Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Panti asuhan ( Part 1 )


__ADS_3

Mereka berdua diam, percuma Syakirah berdebat dengan Ahmad. Itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Hanya mulutnya saja yang pegal karena terus bicara.


Ahmad terus membawa Syakirah tanpa memberitahu kemana mereka akan pergi. Meskipun Syakirah marah tapi Ahmad tidak memperdulikannya karena Syakirah akan tersenyum jika sudah sampai nanti.


***


Saat sampai di tempat tujuan, Syakirah sangat bingung. Kenapa Ahmad mengajaknya ke panti asuhan.


"Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Syakirah yang masih belum turun dari mobil padahal Ahmad sudah membuka pintu mobilnya.


"Menjenguk anak panti itu hal baik. Ayo turun."


Syakirah turun dari mobil dan mengedarkan ke sekelilingnya.


Ini benar panti asuhan? Kenapa sepi sekali? batin Syakirah.


Ahmad mengambil 2 kantong plastik besar yang dia simpan ada di bagasi tadi.


"Syakirah, tolong bawa yang 2 itu ya." ujar Ahmad meminta tolong kepada Syakirah. Syakirah mengangguk dan mengambil kantong plastik itu.


Mereka berdua berjalan ke arah gerbang panti asuhan, setelah memakirkan mobil Ahmad.


"Ini benar panti asuhan? Kenapa sepi sekali?" Syakirah.


"Semuanya ada di dalam jika sudah siang seperti ini." Ahmad.


"Mereka tidak sekolah?" Syakirah.


"Tentu saja sekolah. Tapi mereka dilarang untuk keluar saat sudah siang begini." Ahmad.


"Apa kau pernah kesini?" Syakirah.


"Iya." Ahmad.


"Sudah berapa kali?" Syakirah.


"Aku tidak tahu. Sudah beberapa kali aku kesini." Ahmad.


Syakirah mengangguk mengerti dan terus berjalan sambil melihat sekelilingnya. Ini adalah kali pertama Syakirah ke panti asuhan, jadi wajar saja jika dia merasa bingung.

__ADS_1


Mereka memasuki pintu dan terlihat anak-anak sedang bermain disana. Ada ibu panti juga yang sedang mengawasi mereka. Syakirah mengamati mereka semua.


"Kasihan." gumamnya pelan.


Ahmad berjalan ke arah ibu panti.


"Assalamualaikum." salam Ahmad.


Ibu panti itu langsung menoleh, dia tersenyum melihat Ahmad. Ahmad dan Syakirah mencium punggung tangan ibu panti.


"Anak-anak lihat ini siapa yang datang." ujar ibu panti. Seketika mereka bersorak riang saat melihat Ahmad. Mereka semua memeluk Ahmad dan melontarkan beberapa pertanyaan untuk Ahmad. Syakirah hanya mengamati mereka, ternyata Ahmad sangat senang jika kesini ya ku pikir dia hanya suka menyakiti orang saja, begitu pikiran Syakirah.


"Kak Ahmad, kenapa kok baru kesini?" ujar salah satu dari mereka.


"Iya kak, kenapa kok baru kesini? Kak Ahmad udah gak sayang sama kita lagi ya?" sahut mereka lagi.


"Iya, kak Ahmad udah gak sayang kita lagi. Biasanya sebulan sekali dia kesini jenguk kita." ujar salah satu lagi.


"Kak Ahmad jahat!" ujar salah satu dari mereka lagi.


"Gak gitu. Kak Ahmad kan sudah kerja. Kak Ahmad juga harus cari uang juga. Kak Ahmad masih sayang kok sama kalian." jelas Ahmad.


"Gak bohong. Beneran kok. Kak Ahmad itu kerja, cari uang buat bisa menghidupi keluarga kak Ahmad sendiri, saat kak Ahmad sudah berumah tangga nanti. Masa udah besar uang masih minta orang tua? Itu gak kan. Jadi kalau kalian sudah besar seperti kak Ahmad nanti kalian harus kerja supaya bisa membahagiakan ibu panti, ya." tutur Ahmad lembut.


"Jadi, kak Ahmad itu sebenarnya sayang kita cuma kak Ahmad itu harus kerja supaya bisa dapat uang sendiri gitu?"


"Iya. Kak Ahmad kan sudah besar jadi harus cari uang sendiri."


