Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Buket bunga ( Part 2 )


__ADS_3

Aliya langsung masuk ke dalam rumahnya lagi dan menutup pintunya kembali.


"Gila! Tubuhnya oke banget, man." ujar Roy.


"Iya, gue juga gak nyangka kalau tubuhnya oke banget kayak gitu." jawab Thomas.


"J*n**r gue sampai bangun." Roy.


"Gue juga."


Sementara Evan di dalam mobil sedang tertawa cekikikan karena melihat teman Syakirah yang langsung masuk ke dalam rumahnya saat mengetahui dirinya hanya memakai lingerie.


Tak lama Aliya keluar lagi dari rumahnya, masih memakai lingerie tapi dia juga memakai jaket.


"Kalian mau apa kesini?" tanya Aliya. Wajah Aliya sangat merah padam karena malu, tunangannya saja tidak pernah melihat dia memakai lingerie, lah ini musuh temannya yang malah melihatnya.


"Gue mau ketemu sama Syakirah." ujar Roy.


"Buat apa?" Aliya.


"Gak usah kebanyakan tanya deh lo! Panggil langsung aja napa sih!" Thomas.


"Ya, kalian gak bisa dong datang kesini langsung menyuruhku buat panggil Syakirah. Syakirah juga belum tentu mau ketemu sama kalian." Aliya.


Aliya melihat kursi di depan rumahnya, dia bisa melihat buket bunga yang sangat besar. Aliya menutup mulutnya.


Apa dia mau nembak Syakirah pakai buket bunga ini ya? Sepd itukah dia? Ya, memang sih dia ganteng tapi belum tentu juga Syakirah mau nerima dia. batin Aliya.


"Kalian mau nembak Syakirah?" tanya Aliya sambil menunjukkan buket bunga. Roy dan Thomas langsung terkejut mendengar ucapan Aliya.


"Tutup mulut lo itu! Mana mungkin kita nembak Syakirah! Kita masih sayang sama nyawa kita!" Thomas.


"Ya, aku kan cuma tanya. Lah kalian datang kesini juga bawa buket bunga juga." Aliya menunjuk buket bunga lagi.


"Kita di suruh sama Evan, bego!" Thomas. Aliya terkejut mendengar ucapan Thomas, bahkan dia sampai menutup mulutnya saking terkejutnya.


Apa? Evan? Evan mantan Syakirah yang gantengnya di atas manusia normal itu? Kan Evan tidak ada disini. Mereka berdua mau mati ya? Syakirah kan sekarang ini benci banget sama Evan, gara-gara Evan ninggalin dia gitu aja.

__ADS_1


"Lebih baik kalian pulang aja deh. Syakirah lagi tidur, kasihan dia kecapekan." bohong Aliya.


Aliya juga masih menyayangi nyawanya. Jadi apapun yang berhubungan dengan Evan, sebisa mungkin dia hindari karena juga dia takut dengan Syakirah.


"Lo ngusir kita? Kita kesini niatnya baik loh. Kita mau ngasih Syakirah buket bunga ini terus kita pulang. Udah gitu aja, kenapa ribet amat sih? Lo tinggal panggil Syakirah buat keluar, udah beres kan?" Roy.


"Kalau ngomong jangan seenak jidat dong! Gue juga masih sayang sama nyawa gue. Sebisa mungkin apapun yang berhubungan dengan Evan gue akan hindari." Aliya mulai emosi.


"Heh! Aliya! Lo kenapa ngomong gitu? Emang ada yang salah? Pakai bawa nyawa-nyawa segala lagi!" Thomas.


"Kalian itu gak ngerti atau gimana sih? Syakirah itu benci setengah mati sama Evan. Kalian harusnya ngerti dong tentang itu!" Aliya.


"Gue tau Syakirah benci sama Evan setengah mati. Oleh sebab itu kita kesini bawain buket bunga buat Syakirah." Roy.


"Heh! Lo gak tau udah malam apa?!" Aliya. Roy melihat jam di pergelangan tangannya.


"Masih sore kok, masih jam 7. " Roy.


"Lo itu bego banget sih! Ini udah malam, Syakirah juga udah tidur. Lo bisa di omongi pakai bahasa manusia kagak sih. Syakirah itu udah tidur, dan gue gak mau kalau gue harus bangunin dia!" Aliya.


