Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Adegan setengah panas


__ADS_3

Evan terus mengamati Kiya dari mobilnya, sampai Kiya menghilang di persimpangan jalan. Evan sudah menyalakan mesin mobilnya dan berniat untuk pulang, tapi baru saja ada sebuah motor ninja yang lewat yang menarik perhatian Evan. Evan tersenyum licik, lalu dia mengejar motor ninja itu.


Evan terus mengejar motor ninja itu, sampai di sebuah jalan yang dekat dengan kuburan dan sangat sepi, Evan memotong jalan motor itu dengan mobil sportsnya itu. Orang yang membawa motor ninja itu kesal dan menyuruh Evan untuk turun dari mobil, Evan pun turun dari mobil.


"Tunggu! Kau Evan kan?" tanya orang itu memastikan.


"Iya, gue Evan. Gak nyangka lo kenal sama gue, kagum juga gue. Salam kenal gue Evan dan lo Ahmad kan." ujar Evan. Ya orang yang memakai motor ninja tadi adalah Ahmad dan itu berhasil menarik perhatian Evan karena Ahmad adalah mantan kekasih Syakirah.


"Gue cuma mau ngomong sesuatu sama lo." ujar Evan.


"Ngomong apa? Kita juga gak saling kenal. Kenapa lo ngajak ngomong gue?" tanya Ahmad tak suka karena memang dia tidak suka dengan lelaki yang pernah menjadi mantan Syakirah.


"Gue cuma mau ngomong, jangan pernah lo deketin Syakirah lagi!" Evan menekankan kata-katanya sambil menunjuk-nunjuk bahu Evan dan sedikit mendorongnya.


"Emangnya kenapa? Ada yang salah? Lagi pula Syakirah itu bukan punya siapa-siapa juga kok. Jadi gak ada yang salah kalau gue deket sama Syakirah." ujar Ahmad.


"Apa lo bilang? Syakirah bukan punya siapa-siapa? Lo salah! Syakirah udah jadi milih gue kembali." ujar Evan.


Deg.


Hati Ahmad sakit rasanya saat mendengar ucapan Evan baru saja. Dia tidak percaya kalau Syakirah kembali lagi dengan Evan, lelaki yang pernah meninggalkannya dulu bagai barang yang sudah tidak di butuhkan oleh pemiliknya. Tapi bukannya Evan suka dengan Kiya ya saat ini, apa mungkin Evan hanya menolong Kiya saja? Tapi Kiya tidak perlu di tolong kan.


"Gue gak percaya! Gue tau kalau lo mau manas-manasin gue aja kan?! Gak usah sok jadi orang! Syakirah gak akan pernah mau balikan sama cowok brengsek kayak lo lagi!" ujar Ahmad emosi.

__ADS_1


"Terserah lo mau ngomong apa, tapi emang gitu kok kenyataannya. Gue ingetin sekali lagi, jangan pernah lo deketin Syakirah lagi! Ngerti lo!"


Setelah mengucapkan kata itu, Evan pergi dari hadapan Ahmad dan meninggalkan Ahmad yang sedang diam membeku, sementara Evan yang ada di dalam mobil tersenyum sangat licik.


Itu tidak mungkin, aku yakin Syakirah tidak balikan lagi dengan Evan. Aku yakin Evan hanya memanas-manas'i ku saja karena dia ingin mendapatkan Syakirah. batin Ahmad yang masih berfikiran positif.


Ahmad menyalakan motornya kembali dan melanjutkan perjalanannya untuk ke rumah kakak sulungnya itu.


***


Sementara di rumah Roy, Roy sedang mendorong kursi roda Clara sampai kamarnya. Roy menggendong tubuh Clara dan membaringkannya di tempat tidur, sambil mengecup hidung mancung Clara.


"Roy, gimana kalau seandainya Evan punya niat tersembunyi di balik kedekatannya dengan Kiya?" tanya Clara. Roy mengecup kening Clara.


"Jangan gitu dong, Roy! Andai lo jadi perempuan emang lo mau cuma buat mainan doang? Nggak kan! Ayo cari informasi bareng." bujuk Clara. Roy tidak mendengarkan Clara, dia menjilat leher jenjang Clara.


