Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Mendapatkannya lagi


__ADS_3

Ahmad masih setia menggenggam tangan Syakirah erat. Dia seakan akan tidak ingin meninggalkan Syakirah sedetik pun. Kiya termenung melihat sikap Ahmad terhadap Syakirah. Kiya pun menghampiri Ahmad.


"Ahmad, apa kau masih mencintai Syakirah?" tanya Kiya kepada Ahmad.


"Sangat." jawab Ahmad sungguh-sungguh. Kiya menghela nafas lelah dan memukul bahu Ahmad dengan buku yang dia baca tadi.


"Kenapa kau dulu menyia-nyikan Syakirah, kalau jadinya seperti ini?"


"Dulu aku memang mencintai Syakirah. Karena, aku melihat dia berjalan dengan laki-laki yang tidak aku kenal. Aku terlalu cemburu waktu itu."


"Dasar bodoh. Hei, kau lihat Wahyu tadi, dia tidak suka kau ada di sini. Mungkin jika tidak ada aku, kau mungkin tidak akan di sini sampai sekarang."


"Aku tahu itu."


"Jika, kau ingin mendapatkan Syakirah lagi. Kau harus melewati beberapa tantangan!"


Ucapan Kiya membuat Ahmad mengerutkan keningnya bingung.


"Apa maksud dari perkataanmu tadi? Kenapa aku harus melewati beberapa tantangan?" tanya Ahmad kepada Kiya.


"Hei, kau lupa? Syakirah mempunyai sahabat yang sangat setia. Lihatlah Wahyu dia bahkan melakukan segala cara agar Syakirah bisa melupakanmu. Dan juga lihatlah ketiga temannya Wahyu ( Rey, Ryan, Navile ) mereka bahkan selalu membuat Syakirah lupa akan masalahnya dan juga...... mereka selalu berusaha agar Syakirah melupakan dirimu. Kau tahu kenapa? karena dirimu lah yang membuat mereka seperti itu."


"Kau benar. Kalau aku tidak bisa melewati mereka, maka aku akan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan Syakirah."


"Hah! Apa maksud mu mengambil jalan pintas untuk mendapatkan Syakirah. Hei Ahmad, jangan macam-macam ya kau! Kalau kau menyakiti Syakirah lihat saja aku akan membawa Syakirah pergi dari sini!" ujar Kiya kesal.


Ahmad hanya tersenyum licik, entah apa yang akan Ahmad lakukan kepada Syakirah nanti. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka. Seseorang itu adalah Rey. Rey selalu datang ke rumah sakit saat istirahat pabrik. Dan saat ini, dia sedang menguping pembicaraan antara Kiya dan Ahmad.


Aku harus memberitahu kepada Wahyu soal ini. Ahmad aku tidak akan membiarkan dirimu mendapatkan Syakirah begitu saja. ujar Rey dalam hati dan berjalan menjauh ruang rawat Syakirah.


***


Jam menunjukkan pukul dua siang. Tangan Syakirah bergerak, tapi tidak ada yang tahu soal itu, karena ahmad sendiri sedang tertidur. Syakirah mulai membuka matanya. Dia membuka matanya perlahan, dia melihat ke sekililingnya. Syakirah mendapat dirinya sedang berbaring lemah di rumah sakit, dia juga melihat tangannya yang terdapat infus. Dia melihat ke arah tangannya, dia terkejut melihat Ahmad yang tertidur.


Dia menggerakkan tangannya perlahan menyentuh rambut Ahmad dan mengusapnya dengan lembut. Ahmad merasa terganggu dengan tidurnya, ada seseorang yang menyentuh rambutnya. Ahmad membuka matanya perlahan dan mendapat'i Syakirah yang sudah membuka matanya. Ahmad membangunkan Kiya yang tertidur di sofa dan memberitahu Kiya kalau Syakirah sudah sadar. Kiya pun langsung memanggil Dokter dan menelpon orang tua Syakirah.


Dokter sedang memeriksa keadaan Syakirah saat ini.

__ADS_1


"Pasien Syakirah sudah sadar karena sakit perutnya yang sudah reda dari pada sebelumnya. Untuk saat ini biarkan dia istirahat saja, dia masih belum di perbolehkan makan, hanya minum saja." ujar Dokter tadi.


"Terima kasih Dok." ujar Kiya berterima kasih pada Dokter wanita tadi. Setelah itu dokter tadi meninggalkan ruangan Syakirah.


"Syakirah, aku senang kau sudah sadar. Apa ada yang sakit?" tanya Kiya.


"W... Wah... Wahyu..." ujar Syakirah terbata-bata, yang masih belum bisa berbicara sepenuhnya.


"Sudah, jangan memikirkan Wahyu. Kau tahu dia menunggumu sadar tiga hari ini. Dia bahkan tidak masuk kerja sampai tiga hari hanya untuk menemanimu di rumah sakit. Sekarang dia sedang keluar sebentar. Kau tenang saja dia sudah tidak marah kepadamu. Sekarang kau istirahatlah Syakirah, supaya kau cepat sembuh!" jawab Kiya memotong pembicaraan Syakirah.


Syakirah masih termenung dengan ucapan Kiya, karena dia masih belum sepenuhnya percaya kalau Wahyu menunggunya. Jika Wahyu menunggunya pasti saat ini dia ada disini, Kiya bahkan beralasan bahwa Wahyu sedang keluar sebentar.


Syakirah beralih melihat Ahmad yang berdiri di sampingnya.


