Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Hati Evan


__ADS_3

Terlihat dari wajah Evan kalau dia tidak main-main, apa jawaban Syakirah jika di tanya soal ini? Apa dia memilih Evan atau Ahmad? Mereka berdua memiliki karakteristik yang sedikit berbeda, selisih mereka adalah 50:50. Mereka sama imbang. Jika Syakirah memilih Evan maka Ahmad akan sangat patah hati, mengingat perjuangan Ahmad menjemput Syakirah ke Bandung saja sudah tahu seberapa cinta dia dengan Syakirah. Tapi kalau Evan aku lihat Syakirah menerima kehadirannya dengan tangan terbuka padahal dulu dia pernah di tinggal oleh Evan. Ini benar-benar sangat meresahkan. batin Kiya.


"Van, kalau ngomong gak usah kelewatan dong!" ujar Syakirah.


"Lah, kelewatan apanya? Aku ini serius ngajak kamu nikah, Syaki. Kamu bilang kamu gak mau pacaran ya udah langsung nikah aja." ujar Evan.


Kiya hanya memijat pelipisnya yanh tiba-tiba berdenyut.


"Van, umur gue ini masih belum genap 19 tahun. Gue juga gak mau nikah dengan umur gue yang masih muda ini. Apalagi kalau sampai punya anak, gue belum siap Van." ujar Syakirah.


"Gak apa-apa, Syaki. Kita nikah aja dulu, urusan anak itu nanti setelah nikah. Gak apa-apa umur kamu masih segitu, banyak juga kok nikah umur segitu, malahan ada juga yang 15 tahun nikah."


"Gak, Van. Gue gak mau. Gue masih belum selesai menjalankan tugas gue sebagai seorang anak. Lagi pula gue juga nunggu kak Kiya buat nikah duluan kok." ujar Syakirah.


"Apa? Aku? Kenapa bawa-bawa aku? Kenapa menungguku?" Kiya mulai angkat bicara.


Syakirah menunjukkan wajah memelasnya kepada Kiya, berharap Kiya mau membantunya. Kiya tertegun melihat wajah Syakirah yang meminta bantuannya. Kiya beralih melihat Evan.


"Aku memang tidak berhak untuk mengatur Syakirah, tapi menikah di usia muda itu menimbulkan banyak resiko. Kau juga tidak bisa memaksa Syakirah untuk menikah denganmu, Syakirah berhak memilih pasangan yang dia inginkan. Aku tahu seberapa cinta kau dengan Syakirah, tapi tidakkah kau menghargai usinya yang masih muda? Aku akui hidupmu memang sudah mapan, pekerjaan yang terjamin, rumah sudah ada dan sudah siap untuk berumah tangga. Tapi di usia Syakirah yang masih 18 tahun ini, dia butuh wawasan lebih. Tidak hanya lingkungan tapi juga materi. Keluargamu adalah keluarga berada, sementara keluarga Syakirah adalah keluarga sederhana. Jika di lihat dari segi materi, kalian itu sudah sangat berdeda, pasti akan ada banyak pertentangan jika kalian menikah." jelas Kiya panjang lebar. "Aku pasti akan mendukung keputusan Syakirah jika dia mau menikah denganmu, tapi jika Syakirah tidak menikah denganmu ada baiknya kau mencari gadis lain. Dan juga... aku akui lagi, kau memang memiliki wajah yang tampan, pasti banyak gadis yang ingin denganmu." lanjut Kiya.


Kiya sangat bijak jika sudah berbicara, Evan sangat terkesan melihat Kiya yang bijak saat berbicara. Evan tahu apa yang di maksud oleh Kiya dan Evan sangat menghargai hal itu.


"Gue juga gak maksa kok, gue cuma menawari aja. Kalau Syakirah mau ya gue akan datang ke rumah orang tua Syakirah langsung, gue cuma tanya aja kok." ujar Evan.


"Maaf ya, Van. Gue masih belum siap buat nikah, jadi gue gak mau nikah dulu." ujar Syakirah.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok, Syaki. Santai aja kali, aku cuma tanya aja kok." ujar Evan sambil tersenyum.


