Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
S2 Will you be mine?


__ADS_3

Brukkk!!!


Praaangg!!!


"Asatagfirulloh! Aka!!" Pekikan seorangan gadis begitu melengking hingga memembus pintu dapur.


Penghuni didalam rumah dengan tergesa keluar kala mendengar pekikan keras itu. Sementara itu diluar, gadis remaja yang baru pulang setelah belajar kelompok dari rumah temannya, memberenggut kesal dengan mata berkaca-kaca.


Karya seni yang sudah susah payah Ia buat bersama teman satu kelompoknya, harus kandas terkena senggolan stang motor sang kakak.


Aska yang hendak memasuki halaman rumah, dibuat terkejut kala sang adik, tiba-tiba lewat didepannya. Ia membanting stir kesamping untuk menghindari sang adik, namun sayang. Sesuatu yang dibawanya harus terseret stang motornya, hingga ambyar dibawah sana.


Sebuah piring kramik besar dengan lukisan dan nama yang kelompoknya sematkan disana, hasil karya seninya harus hancur berkeping-keping karena ulah sang kakak.


"Karyaku!" Rengek Kia berhambur mendekati benda yang sudah amburadul diatas paving block.


Gadis remaja yang duduk di bangku kelas delapan SLTP itu menangis setelah sang timom datang memghampirinya. "Huaaa timom!" Pekiknya.


Namun tanpa Ia duga sang timom tak mempedulikannya. Timomnya itu malah berlari menghampiri sang kakak yang nyusruk disemak-semak.


"Ya ampun kak! Kamu gak papa sayang?" Tanya sang timom khawatir seraya membantunya untuk bangkit.


Untung saja Aska membantingkan tubuhnya ke atas rumput, jika tidak Ia akan tertindih body motornya sendiri.


"Aka gak papa mom!" Balasnya. Sang timom membantu merapikan penampilannya yang penuh dengan dedaunan.


"Ihh timom. Kok dede dicuekin!" Rengek si gadis yang manja itu.


Sang timom hanya menghembuskan nafasnya panjang. Sang kakak tersenyum seraya merentangkan tangannya, meminta sang adik untuk masuk kedalam dekapannya. "Sini de!" Ajaknya.


Kia pun berlari dan menubrukan tubuhnya kedalam dekapan sang kakak. Hal itu tentu membuat sang timom tersenyum bahagia. Melihat kedua putra putrinya akur adalah suatu harapan yang senantiasa dikabulkan-Nya.


"Aka gak papa?" Tanya Kia seraya melerai pelukannya, dan baru menyadari kondisi sang kakak yang tersungkur.


"Nggak! Aka gak papa." Balasnya seraya mengusek pucuk kepalanya. "Maaf ya, aka gak sengaja!" Sesalnya.


"Nggak papa kak! Yang penting aka selamat. Sayang Aka." Ucapnya seraya kembali memeluknya erat. Aska tersenyum. Rasa kesalnya sirna seketika setelah memeluk adik kesayangannya.


"Ya ampun! Timom lupa." Pekiknya.

__ADS_1


"Kenapa mom?" Tanya Kia keheranan, begitipun Aska keduanya menoleh mendengar pekikan timomnya.


"Gorengan timom!" Pekiknya lagi seraya ngibrit memasuki rumahnya.


Kedua bersaudara itu tergelak melihat tingkah wanita hebat kesayangannya. Tak pernah sekalipun keduanya menentang perintahnya. Bagi mereka perintah sang timom adalah kewajiban yang patut mereka laksanakan. Didikan yang diberikannya, menjadikan mereka Putra putri yang berbakti.


**


"Kita mau kemana?" Tanya seorang gadis pada pemuda yang tengah memboncengnya.


"Kesuatu tempat." Jawabnya tanpa menoleh dan terus fokus pada jalan yang tengah dilaluinya.


Jingga tak bertanya lagi. Ia memilih diam dengan perasaan sedikit dongkol. Jingga yang hendak pulang dengan sahabat lelakinya, dipaksa pergi oleh pemuda yang mengakui dirinya kekasihnya itu.


Hingga tak berselang lama kuda besi yang ditumpangi sepasang muda mudi ini sampai disebuah danau kecil yang terletak diujung keramaian. Entah dari mana Shaka mendapat refrensi tempat yang membuat lengkung bibir dari gadis yang disampingnya itu, terukir indah.


"Wow!!" Gumamnya pelan.


Jingaa berdecak kagum dengan pemandangan asri didepannya. Matanya berbinar melihat genangan air yang tenang dengan berbagai tanaman yang menghiasi tepi danau tersebut. Tanpa bertanya lagi, Ia berjalan mendekati tempat itu untuk menyentuh air yang begitu terlihat menyegarkan.