Mereka semua mengangguk. Lama tidak ada respon anak panti itu melihat ke arah Syakirah, Syakirah pun juga gelagapan kenapa di lihat seperti itu.


Kenapa? Ada apa? Aku tidak berbuat apa-apa kan? Kenapa mereka semua melihatku? Ahmad tidak mungkin menghasut mereka kan? batin Syakirah.


Ahmad juga menoleh dan melihat Syakirah saat anak panti itu melihat ke arah Syakirah.


"Namanya kak Syakirah." jelas Ahmad agar anak panti itu tidak bingung.


"Oh, namanya kak Syakirah. Cantik seperti Cinderella yang ada di tv itu ya." ujar salah satu dari mereka. Syakirah tersenyum.


"Ya, iya dong. Masa calon istri kak Ahmad harus jelek." Ahmad.

__ADS_1


"Oh, jadi kak Syakirah itu calon istri kak Ahmad. pantas saja wajahnya seperti mirip."


Apa? Apa hubungannya wajah dan calon istri? Jangan bilang kalau lawan jenis wajahnya mirip itu berarti jodoh?! Lalu begaimana kalau kembar laki-laki perempuan ? Apa mereka juga jodoh? batin Syakirah.


"Haha. Kalian bisa saja. Ini kakak bawa makanan banyak buat kalian." ujar Ahmad sambil memperlihatkan kantong plastik yang dia bawa. Mereka semua langsung bersorak riang.


"Aku mau! Aku mau! Aku mau!" ujar mereka berebut.


"Eits, tunggu dulu. Biar ibu panti yang bagikan supaya adil." ujar Ahmad sambil menyodorkan kantong plastik kepada ibu panti. Ibu panti itu menerimanya dan menyuruh anak-anak panti untuk mengikutinya.


Sekarang tinggal Syakirah dan Ahmad disini. Syakirah masih sibuk dengan pikirannya.


"Syakirah, taruh itu disini dan duduklah disini." Ahmad.


Syakirah duduk di tempat yang di tunjukkan Ahmad, serta menaruh kantong plastik di sampingnya.


"Ini isinya apa? Kenapa tidak di kasih ke mereka juga?" tanya Syakirah heran.


"Isinya ada pakaian dan juga ampau. Nanti aku bagi saat kita mau pulang nanti. Sekarang masih belum berkumpul semua, ada yang masih sekolah soalnya." Ahmad. Syakirah mengangguk mengerti.


"Kenapa kau mengajakku kesini?" Syakirah.


"Apa salah jika aku mengajakmu kemari?" Ahmad.


"Tentu saja tidak. Hanya saja aku sedikit gelagapan saat bertemu dengan mereka. Aku kan tidak pernah bertemu dengan mereka jadi aku sedikit agak takut, takut mereka tidak akan senang jika melihatku."


"Mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung. Kurang kasih sayang kedua orang tua mereka. Mereka bisa menerima semua orang yang ada disini, mereka tidak akan pernah membenci seseorang yang pernah datang karena mereka juga menginginkan kebahagian seperti kita." ujar Ahmad sambil melihat anak-anak panti yang sedang makan-makanan dari Ahmad. Mereka memakan makanan itu dengan sangat lahap. Syakirah juga demikian, dia juga melihat anak panti itu.


"Apa ada anak yang di adopsi di panti ini?" tanya Syakirah.


"Ada, tapi saat mereka ingin mengadopsi mereka akan di periksa dulu. Bukan materi yang di periksa tapi kasih sayang. Contoh dia…" tunjuk Ahmad kepada anak perempuan berbaju merah dan menguncir kedua rambutnya dengan pita berwarna merah seperti bajunya. "


"Dia adalah salah satu anak yang di adopsi, tapi sayangnya dia hanya di manfaatkan sebagai pengemis." lanjut Ahmad.


"Apa?! Tega sekali orang itu!" Syakirah.


"Awalnya mereka berpura-pura baik kepadanya, setelah menjalani pemeriksaan dan mereka lulus pemeriksaan itu akhirnya mereka dinyatakan sah telah mengambil anak itu. Tapi setelah sekitar 3 bulan semuanya berubah, dia di paksa mengemis di jalanan dan mereka harus mencapai target 500 ribu setiap harinya. Jika kurang mereka tidak akan pernah dapat jatah makan selama 2 hari, dan jika bisa harus lebih dari target yang di tentukan." Ahmad.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2