"Roy, ayo dong! Ya, mau ya? Kita cari informasi bareng-bareng!" ajak Clara lagi. Roy tidak mendengarkan dan masih sibuk dengan urusannya sendiri. Sampai akhirnya Clara menarik rambut Roy.


"Roy, plis! Mau ya?" bujuk Clara lagi.


"Kasih aku jatah kalau gitu." ujar Roy dengan mata yang sudah di penuhi oleh hasrat.


"Apa?! Jatah?! Jatah apaan coba?!" tanya Clara terkejut.

__ADS_1


Clara berusaha untuk menghilangkan pikiran kotornya. Roy membelai perut Clara dan semakin turun, lalu dia mengusap area sensitive milik Clara. Clara terkejut dan langsung menampar Roy, belum sampai tangannya ada di wajah Roy, Roy sudah mencekal tangan Clara.


"Jangan macam-macam lo, Roy!" ujar Clara berteriak.


Roy tidak mendengarkan dan menggigit pergelangan tangan Clara, yang membuat Clara meringis kesakitan yang membuat Roy semakin menjadi. Roy membelai area sensitive Clara dan menekan kl*t*r*s Clara, Clara menggigit bibirnya sendiri agar suaranya tidak keluar.


Kraataaakkk...


Roy merobek gaun milik Clara, lebih tepatnya gaun yang Roy beli untuk Clara. Sebuah gunung kembar yang masih tertutup dengan rapat, nafas Clara naik turun dan membuat dadanya juga ikut naik turun, Roy menelan ludahnya kasar. Clara menutupi kedua area terlarangnya dengan kedua tangannya agar Roy tidak semakin menjadi.


Kraataaakkk...


Bra yang di pakai Clara juga di sobek oleh Roy yang membuat kedua gunung kembarnya terlihat begitu sangat jelas. Roy m*l*m*t, menjilat dan menggigit gunung sebelah kanan milik Clara. Tangan Roy tak tinggal diam, dia meremas gunung kiri milik Clara dan gunung itu sangat pas di genggaman tangan Roy. Clara m*nd*s*ah dan itu membuat Roy semakin menjadi. Roy menindih tubuh Clara dengan tubuhnya. Roy m*l*m*t bibir ranum Clara dan tangannya meremas kedua buah gunung kembar Clara. Roy berhenti saat pipinya terasa basah, dia menjauhkan wajahnya dan melihat Clara yang menangis karena perbutannya.


"Jangaaaan... hiks... " ujar Clara terisak.


Roy merasa bersalah, dia turun dari tubuh Clara dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Clara yang hampir telanjang semuanya. Roy membawa tubuh Clara untuk berada di pelukannya. Roy beberapa kali mengecup kening Clara dan mengusap punggung Clara agar Clara tidak menangis lagi.


"Maaf." hanya kata maaf yang bisa Roy ucapkan untuk saat ini.


Besok dia akan berbicara dengan Clara mengenai hal ini. Perlahan-lahan Clara mulai tenang, tapi tubuhnya merasa sangat dingin sekali. Keringat dingin dari tadi muncul dari tubuh Clara karena saking takutnya dia tadi. Roy terus menenangkan Clara, agar Clara bisa rileks kembali tapi tentu saja itu tidak mudah karena ini juga pertama kalinya Clara mendapatkan sentuhan seperti itu, apalagi Roy juga bukan suaminya, jadi wajar jika Clara ketakutan.


Clara berusaha untuk lebih tenang lagi meskipun hatinya sedang tidak karuan saat ini, apalagi setengah tubuhnya juga sudah telanjang. Dia takut tiba-tiba Roy akan menidurinya saat dia sudah terlelap nanti. Hati Clara sedang tidak karuan saat ini, ada rasa penyesalan saat Roy mengajaknya ke rumah dan menyuruhnya untuk berobat. Bagi Clara ini sama saja dengan menjual tubuhnya sendiri kepada Roy, karena Clara sudah berhutang uang dan budi kepada Roy. Tanpa Roy, tidak mungkin Clara akan hidup lebih lama lagi dan kakinya juga tidak akan sembuh sampai dia mati nanti. Setelah hati Clara sudah benar-benar tenang, akhirnya dia tidur di pelukan Roy, Roy juga demikian, dia tidur sambil memeluk tubuh Clara. Akhirnya mereka berdua tertidur setelah melakukan adegan setengah panas itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2