Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Kiya memendam sesuatu


__ADS_3

Karena mereka berdua sudah berbincang-bincang dan kak Rahman juga harus segera kembali ke tempat kerjanya, akhirnya dia pergi meninggalkan Kiya sendirian di restoran tersebut.


Kiya mengambil hpnya dan memblokir serta menghapus sebuah nomor di benda pipih itu. Dia sedang tidak ingin di ganggu untuk hari, agar hatinya bisa lebih tenang dan agar emosinya tidak meluap.


Kiya menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Memejamkan matanya, berfikir sejenak dan mengontrol emosinya.


Sabar ya, bertahan sekali lagi. batin Kiya menyemangati dirinya sendiri.


Kiya berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan restoran itu.


***


Sementara di pabrik, Ahmad sedang mengumumkan tentang hari ulang tahunnya, dimana dia akan mengadakan makan-makan.


"Datang ya." ujarnya kepada Wahyu, Rey, Ryan dan Navile.


Mereka berempat melirik Syakirah dan Syakirah hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Akan aku usahakan datang." ujar Wahyu.


"Apa kau tidak bisa datang ke pesta ulang tahunku?" tanya Ahmad.


"Hari ulang tahunmu bertepatan dengan acara yang tidak bisa kami batalkan. Ya kan Syakirah?" ujar Rey.


Ahmad melihat ke arah Syakirah meminta jawaban.


"Iya. Kami akan usahakan datang di hari ulang tahunmu. Kami tidak bisa janji, karena kami juga tidak bisa membatalkan urusan kami, karena kami sudah membuat rencana ini jauh sebelum ulang tahunmu." jelas Syakirah.


Ahmad menghela nafas, tersenyum mengangguk mendengar penjelasan dari Syakirah. Kecewa? Tentu saja, karena Ahmad sangat berharap lebih kepada mereka.


Syakirah dan teman-temannya berbohong? Tentu saja, mereka ingin sesekali menjahili Ahmad meskipun agak sedikit meyakitkan.


Karena Ahmad sudah selesai mengumumkan pengumunan acara ulang tahunnya tadi, akhirnya mereka semua kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


***


Hari sudah menjelang malam, Evan sedang duduk di sofa kamarnya sambil berusaha untuk menghubungi nomor seseorang yang suka sekali dia jahili. Ya, seseorang itu adalah Kiya. Siapa lagi kalau bukan Kiya. Sudah menjadi rutinitas setiap malam untuk menjahili Kiya. Tapi Evan tiba-tiba bingung karena Kiya tidak bisa di hubungi dari tadi.

__ADS_1


"Kemana ya nih anak? Biasanya juga kalau gue telpon pasti balas, kok tumben sekarang nggak? hpnya juga gak aktif lagi." gumamnya.


Karena tidak dapat panggilan dari Kiya akhirnya Evan beralih ke nomor Syakirah.


"Halo? Ngapain lo nelpon gue malem-malem?" tanya di seberang sana dengan nada yang sangat ketus.


"Yaelah Syaki, ketus banget sih lo sama gue. Gue ada salah apa coba sama lo?" ujar Evan.


"Salah lo banyak sama gue!"


"Iya-iya maaf."


"Udah, gak usah kebanyakan bac*t deh lo! Lo mau apa? Atau gue mati'in ni telpon."


"Iya-iya-iya, jangan di mati'in napa sih? Sabar. Gue mau tanya soal Kiya."


"Kenapa sama kak Kiya? Dia baik-baik aja kok tadi gue lihat, kayak biasanya."


"Tadi gue udah telpon berkali-kali tapi hpnya gak aktif."


Syakirah yang ada di seberang sana mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Evan. Karena dia sendiri juga baru saja bertelepon dengan Kiya.


Sekarang gantian Evan yang kebingungan dengan apa yang di ucapkan Syakirah. Perasaan Evan dari tadi telpon Kiya tapi yang ada telponnya juga gak nyambung.


"Lo ngomong apa sih, Syaki? Orang gue dari tadi nelpon dia gak nyambung kok." ujar Evan.


