Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Clara bohong?


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak Clara menggelegar ke seluruh penjuru rumah.


Roy sampai menutup telinganya sendiri gara-gara teriakan Clara. Roy seketika membekap mulut Clara. Tiba-tiba saja mama Roy dan kak Dara datang ke kamar Clara saat mendengar teriakan Clara. Mama Roy memegang alat penggorengan karena dia sedang memasak tadi. Sementara kak Dara mulut dan rambutnya penuh dengan busa karena dia sedang mandi tadi. Kedua wanita ini langsung melotot saat melihat tubuh Roy yang ada di atas tubuh Clara, apalagi Roy juga membekap mulut Clara. Mereka berdua sudah berfikir yang tidak-tidak tentang Roy.


"Rooooooooyyyyy!" teriak kedua wanita itu dengan sangat kencang sekali. Bahkan bisa di bilang seisi rumah mendengar teriakan tersebut.


Saat ini Clara dan juga Roy sedang duduk di sofa dengan pelototan kedua mata mama Roy dan juga kak Dara. Clara merasa tak enak sendiri, harusnya dia tidak boleh membuat masalah di rumah Roy, karena dia hanya menumpang hidup saja.


"Roy, mau kamu apain Clara tadi?!" tanya mama Roy dengan emosi yang mengebu-ngebu.


"Roy tadi gak sengaja, ma. Roy itu kaget karena Clara tadi tiba-tiba aja teriak!" jawab Roy sambil menggerutu.


"Gimana gak kaget?! Orang dia lagi enak-enak tidur, eh tiba-tiba pas dia bangun ada cowok di sampingnya!" ujar kak Dara.


Roy meraba tengkuknya karena bingung harus menjawab apa lagi. Dia akui, dia memang salah karena sudah tidur seenaknya di samping Clara. Itu karena Roy pikir Clara sudah terbiasa karena selalu tidur dengannya.


"Udah, pokoknya mama gak mau ada kejadian kayak gini lagi. Pagi-pagi kok ada aja masalah." ujar mama Roy.


Akhirnya mama Roy dan juga kak Dara keluar dari kamar Clara. Ada kecanggungan yang menyeruk di hati Clara saat mama Roy dan kak Dara keluar dari kamarnya.


"Itu Roy... anu... gue minta maaf... hmpph!"


Roy langsung m*l*m*t bibir Clara dan menghentikan ucapan Clara. Clara yang awalnya terkejut pada akhirnya membalas l*m*t*n bibir Roy. Roy perlahan membuka kancing baju tidur Clara. Roy meremas kedua gundukan kenyal itu, tapi tak lama Roy menghentikan aksinya itu. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan nafas yang tersenggal akibat ciuman panas tadi.


"Dari mana aja kemarin lo, La? Gue kemarin nyariin lo dari siang sampai malam." tanya Roy sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Clara.

__ADS_1


Clara mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Roy. Sampai akhirnya Clara teringat bahwa dia pulang dengan berjalan kaki dari danau ke rumah Roy.


"Kemarin gue... gue habis... "


Roy menatap Clara lekat, seperti meminta jawaban dari mana saja dia. Clara sendiri juga tidak mungkin jujur soal kemarin kepada Roy.


"Gue habis dari danau." jawab Clara.


Roy tersenyum kecut saat mendengar jawaban dari Clara. Tentu saja Roy tidak percaya dengan jawaban dari Clara, karena Clara memang tidak ada disana saat Thomas mencarinya.


"Gak usah bohong, La!" tegas Roy.


"Gue gak bohong, Ro.... "


"Gue udah nyari lo kesana, tapi lo gak ada. Yang ada lo udah pulang dan tidur di kamar!" potong Roy kemudian.


"Jawab, La!" Roy menguncang tubuh Clara, meminta jawaban cepat dari Clara.


"Gue... gue... gue... "


"Iya. Gue apa, La?"


"Gue pergi sama cowok lain."


Deg

__ADS_1


Jawaban Clara membuat Roy membeku. Clara bohong? Ya, Clara memang bohong karena menurut dia sepertinya hanya kata itu yang bisa menghentikan kekepoan Roy.


Sakit, itulah yang Roy rasakan. Akhirnya Roy tahu bagaimana rasanya sakit hati. Sekarang dia pun juga tahu bagaimana rasa sakit hati Clara saat dia mencaci makinya dulu.


Roy perlahan melepaskan cengkeraman tangannya dari bahu Clara. Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa untuk saat ini. Dia masih terkejut mendengar jawaban dari Clara. Roy bangkit dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Clara, tapi dia berhenti saat memegang handle pintu.


"Sorry udah ganggu hidup lo." setelah mengucapkan kata itu, Roy pun pergi meninggalkan Clara.


Clara menyandarkan punggungnya dengan air mata yang tiba-tiba keluar dari matanya.


Maafin gue, Roy. Gue gak mau jujur sama lo kalau gue cemburu lihat lo sama cewek itu di taman. Maaf juga karena gue gak mau jujur sama lo kalau gue pulang jalan kaki. Maaf udah ngerepotin lo, Roy. Gue emang gak pantes buat lo. Gue cuma cewek miskin yang gak sepadan sama lo. batin Clara.


Bodoh? Ya, Clara sangat bodoh sekali. Apa Clara selama ini masih saja tidak sadar kalau Roy mencintainya lagi? Roy tidak mungkin mencium seorang wanita tanpa alasan, kecuali keluarganya. Dan baru kali ini juga dia berciuman dengan seorang wanita yang tak lain adalah Clara. Bukankah itu artinya Clara adalah wanita yang sangat penting dan juga berarti untuk Roy? Ya, benar sekali. Tapi sayang Clara tidak menyadari hal itu, karena dia berfikir kalau dia disini hanya sedang menumpang hidup kepada orang lain.


Roy sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower kamar mandinya dan mengingat jawaban Clara tadi "Gue pergi sama cowok lain." jawaban dari Clara sangat membuat Roy sakit hati dan kecewa.


Bugh


Roy memukul dinding kamar mandi yang ada di depannya. Roy menambah kecepatan pada showernya. Guyuran shower yang begitu sangat deras menghujam kepala Roy, tapi Roy tidak peduli akan hal itu.


La, bisa-bisanya lo pergi sama cowok lain sementara gue nyari lo keliling kota sampai gue capek. Apa lo gak sadar apa yang gue lakuin selama ini? Apa lo emang pura-pura gak sadar? Gue tau kalau gue jahat sama lo, tapi itu dulu bukan sekarang. Sekarang ini gue mau menebus kesalahan gue di masa lalu, tapi kenapa sesakit ini? Kayaknya lo emang gak suka sama gue, La. batin Roy.


Roy tersenyum getir saat mengingat wajah Clara yang menangis tersedu-sedu karena cacian makinya dulu. Dan Roy mengangap ini semua adalah balasan dari perbuatan di masa lalunya dulu.


Saat ini keluarga Roy sedang menikmati sarapan pagi. Semuanya terlihat tapi sayang kalau Roy tidak ikut sarapan juga. Clara celingukan mencari keberadaan Roy secara diam-diam. Papa, Mama Roy dan kak Dara menyadari hal itu, tapi mereka diam saja dan membiarkan Clara celingukan mencari Roy.

__ADS_1


Roy kemana ya? Kok tumben dia gak ikut sarapan? Meskipun dia ikut sarapan, tapi seenggaknya dia pasti nongol tapi sekarang kok nggak ya? Apa gue keterlaluan banget ya tadi? Tapi itukan cuma bohong, gak mungkin juga kan dia percaya? batin Clara.


Bersambung......


__ADS_2