Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Markas


__ADS_3

bernafas dengan lega karena kepergian Syakirah. Syakirah membuka berangkas yang berisi uang hasil kerja kerasnya dan anak buahnya. Syakirah mengambil beberapa uang, mungkin uangnya sekitar 10 juta. Syakirah turun lagi dan meletakkan uang itu di meja.


"Ini." tunjuk Syakirah pada uang itu. "Ini uang buat sebulan. Cukup gak cukup, harus cukup! Kalau bisa buat uang ini jadi 2 bulan! Jangan suka beli makanan di restoran, kalau bisa belanja di pasar agar lebih hemat! Kalau kalian bisa berubah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya gue akan mengembalikan ini kepada kalian." Syakirah menunjukkan wadah itu lagi. " Tapi kalau kalian masih belum bisa berubah, jangan harap gue akan ngembaliin ini ke kalian!"


"Tapi Rah, kita ini gak bisa masak. Kalau kita belanja terus masaknya gimana?" tanya salah satu dari mereka. Seketika gadis itu bergetar melihat Syakirah yang memandangnya dengan tatapan membunuh.


"Apa gunanya hp buat kalian? Apa gunanya internet di ciptakan? Cuma buat main-main aja? Di internet ada! Kalian itu perempuan, kalian juga harus belajar masak. Kalau kalian udah nikah terus suami kalian kasih makan apa? Daun? Yang ada kalian di tinggal sama suami kalian! Belajar. Enak gak enak, kalian harus makan karena itu juga hasil kerja keras kalian. Kalau kalian terus mencoba lama kelamaan masakan kalian akan enak, bahkan kalian akan lebih suka masakan kalian sendiri, di bandingkan masakan orang lain. Gue udah pernah bilang ke kalian dulu kan untuk kalian belajar masak, tapi kalian gak pernah mendengarkan!" ujar Syakirah panjang lebar sedikit emosi. Pegal mulutnya jika terus menerus menasehati mereka.


"Baik." jawab mereka semua.


"Awalnya gue ingin menghukum kalian dengan cara minta maaf ke anak buah geng motor Evan, tapi sepertinya kalian gak akan mau karena itu menurunkan image kalian bukan? Jadi kalian harus bersyukur kalau gue menghukum kalian dengan cara ini. Coba bayangkan kalau kalian harus minta maaf ke mereka, bayangkan aja. Pasti kalian akan malu." lanjut Syakirah. Gila apa! Gue gak akan mau minta maaf ke mereka! Sampai kapanpun itu! Kecuali kalau Syakirah yang suruh, pikir mereka semua. Lebih baik di hukum seperti ini di bandingkan harus minta maaf.


"Udah gue pulang. Lebih baik kalian tidur sekarang, udah malam." Syakirah keluar dari markasnya sambil membawa wadah itu, dan akhirnya Syakirah pergi untuk pulang. Selepas kepergian Syakirah, mereka semua memandangi uang yang di letakkan Syakirah di meja. Clara mengambil uang itu, semoga dia bisa memegang uang itu dengan baik agar Syakirah tidak kecewa lagi dengannya.


"Uang ini akan gue pegang. Gue gak akan buat apa-apa dengan uang ini, gue harap kalian percaya sama gue. Gue gak akan pernah ngambil kalau bukan milik gue. Ini milik kita, kalau mau ambil seenggaknya izin dulu ke kita dan kita akan merundingkannya, supaya nanti gak ada salah paham di antara kita. Gue harap kalian ngerti. Dan juga gue harap uang ini cukup buat sebulan kalau bisa sih 2 bulan, lagi pula motor matic gak butuh banyak bensin kan jadi kita bisa lebih hemat." ujar Clara. Disini yang paling tegas selain Syakirah adalah Clara, selain itu tidak ada. Ceroboh, boros dan bobrok adalah kepribadian mereka semua, kecuali Clara dan Syakirah karena mereka berdua lahir dari keluarga yang sederhana, bukan seperti teman-temannya yang lahir dari keluarga kaya.