Ada yang mengganjal di hati Evan saat Syakirah menolaknya, dia merasa hatinya baik-baik saja saat Syakirah menolaknya. Padahal dulu Evan sangat sakit hati melihat Syakirah yang menolak kehadiranku, tapi kenapa Evan merasa baik-baik saja. Apa mungkin hatinya sudah tidak ada rasa lagi untuk Syakirah? Evan bahkan tidak tahu perasaan apa yang dia rasakan sekarang.


Ada apa sama hati gue? Kenapa hati gue gak sakit saat Syakirah nolak gue, yang ada hati gue baik-baik aja malahan? Apa gue udah tertarik sama orang lain ya? Tapi siapa? batin Evan.


Evan menatap Kiya dengan lekat, Evan berfikir kalau hatinya sudah berlabuh ke Kiya tapi dia masih belum yakin dengan hatinya. Kiya dan Evan saling tatap, Syakirah yang melihat mata Evan beralih ke arah lain langsung mengikuti arah pandang Evan. Syakirah terkejut saat melihat mata Evan dan mata Kiya bertemu.


Ini sungguh sangat tidak mungkin. batin Syakirah


Kayaknya bener, hati gue udah ada nama dia. batin Evan.


Syakirah hanya mengamati gerak-gerik mereka berdua, mereka masih saling tatap tanpa ada pembicaraan.


Gak bisa, ini gak bisa di biarin. Gue harap bantuin Evan buat dapetin kak Kiya, pokoknya kak Kiya harus sama Evan. Ini namanya jodoh yang di paksa. batin Syakirah.


Tunggu! Jika aku menjodohkan kak Kiya dengan Evan lalu begaimana dengan Wahyu? Aaaaaa, kak Kiya terjebak dalam cinta segitiga rupanya. batin Syakirah.


Kenapa Evan menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku barusan ya? Perasaan tidak. batin Kiya.


"Ehem, ehem." Syakirah berdeham untuk membuat mereka berdua sadar. Mereka berdua langsung gelagapan, Kiya langsung melihat laptopnya lagi sementara Evan mengalihkan pandangannya melihat keluar.


Syakirah mencubit punggung tangan Evan, Evan langsung melihat Syakirah. Syakirah memajukan kepalanya agar lebih dekat dengan Evan.


"Suka ya sama kak Kiya." Syakirah berbisik di depan Evan.

__ADS_1


Blush.


Evan mengalihkan pandangannya melihat luar, Syakirah tersenyum senang sambil mengembalikan posisi duduknya.


"Apaan sih, Syaki? Mana ada yang kayak gitu?" ujar Evan.


"Ngaku aja, Van. Kalau lo gak ngaku, gue sumpahin muka lo jadi jelek!" ujar Syakirah.


"Mana ada?! Aku gak bakalan suka sama dia." Evan berbisik dengan kata-katanya ini.


"Yakin? Kalau sampai terjadi, gue mau lo harus turutin permintaan gue." ujar Syakirah.


"Aku percaya itu gak akan pernah terjadi, aku berani jamin."


Mungkin. Evan melanjutkan kata-katanya di dalam hatinya, tidak mau Syakirah tahu.


Kiya tiba-tiba saja beranjak dari duduknya, Syakirah refleks ikut berdiri juga. Kiya tergesa-gesa memasukkan semua barangnya ke dalam tas, Syakirah yang melihat Kiya seperti itu langsung kebingungan.


"Syakirah, maaf kakak harus pergi. Ada urusan mendadak soalnya." ujar Kiya dengan tergesa-gesa.


"Mau aku antar, kak?" tanya Syakirah.


"Tidak usah, aku bisa berangkat sendiri. Oh iya jangan lupa sampaikan salamku kepada Aliya ya nanti kalau dia sudah pulang. Aku pamit dulu. Assalamualaikum."


"Iya, Waalaikumsalam." Evan dan Syakirah.

__ADS_1


Syakirah mengantarkan Kiya sampai ke halaman saja, setelah itu Kiya pergi berjalan sendirian untuk ke jalan raya. Padahal tadi Syakirah sudah menawarinya tapi Kiya menolak. Syakirah yang melihat kakaknya seperti itu jadi bingung 3 kali lipat.


Bersambung......


__ADS_2