"Apa sih! Orang gue nyambung kok!"


"Tapi gue nggak!"


"Ya gak tau. Hp lo aja kali yang ngelag!"


"Mana ada, hp gue baik-baik aja kok."


"Gak tau! Jangan tanya gue! Gue sibuk! Jangan ganggu gue! Bye!"


"Eh! Syaki! Syaki!"

__ADS_1


Tut... tut... tut...


"Yaelah pakai di matiin segala lagi, orang belum selesai ngomong padahal." gumam Evan sambil melihat layar hpnya.


Tadi Syaki bilang kalau dia nelpon Kiya nyambung, lah terus kenapa gue gak nyambung? Hp gue baik-baik aja kok padahal. Gue ada salah apa ya sama Kiya? batin Evan kebingungan sendiri.


Sementara Syakirah juga di landa kebingungan dengan ucapan Evan di telpon tadi.


Perasaan telpon kak Kiya nyambung kok, tapi kenapa Evan ngomong gak nyambung ya? Masa iya mereka berdua berantem? Tapi kayaknya nggak deh. Kak Kiya tadi juga kayak gak apa-apa kok, dia juga baik-baik aja tapi rada ada yang aneh juga sih. batin Syakirah.


Karena tidak mau berdebat dengan otaknya tentang masalah Evan dan Kiya, akhirnya Syakirah memutuskan untuk menelpon Kiya.


"Halo. Assalamualaikum. Ada apa? Kan tadi baru saja selesai telpon?" ujar Kiya yang ada di seberang sana.


"Waalaikumsalam, kak. Iya hehe, ada yang mau aku omongin sama kakak." jawab Syakirah.


"Apa?" tanya Kiya yang ada di seberang sana.


"Tadi Evan baru aja telpon aku kak, dia bilang dia nelpon kakak tapi gak nyambung padahal tadi kan aku baru saja nelpon kakak. Kakak ada masalah sama Evan?"


Terdengar hela'an nafas dari seberang sana. Kiya tahu kalau Evan pasti akan menghubungi Syakirah, jadi Kiya tidak terlalu terkejut dengan hal ini.


"Tidak ada kok, Rah."


Bohong Kiya jika dia tidak ada masalah dengan Evan, hanya dia mau menutupi semua kebusukan tentang Evan dan menyimpannya sendiri.


"Masa iya kak tidak ada? Terus kenapa Evan bilang kalau dari tadi telpon kakak tidak nyambung ya? Kakak beneran tidak ada masalah sama Evan?" tanya Syakirah menyelidik.


"Kamu gak perlu tau, Rah. Cukup kakak dan Allah saja yang tahu. Kakak mohon kau jangan ikut campur urusan kakak ya. Kakak tidak mau menambah beban pikiranmu. Biarkan kakak yang menyelesaikan masalah kakak sendiri. Kau hanya cukup melihat dan mendengar saja." jelas Kiya.


Kiya berharap kalau Syakirah bisa mengerti dengan keadaannya ini. Kiya sedang tidak ingin membahas tentang Evan yang membuat hatinya berdenyut nyeri. Inilah kenapa Kiya tidak terlalu suka berteman ataupun bergaul dengan laki-laki, apalagi Kiya juga takut sekali dengan yang namanya sakit hati.


"Ya sudah kalau kakak tidak mau cerita. Aku juga gak maksa kakak kok. Kalau begitu aku tutup telponnya kak. Assalamualaikum." pamit Syakirah.


"Waalaikumsalam." jawab Kiya.


Kiya memandangi hpnya dengan nanar dan tersenyum kecut. Sementara Syakirah merasa sangat curiga sekali.

__ADS_1


Kayaknya emang ada masalah antara kak Kiya sama Evan, tapi masalah apa? Perasaan mereka berdua baik saja kok? Tanya kak Kiya, kak Kiya juga tidak mau kasih tahu. Tanya Evan, Evan juga tidak tahu masalah apa. Kak Kiya kalau sudah seperti ini tidak akan memberitahu siapapun dan memendamnya sendiri. batin Syakirah.


Bersambung......


__ADS_2