Ia berjongkok dan mulai memainkan airnya. Matanya terpejam dengan senyuman mengembang, kala rasa sejuk menyapa pori-pori kulit tangannya.


Jingga hanya mengangguk sebagai balasan. Terlalu nyaman untuknya diposisi seperti itu, hingga sulit untuk menjawab pertanyaan pemuda disampingnya. Shaka tersenyum menanggapi itu. Ia ikut memainkan tangannya dan memejamkan matanya, mengikuti apa yang gadisnya itu lakukan.


Hingga terbesit ide jahil dikepalanya. Dengan teganya Ia mencipratkan air pada gadisnya dan sukses membuat Jingga memekik terkejut.


"Aaaa!!!"


Dengan gelagapan Ia membuka mata melihat pemuda disampingnya yang tanpa dosa tengah tertawa puas.


"Ck! Basah kan? Ngeselin!" Tanpa ragu Ia ikut menyiprat balik kearah Shaka dan ikut tergelak.


"Lu?!" Shaka hendak mengumpat namun kembali diserang sang gadis. Hingga bajunya basah kuyup.


"Rasain! Wleekk!!" Ejek Jingga menjulurkan lidahnya, lalu kembali tergelak.


"Wah bener-bener nih! Minta dihajar!" Shaka hendak kembali menyipratnya, hingga dengan cepat Jingga menghindar. Ia terus tertawa dengan berlari menjauh.


"Awas ya! Sini gak?" Ucapnya seraya mengancam, namun Jingga kembali menjulurkan lidahnya seraya terus menjauh dengan tawa dibibirnya.

__ADS_1


"Gak mau balik ya? Oke gue kejar!" Shaka pun bangkit dan ikut berlari untuk mengejarnya.


Jeritan dan tawa terdengar begitu riuh dari dua insan yang tanpa sadar tengah memupuk cinta diantara keduanya. Aksi kejar-kejaran tak dapat dihindari. Jingga terus menghindar dari kejaran Shaka.


"Sini maju, gue gak takut!" Tantang Jingga dengan senyuman remehnya.


"Ohh gak takut ya? Oke! Awas aja kalo ketangkep!" Seringainya.


Dengan santainya Jingga terus mundur kala Shaka mendekatinya. Hingga tiba-tiba sesuatu menghadangi langkahnya, kakinya tersandung dan Ia pun hampir kejengkang. Namun dengan sigap tangan kekar menjabat tangannya, hingga tubuhnya tak sampai dipermukaan tanah.


Ketika Shaka hendak menariknya, kakinya ikut tersandung. Hingga pegangan tangannya terlepas. Jingga pun pasrah, dapat dipastikan tubuhnya akan mendarat sempurna diatas tanah.


Namun tanpa diduga, dengan sigap tangan Shaka memeluk pinggang dan kepala gadisnya. Lalu membalikan tubuh keduanya, hingga keduanya jatuh bersama, dengan posisi Jingga diatas tubuh Shaka.


Deg!


Mata keduanya bertemu dan saling mengunci, diringi degup jantung yang berdebar dua kali lebih cepat. Lama keduanya terdiam, menikmati detak jantung yang bersahutan. Hingga Jingga tersadar, kemudian dengan cepat Ia ingin melepaskan diri. Namun tubuhnya ditahan pemuda dibawahnya.


"Bisakah kita melupakan tujuan pertama kita? Dan memulainya dari awal?" Tanya Shaka dengan serius.


Jingga terpaku mendengar ucapan Shaka, Ia terdiam sejenak mencerna kalimat yang keluar dari bibir sexy itu. Bukan sehari keduanya saling mengenal, perdebatan diantara mereka selama ini bagai bumbu yang menumbuhkan rasa sayang diantara keduanya.


"Jin!" Panggilan Shaka membuat Jingga terkesiap. "Will you be mine?" Lanjutnya, hingga didetik berikutnya senyuman manis terukir dari bibir ranum sang gadis.


Jingga menganggukan kepalanya, dan hal itu membuat Shaka membolakan matanya merasa tak percaya. "Are you seriously?" Tanyanya memastikan.


Jingga tersenyum menanggapinya. "Menurut lu?" Tanyanya.


Tanpa aba-aba, Shaka menarik tubuh gadisnya dan mendekapnya erat. Sungguh dirinya sangatlah bahagia. Terasa lega didadanya setelah Ia dapat mengutarakan isi hatinya. Ia terus membelai rambutnya seraya menggumamkan kata terimakasih. "Love you Jinjin." Bisiknya.


******************


Jangan lupa jejaknya yaa gaiss🤗 Abis baca, klik jempolnya yaa😊



Jangankan Jinjin, mak othor oge mau lah🙈


__ADS_1


Runtuh sudah egonya yaa neng😂


__ADS_2