"Gini deh. Lo sekarang coba bangunin Syakirah sekarang, lo ngomong ke dia kalau ada orang yang mau ketemu sama dia." Roy.


"Gue gak mau!" Aliya.


Aliya tetap bersih kukuh dengan pendiriannya, tidak mau memanggil Syakirah ataupun membangunkan Syakirah yang sedang tidur. Sampai akhirnya Thomas tiba-tiba saja memegang kedua bahunya dan membenturkan tubuh Aliya ke pintu.


"Aliya, gue masih ngomong baik-baik sama lo. Kalau lo gak mau panggil Syakirah, gue p*rk*s* lo sekarang juga." ujar Thomas.


Aliya melotot mendengar ucapan Thomas, tidak hanya Aliya saja tapi Roy juga sama-sama terkejutnya dengan Aliya.


"Lo jangan coba macam-macam ya sama gue! Atau gue panggil Syakirah dan Syakirah matahin tulang lo!" ujar Aliya sambil mencoba untuk memberontak.


"Iya, ayo panggil. Gue gak takut." Thomas.


Thomas semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Aliya. Aliya yang tidak mau dirinya kotor langsung berteriak memanggil Syakirah.


"Syakirah! Keluar, Rah! Gue mau di p*rk*s*!" Aliya berteriak.

__ADS_1


Evan yang di dalam mobil menganga tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Thomas. Sementara Syakirah yang di dalam kamarnya sedang menggerutu.


"Kenapa sih sama Aliya itu? Sudah malam teriak-teriak saja!" gerutu Syakirah.


Syakirah keluar dari kamarnya dan menuju ke teras. Saat sudah sampai di teras, Syakirah benar-benar terkejut saat melihat Aliya sedang di pojokkan oleh Thomas.


"Aliya!" teriak Syakirah. Thomas langsung melepaskan cengkeraman tangannya di bahu Aliya, Aliya langsung berlari sembunyi di belakang tubuh Syakirah yang lebih tinggi darinya.


"Mau apa kalian?" tanya Syakirah sedikit ketus.


Sementara Evan mengamati gadis yang baru saja keluar dari rumah Aliya. Antara yakin dan tidak yakin kalau itu Syakirah.


"Dia bertambah cantik." gumam Evan seorang diri.


Roy mengambil buket bunga yang dia taruh di kursi dan menyerahkannya kepada Syakirah. Syakirah bukannya menerimanya malah melihat buket bunga itu dengan tatapan kebingungan.


"Kenapa kalian kasih ke gue?" tanya Syakirah.


"Ini dari Evan." jawab Roy.


Deg.


Hati Syakirah berdenyut nyeri, kecewa. Bukannya Evan yang mengantar buket bunganya, Evan malah menyuruh anak buahnya. Syakirah benar-benar sangat kecewa. Syakirah menerima buket bunga itu dengan tatapan kesedihan dan kekecewaan.


"Kenapa Evan gak anterin langsung ke gue? Kenapa dia malah menyuruh kalian? Apa dia udah gak sayang lagi sama gue?" suara Syakirah bergetar. Roy dan Thomas bingung mau menjawab apa.


"Gak gitu, Rah. Evan takut lo nolak kehadiran dia jadi dia nyuruh kita yang anterin buket bunga itu ke elo." Roy mencoba untuk menenangkan Syakirah.


"Apa artinya Evan udah gak sayang lagi sama gue?" Syakirah.


"Evan masih sangat sayang sama lo. Cuma dia takut lo nolak kehadiran. Kan lo benci banget sama dia saat dia ninggalin lo gitu aja." lirih Roy.


"Evan juga udah siapin berbagai macam hadiah buat lo kok, banyak malahan. Cuma diam nunggu waktu yang tepat buat ketemu sama lo." jelas Roy lagi.


Syakirah memandangi buket bunga itu. Apakah Evan sudah tidak menyanyangiku lagi? Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Syakirah. Padahal kenyataannya Evan sangat mencintai dan menyanyangi Syakirah. Wajar jika Syakirah berpikir demikian karena Evan tidak mau memberikan buket bunganya langsung kepada Syakirah.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2