Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 33


__ADS_3

"Boleh ya kita gabung disini?" Izin si gadis namun sudah mendudukkan dirinya diantara mereka.


Salah satu dari mereka ingin menerobos ditengah-tengah bang Ar dan Ayra, namun dengan segera Ayra merapatkan dirinya pada bang Ar, dan langsung disambut rangkulan dipundaknya oleh bang Ar.


Jadilah kedua gadis itu duduk didepan mereka.


"Oh ya kenalin, aku Siska!" Uluran tangannya langsung disambut oleh Feby.


"Gue Feby. Ini Rio, Devan, Rila, Agel, Juna, bang Ardi, dan yang terakhir Ayra." Jawab Feby.


"Dan ini temenku Lia." Ucapnya menunjuk gadis di sampingnya seraya tersenyum tipis berharap uluran tangannya disambut oleh salah satu cowok dihadapannya. Eh malah sama cewek.


"Nih buburnya neng!" Ucap kang bubur menyodorkan nampan berisi 4 mangkuk dan disusul lagi 4 mangkuk kehadapan Feby.


"Makasih mang!" Ucap Feby dan diiyakan kang bubur.


"Mang kita juga mau dong buburnya!" Pinta Siska dan dijawab acungan jempol kang bubur.


Mereka mulai memakan buburnya.


"Jadi yang ganteng ini namanya bang Ardi ya?" Tanya Siska membuat Ayra tersedak.


Uhuukk..uhukk..


Buru-buru bang Ar menyodorkan minumannya yang tadi sempat Ia beli.


"Pelan-pelan! Nih minum dulu." Dengan telaten bang Ar membukakan tutup botolnya, lalu meminumkannya, tak lupa ia mengelap bibir Ayra dengan tissue.


Tentu perlakuan bang Ar ini jadi pusat perhatian semuanya, termasuk Siska dan temannya yang sudah menganga melihat adegan romantis dihadapannya.


Sedangkan yang lainnya saling lirik dan tersenyum penuh arti melihat kedua gadis yang hampir saja mulutnya dimasuki lalat itu.


Namun sejoli itu seakan lupa dengan sekitar. "Aaaaa..." Bang Ar malah menyuapi Ayra. Ayra terus menyunggingkan senyumnya dan menerima suapan dari bang Ar.


Bahkan bang Ar mengelap sisa makanan diujung bibir Ayra dengan ibu jarinya dan dimasukannya kedalam mulutnya sendiri.

__ADS_1


"Hemm..manis!" Ucap bang ar dengan senyum manisnya menatap Ayra penuh damba.


Kedua gadis itu terpaku melihat pasangan yang sedang dimabuk asmara ini. Hancur sudah harapannya, niat ingin kenal dengan cowok ganteng dihadapannya, malah dia tengah bucin.


"Wah gak bener ini, mereka kudu cepet dibawa ke KUA ini!" Celetuk Devan.


"Iya. Gak bisa ditunda-tunda lagi." Timpal Rila.


"Gue gak yakin kalo besok-besok masih aman." Timpal Feby.


"Liat aja, dunia serasa milik berdua." Timpal Juna.


"Iya. Kita mah udah kaya angin lalu." Timpal Agel.


"Bucin sebucin bucinnya." Timpal Rio. Disambut gelak tawa mereka.


Kedua gadis itu hanya terbengong dan saling tatap.


"Oh ya..Kakak-kakak baru ya disini?" Tanya Siska setelah mereka selesai memakan buburnya.


Pasangan Devan-Rila yang entah sudah kemana, pasangan Juna-Agel yang tengah berselfi ria, pasangan bang Ar dan Ayra yang asyik ngobrol berdua. Dan seperti biasa Rio yang sibuk dengan hp nya.


"Mereka pasangan kekasih ya?" Tanya Siska menunjuk kearah bang Ar dan Ayra.


"Iya. Mereka pasangan paling bucin." Timpal Feby terkekeh.


Dan dijawab anggukan oleh kedua gadis itu.


**


"Kek nya salah satu dari mereka suka deh sama abang." Ucap Ayra ketika keduanya tengah berjalan berdua dengan bergandengan tangan.


"Kenapa? Cemburu ya?" Tanya bang Ar menoleh.


"Menurut abang?" Tanya Ayra balik.

__ADS_1


"Cemburu. Abang kan dah bilang, kalo ada sesuatu yang mengganjal mending diungkapin!" Timpal bang Ar.


Tak terasa mereka berjalan sampai diperkebunan teh. Ayra berhenti dan berbalik menghadap bang Ar.


Ia mendongkan wajahnya agar dapat melihat wajah tampan sang kekasih. Karena memang bang Ar lebih tinggi dari Ayra.


"Bang aku mau tanya sesuatu boleh?" Tanyanya. Entah kenapa Ia ingin sekali menanyakan hal ini dari kemaren, namun terasa sulit.


"Hem apa?" Tanya bang Ar menatapnya intens.


"Apa benar abang mencintaiku?" Tanyanya serius.


"Kenapa kamu tanya itu?" Tanya bang Ar balik.


"Gak. Rasanya aneh. Abang baru putus sama dia. Terus pacaran sama aku. Apa iya secepat itu hati abang pindah ke aku?" Tanyanya penasaran.


"Aku hanya takut, hanya sebatas pelarian." tuturnya tertunduk. Ada kekhawatiran dihatinya.


Bang Ar meraih kedua pipi Ayra menangkupnya untuk bersitatap dengannya.


"Dengerin abang! Sejujurnya abang gak tau apa itu cinta? Yang jelas abang selalu ingin dekat dengan kamu, abang ingin jaga kamu, abang gak suka liat kamu dekat dengan cowok lain, abang sayang sama kamu, abang takut kehilangan kamu." Tuturnya. "Dan disini." Bang Ar membawa lengan Ayra menempelkan telapaknya tepat didepan dadanya.


"Jantung abang selalu berdebar. Jangankan saat berdua seperti ini, baru liat kamu aja udah tak karuan." lanjutnya.


"Sebelumnya abang gak pernah ngerasain hal kek gini. Biarpun kita pacaran lama, tapi rasanya gak kaya sekarang. Mungkin hanya sekedar nyaman. Bahkan abang melepasnya tanpa beban." Tuturnya lagi.


"Sekarang bagaimana menurutmu? Apa itu cinta?" Tanyanya menatap dalam mata Ayra.


Ayra tidak menjawab Ia hanya menghamburkan dirinya kedalam pelukan bang Ar. Dipeluknya erat tubuh sang kekasih.


Bang Ar memperat dekapanya, mengusap surai hitam nan bergelombang itu, dikecupnya pucuk kepala Ayra berkali-kali. "Cinta itu tak harus diungkap, cukup dirasa!"


*************


*Jangan lupa Vote, like dan komennya! kasih juga hadiahnya boleh😊

__ADS_1


__ADS_2