"A... Ahm... Ahmad... kenapa... ka... kau... a... ada disini....?" tanya Syakirah kepada Ahmad.


"Aku..... hanya menjenguk mu Syakirah. Aku dengar kau sedang dirawat di rumah sakit. Jadi, aku kesini untuk menjengukmu, itu saja." jawab Ahmad.


"Te... terima... kasih... sudah... menjenguk ku... Ahmad..." Ahmad hanya mengangguk. Sebenarnya Ahmad ingin bicara bahwa Ahmad khawatir kepada Syakirah, tapi mengingat dia bukan siapa-siapa Syakirah jadi dia beralasan untuk menjenguk Syakirah.


Ada yang membuka pintu ruang rawat Syakirah. Mereka pun menoleh ke arah pintu. Syakirah melihat Wahyu yang berdiri di ambang pintu. Wahyu pun berjalan mendekati Syakirah.


"Sssttt. Aku mohon jangan minta maaf. Kau tidak bersalah dalam hal ini. Ini semua salahku. Aku yang terlalu egois. Jadi, aku mohon jangan meminta maaf kepadaku!" ujar Wahyu kepada Syakirah.


"Tapi... aku... "


"Jika, kau ingin aku memaafkanmu. Tolong istirahatlah sekarang, jika kau istirahat sekarang, maka aku akan memaafkanmu!"


Mendengar permintaan Wahyu, Syakirah langsung menutup matanya perlahan. Karena dia ingin Wahyu memaafkannya, jadi dia akan menuruti keinginan Wahyu.


Wahyu menatap wajah Ahmad, dia mendengus kesal kepada Ahmad.


"Aku ingin bicara padamu ahmad, secara pribadi!" ujar Wahyu kepada Ahmad dan berlalu pergi meninggalkan Syakirah. Ahmad mengikuti Wahyu dari belakang.


"Kak, kemana Wahyu mengajak Ahmad?" ujar Syakirah. Kiya terkejut mendengar Syakirah, karena tadi dia melihat Syakirah sudah tertidur.


"Syakirah aku pikir kau sudah tidur?" ujar Kiya. Syakirah hanya menggelengkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


"Kak, Wahyu mau mengajak Ahmad kemana?" tanya Syakirah lagi.


"Aku tidak tahu Syakirah. Jangan khawatirkan dia! Aku yakin Wahyu tidak akan menyakiti Ahmad." Syakirah mengangguk.


Syakirah, kau masih saja memikirkan keadaan Ahmad. Kiya


***


Di sisi lain, Wahyu mengajak Ahmad ke sebuah taman rumah sakit. Wahyu menatap Ahmad dengan intens, sementara Ahmad menatap Wahyu dengan tatapan datarnya.


"Kenapa kau mau mengajakku bicara?" tanya Ahmad. Wahyu hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Ahmad. Tak lama ada tiga orang yang muncul dari belakang Ahmad dan berjalan ke arah Wahyu.


"Hei Ahmad, mau kau apakan Syakirah?" Rey.


"Hm? Apa maksudmu? Aku bahkan tidak berbuat apa-apa kepada Syakirah." Ahmad.


"Hei, aku mendengar percakapan antara kau dan Kiya. Kau sedang berusaha mendapatkan Syakirah dengan cara licikmu itu kan!?" Rey. Ahmad tersenyum licik mendengar ucapan Rey.


"Apakah kau cemburu Reyhan Ilham?" Ahmad.


"Aku tidak cemburu! Aku hanya ingin melindungi Syakirah dari lelaki br*ngs*k sepertimu. Kau sudah memiliki kekasih tapi kau masih mengincar Syakirah. Sebenarnya apa mau mu? kau mau menyakiti Syakirah lagi hah?" Rey.


"Hhmm... aku tidak akan menyakiti Syakirah sedikit pun. Kau tenang saja, aku tidak akan menyakiti Syakirah. Aku memang tidak bisa berjanji jika aku tidak menyakiti Syakirah, tapi aku akan berusaha untuk tidak menyakiti syakirah!" Ahmad.


"Huh! Ucapanmu tidak bisa di pegang sama sekali. Aku tidak akan pernah percaya kepadamu lagi!" Wahyu.


"Terserah kalian percaya atau tidak. Tapi, perlu kalian ketahui aku akan mendapatkannya lagi. Entah itu dengan cara licik atau tidak, tapi aku akan mendapatkannya lagi!" Ahmad.


"Hei Ahmad, kau dengar baik-baik ya! Kami akan mendukungmu jika Syakirah ingin bersamamu dan kami juga akan menolakmu jika Syakirah tidak mau denganmu. Semuanya tergantung Syakirah. Kau dulu pernah menyakiti Syakirah dan aku tidak akan membiarkan Syakirah terluka untuk yang kedua kalinya karena orang yang sama. Jika, kau ingin mendapatkan Syakirah kembali, maka kau harus berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkannya. Kau mengerti?" Wahyu.


"Lebih baik kalian urus masalah kalian sendiri dan jangan ikut campur urusan orang lain!" Ahmad.


"Hei, kami tidak mencampuri urusan orang lain. Kami mencampuri urusan Syakirah. Urusan Syakirah adalah urusan kami juga!" Navile.


"Ya, benar. Syakirah adalah sahabat kami, jadi jika dia punya masalah, kami akan membantunya!" Ryan.


"Ck. Kalian keras kepala juga ternyata." Ahmad.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2