Mereka semua menjadi anak geng motor juga tidak dilarang oleh orang tua mereka. Malah orang tuanya bilang "Nikmatilah masa mudamu sebelum masa tuamu datang. Kami akan selalu mendukung keputusan kalian, tapi jangan sampai kesucian kalian hilang begitu saja. Jaga diri kalian baik-baik." begitu kata orang tua mereka.

__ADS_1


"Besok ayo kita ke pasar dan belanja kebutuhan, seperti apa yang di katakan Syakirah tadi. Omongan Syakirah juga ada benarnya, kita perempuan jadi kita juga harus belajar masak. Kita cari bahan-bahan makanan dulu di internet seperti kaldu, kalau sayuran kita beli saja semua jenisnya." ujar Clara lagi.


"Gue setuju kok. Apa yang dikatakan Syakirah itu benar, cuma kita aja yang gak pernah mendengarkan dia." ujar salah satu dari mereka.


"Oke, besok kita semua ke pasar. Kita akan berpencar supaya cepet cari bahannya. Kalian sekarang lihat di internet dulu, terus catat di buku. Besok kita akan membelinya." mereka semua mengangguk dan mengeluarkan ponsel mereka masing-masing.


***


Sementara di markas geng motor Evan, Roy dan Thomas sedang mengobati lukanya. Sedangkan Evan sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya sambil melihat langit-langit ruangannya.


"Kalian berdua kok bisa sih sampai bonyok kayak gini? Habis di keroyok siapa kalian?" ujar cowok yang sedang mengobati luka Roy.


"Emang siapa?"


"Clara, dkk."


"Clara dkk? Siapa?"

__ADS_1


"Huh! Ck! Lo lupa apa ya! Clara dan kawan-kawan. Clara temannya Syakirah si mantannya Evan ituloh. Anggota geng motor yang sempet ngeroyok kita 2 kali, bahkan nyawa Azam hampir hilang!" Roy emosi karena temannya tidak ingat dengan Clara.


"Oh cewek itu." ujarnya santai, masih belum sadar. "Apa! Lo berdua di keroyok sama mereka? Kok bisa?! Kurang ajar! Kayaknya mereka mau nyari perkara sama kita!" sadar juga akhirnya.


"Gak usah ngaco deh lo! Lo jangan coba ngompor-ngompori ya! Inget, nyawa Azam dulu hampir aja melayang gara-gara mereka! Dan itu harus kita jadikan pelajaran di saat kita ketemu mereka nanti!" Roy mengingatkan temannya agar tidak terbawa emosi dan menyuruhnya untuk mencoba untuk mengingat masa lalunya. "Kita selamat juga gara-gara Syakirah, kalau gak ada Syakirah. Beghh. Minimal rumah sakitnya Evan, maksimal kuburan dan gue gak mau mati di usia gue yang masih muda ini!"


"Beruntung kalau gitu kalian."


"Woii!" Evan meneriaki Roy dan Thomas, seketika mereka berdua menoleh.


"Apa?!" terdengar sedikit ketus di telinga Evan.


"Apaan lo nyolot kayak gitu?! Kagak terima lo?!" Evan emosi.


"Sorry, Van." Roy dan Thomas.


"Roy, waktu lo putar arah mobil gue, kita papasan kan sama Syakirah, bahkan mobil juga dekat banget sama dia." Roy mengangguk mendengar ucapan Evan. " Dia lihat ke arah belakang mobil, gue juga ada di belakang mobil kan dan secara gak sengaja mata kita bertemu. Gue lihat Syakirah terkejut lihat belakang mobil, apalagi Syakirah sempet memicingkan matanya. Apa Syakirah tahu ya kalau itu gue? Dan sewaktu kita udah lewatin dia, dia masih kayak orang terkejut gitu dan gue bisa lihat mulutnya itu nyebut nama gue. Apa Syakirah beneran tahu kalau itu gue? Secara kan kaca mobil gue gelap kalau di lihat dari luar gak kelihatan, gak mungkin kan Syakirah tahu kalau itu gue?" ujar Evan mencoba untuk memastikan. Dia masih belum siap jika harus bertemu dengan Syakirah, takut Syakirah menolak kehadirannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2