
Sena masih bungkam dan enggan mengelurkan sepatah katapun. Hatinya masih kesal, mendapati pemuda disampingnya benar-benar sudah tau seluruh bagian tubuhnya. Memikirkannya saja sungguh membuat gadis cantik itu malu, semalu malunya. Ia hanya menunduk dengan terus memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.
"Kenapa?" Tanya Abi menoleh dan menatapnya, namun tak ada jawaban apapun dari gadis disampingnya.
Semenjak keluar dari rumah dan menaiki kuda besinya. Sang gadis sama sekali tak bersuara, bahkan sekarang sudah sampai ditempat tujuan pun gadisnya masih saja diam menutup rapat bibirnya.
Abi menghela napasnya kasar. Ia pegang tangan sang gadis yang bertengger dipangkal hidungnya, hingga pergerakannya berhenti. Dan seketika Sena pun mendongak menatapnya dengan mata memicing tajam. Dan hal itu membuat Abi menaikan satu alisnya yang tersirat berbagai pertanyaan didalamnya.
"Issshhhh" Sena memukul gemas dada Abi. "Ngeselin banget sih!" Rengeknya dengan wajah kian ditekuk.
Abi menarik satu sudut bibirnya menanggapi hal itu. "Soal tadi?" Tanyanya.
"Au ah, ngeselin!" Gerutunya dengan membalikan badan menghadap kearah bersebrangan, hingga membelakangi Abi.
Melipat tangannya didada dengan gumaman kecil yang terdengar sebuah gerutuan yang malah membuat Abi semakin gemas. Ia tersenyum lebar menanggapi itu. Hal itu jauh lebih baik, dari pada dirinya terus didiamkan.
Ia dekap tangan sang gadis yang bertengger didepan dada dengan sebelah tangannya, lalu mencondongkan wajahnya dibahu sang gadis. "Jangan marah! Maaf aku gak sengaja melihatnya." Pintanya.
"Akan kupastikan hanya aku yang tau. Bukan hanya dirimu tapi juga hatimu. Only me!" Lanjutnya.
__ADS_1
Meleleh sudah hati Sena, ingin rasanya Ia menjerit kegirangan mendengar kata-kata manis itu. Ia hanya menggigit bibir bawahnya untuk menahan itu dengan rona merah yang menghiasi pipi putihnya.
"Jangan marah lagi! Bukannya ini first date kita?" Tanya Abi. "Atau kamu tak menyukainya?" Lanjutnya.
Mendengar pertanyaan terakhir dari pemuda dibelakangnya, membuat sang gadis segera berbalik dengan melepas dekapannya. "Siapa bilang?" Tanyanya tak terima.
Mendapati reaksi itu membuat Abi tersenyum. Sena yang tersadar berdehem keras dengan mengarahkan tubuhnya kedepan. Ia merutuki dirinya sendiri yang terdengar begitu agresif.
Abi berdiri dan mengulurkan tangannya kehadapan sang gadis. "Mau ikut denganku?" Pintanya dengan senyuman manisnya.
Sena terkekeh sebentar, kemudian tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ia raih tangan pemuda yang seakrang sudah menjadi kekasihnya itu. Hingga kedua tangan itu bertautan dan saling menggenggam erat.
**
"Mantannya pasti banyak." Celetuk Sena seraya memakan eskrim yang tadi sempet dibelinya.
Keduanya masih terus berjalan tanpa melepas tautan tangannya. Abi tersenyum menanggapi hal itu. Ia menghentikan langkahnya, dan membawa sang gadis untuk menghadapnya. Satu tangannya terulur mengusek pucuk kepalanya.
"You're the first!"
__ADS_1
Sena tertawa kecil menanggapi itu. "Gak percaya!" Ucapnya dengan mencebikan bibirnya. Lalu kembali menikmati es krimnya.
Abi tersenyum lagi. Sepertinya mulai sekarang takan ada lagi Abi yang irit ngomong juga Abi yang irit senyum. Bersama sang gadis, membuat gunung es yang selalu menghalangi dirinya meleleh seketika.
"Menurutmu apa aku bisa menjalani hubungan dengan gadis lain? Sementara hatiku tertinggal dengan seorang gadis disini?"
Pertanyaan itu sukses membuat Sena tersedak. Dengan sigap Abi mengambil sapu tangan dari saku celananya dan mengelap bibir gadisnya yang sedikit belepotan. Sena menatap tak percaya mata sang kekasih hingga Abi pun membalas tatapan itu.
"Sejauh manapun aku pergi, hanya dirimu tempatku kembali. Only you, Sena!"
***************
Jangan lupa jempolnya yaa🤗 Ramaikan kolom komentarnya juga😍
Ini gunung es yang mulai meleleh😂
__ADS_1
Ini yang udah dibuat baper😂