.


"Buat ngamer. Yuk ngamer!" Ajak bang Ar, hingga keduanya tergelak.


***************


*Kasih vote nya dong atau kopi gitu. Mau ngamer lagi ini gadang kita biar kuat🤣

__ADS_1


__ADS_2