Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Rencana Kiya dan Wahyu ( Part 3 )


__ADS_3

Kiya sedang menunggu kedatangan Syakirah. Dia sudah menyiapkan segalanya, tidak mungkin kan dia berhenti di tengah jalan.


"Maaf, kak. Kau pasti sudah menunggu lama kan? Tadi aku ada sedikit masalah di pabrik." ujar Syakirah duduk di bangku depan Kiya.


"Tidak apa-apa."


"Apa yang ingin kakak bicarakan?" tanya Syakirah. Padahal Syakirah sudah tahu apa yang akan dibicarakan kakaknya itu.


"Kau sudah tahu dari Wahyu kan? Seperti apa yang dikatakan oleh Wahyu. Aku dan Wahyu akan membawamu pergi." ujar Kiya.


"Tapi kak, aku takut akan menyakiti perasaan orang lain."


"Jangan khawatirkan hal itu. Aku mohon Syakirah, sekali ini saja. Aku ingin menghukum Ahmad untuk sekali ini saja. Biar dia tahu apa arti kehilangan itu." Akhirnya Syakirah mengangguk dengan ucapan Kiya.


"Wahyu sedang mengurus cuti kalian berdua. Sekarang kita pulang dan menyiapkan barang-barang kita." perintah Kiya.


"Tapi kak, bagaimana kalau ibuku sampai bertanya?"


"Bilang saja kalau kau ada urusan pekerjaan."


"Kalau Ahmad sampai datang ke rumah dan bilang ke ibuku kalau aku pergi dengan kakak bagaimana?" tanya Syakirah takut.


Kiya berfikir. Apa yang dikatakan oleh Syakirah ada benarnya, tapi apakah harus jujur. Kiya takut, kalau Syakirah jujur ibunya tidak akan mengizinkannya.


"Jujur saja kalau begitu. Aku yakin ibumu pasti mengizinkanmu jika pergi denganku." ujar Kiya. Syakirah hanya bisa mengangguk dengan ucapan Kiya.


Syakirah dan Kiya akhirnya pulang dan menyiapkan barang-barang mereka.


***


Sementara keempat sahabat Syakirah sedang berdebat dengan bu Ariana. Wahyu sangat emosi karena dia tidak mendapatkan izin.


"Bu, ibu mengizinkan atau tidak saya akan tetap tidak akan masuk kerja!" ujar Wahyu emosi.


"Wuhyu, tolong mengertilah. Jika kamu tidak ada di pabrik lalu siapa yang akan menyelesaikan dokumen-dokumen itu?" tanya bu Ariana.


"Sewaktu saya belum masuk kesini pun, semuanya juga bisa menyelesaikan pekerjaannya! Ryan, Rey dan Navile akan cuti hanya seminggu. Sementara aku dan Syakirah akan cuti selama satu bulan. Jika ibu tidak mengizinkan maka terpaksa saya akan resign dari pabrik!" ancam Wahyu.


"Wahyu, saya mohon jangan resign dari pabrik ya."

__ADS_1


"Kalau begitu izinkan saya untuk mengambil cuti bu!"


Bu Ariana benar-benar serba salah. Jika dia tidak mengizinkan Wahyu pergi maka Wahyu akan resign dari pabrik. Tapi jika dia mengizinkan Wuhyu pergi lalu siapa yang akan mengurus perkerjaan Wahyu? Karena sudah pusing, akhirnya bu Ariana menelpon pak Adi untuk datang keruangannya.


"Kalian tunggu sebentar, nanti pak Adi yang akan mengizin tidaknya kalian." mereka berempat mengangguk.


Sekitar sepuluh menit, akhirnya pak Adi datang dan bertanya kepada mereka.


"Ada apa ini?" tanya pak Adi.


"Begini pak. Mereka ingin mengambil cuti. Mereka bertiga akan mengambil cuti selama seminggu ( Tunjuknya kepada Rey, Ryan, dan Navile. ) Lalu Wahyu dan Syakirah akan mengambil cuti selama satu bulan. Jika saya tidak mengizinkan mereka, maka mereka akan resign dari pabrik dan itu sangat merugikan bagi kita pak." jelas bu Ariana kepada pak Adi. Pak Adi mengangguk mengerti dengan penjelasan bu Ariana.


"Apa tujuan kalian mengambil cuti?" tanya pak Adi pada mereka berempat.


"Ini urusan pribadi. Saya tidak akan memberitahunya!" jawab Wahyu.


"Baiklah. Saya akan akan memberikan kalian cuti sesuai dengan apa yang kalian minta. Tapi dengan syarat. Kalian tidak boleh resign dari pabrik ini. Bagaimana?"


"Deal." ujar Wahyu.


"Baiklah, sesuai dengan permintaan kalian. Kalian pulanglah, supaya masalah kalian cepat selesai." mereka berempat mengangguk dan meninggalkan ruangan bu Ariana.


"Ariana, sesekali turuti apa kata mereka. Mereka itu sangat penting bagi kita. Jadi turuti saja. Aku yakin saat mereka kembali mereka akan menyelesaikan pekerjaan mereka." jawab pak Adi. Ariana hanya mampu mengangguk saja.


***


Sementara Syakirah sedang menyiapkan segalanya perlengkapannya. Dia sudah minta izin kepada kedua orang tuanya, dan orang tuanya mengizinkan. Syakirah tidak menutupi apa-apa dari orang tuanya, dia berkata jujur kepada mereka.


"Syakirah, hati-hati ya saat di jalan nanti. Ingat kamu pergi ke kota orang." ujar ibu Syakirah. Syakirah tersenyum.


Syakirah memasukkan pakaiannya kedalam koper dengan air mata yang terus mengalir. Syakirah menutup kopernya saat barang-barangnya sudah masuk semua kedalam koper. Syakirah menatap ibunya dan memeluknya.


"Iya bu. Syakirah minta doanya saja bu." ujar Syakirah sambil melepaskan pelukannya.


"Ibu yakin, dengan kamu melakukan hal ini pasti Ahmad mengerti akan kehilangan seseorang." Syakirah mengangguk dengan ucapan ibunya.


Syakirah mengambil kopernya dan membawanya keluar menunggu Kiya. Kiya sudah datang dengan mobil kak Rahman. Syakirah berpamitan kepada ibunya dan memberi ibunya uang untuk sebulan.


"Ini bu, buat belanja sama buat sekolahnya adik." ujar Syakirah sambil menyodorkan amplop yang berisi uang.

__ADS_1


"Syakirah, kamu jangan kasih ibu uang. Ibu masih ada uangnya. Ini kamu pakai saat disana saja ya." tolak ibunya halus.


"Tidak, bu. Ibu terima ya. Aku mohon." dengan berat hati ibu Syakirah menerima uang yang diberikan Syakirah.


Syakirah menyalami punggung tangan ibunya dan berpamitan untuk pergi. Syakirah masuk kedalam mobil kak Rahman dengan air mata uang terus mengalir. Dia sangat berat untuk pergi meninggalkan orang tua dan adiknya, meskipun hanya satu bulan.


"Jangan sedih, Syakirah. Ibumu pasti akan senang jika kau bisa melupakan masa lalumu." ujar Kiya. Syakirah hanya mengangguk dan menghapus air matanya.


"Kita kerumah Wahyu dulu. Teman-teman mu sudah menunggumu disana. Berpamitan kepada mereka bertiga dan sampaikan pesanmu untuk Ahmad, nanti mereka akan mengatakannya kepada Ahmad. Mungkin nanti lebih baik di rekam saja supaya Ahmad bisa percaya." ujar Kiya. Syakirah hanya diam tidak menjawab.


Saat sampai di rumah Wahyu, Syakirah melihat ke empat sahabatnya sedang menunggunya. Mereka berdua turun dari mobil.


"Syakirah, jangan bersedih. Ini demi kebaikanmu juga." ujar Wahyu. Syakirah hanya menanggapi dengan senyuman.


"Syakirah, ayo buat rekamanmu. Kita akan mulai perjalanan kita malam ini. Kalian bertiga sudah siap kan dengan rencana kalian?" tanya Kiya kepada Rey, Ryan dan Navile.


"Sudah, kau tenang saja. Semuanya pasti akan berjalan dengan baik." jawab Rey.


Mereka semua masuk ke rumah Wahyu dan memulai merekam Syakirah.


"Syakirah, apa kau sudah siapkan kata-kata?" tanya Wahyu.


"Belum." jawab Syakirah singkat.


"Pikirkan apa yang ingin kau katakan. Semua, semua tentang isi hatimu yang selama ini kau pendam."


Syakirah nampak berfikir.


"Apa semuanya?" tanya Syakirah.


"Jika kau tidak keberatan boleh, tapi jika kau keberatan tidak usah." ujar Kiya. Syakirah mengangguk. Dia mulai memikirkan kata-kata yanh dia pendam selama ini.


***


Happy eid mubarak๐Ÿ™๐Ÿป


Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1-2 Syawal 1142 H. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Author minta maaf ya sama kalian, kalau author punya salah dan pernah khilaf ke kalian๐Ÿ™๐Ÿป Karena Author juga manusia biasa seperti kalian yang tidak luput dari kesalahan. ๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2