Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Evan kebingungan


__ADS_3

"Emang gue pikirin!" Syakirah melengos dan langsung menyalakan mesin motornya, meninggalkan Roy yang sedang panik bukan main. Kalau sudah menyangkut soal Syakirah, Evan akan melakukan apa saja. Bahkan bodyguardnya pun juga akan ikut campur.


Roy sedang kebingungan, dia ingat kata-kata Clara sebelum dia berangkat tadi. Roy benar-benar menyesal sekali karena tidak mendengarkan perkataan Clara, kalau mendengar pasti tidak akan jadi seperti ini. Roy menaiki motornya dan melanjutkan perjalanannya untuk ke markas.


Flashback on


Pagi ini Roy sudah siap dengan jaket geng motornya. Clara sedang sarapan dengan mama papa Roy.


"Morning." ujar Roy sambil menarik kursi meja makan.


"Morning." jawab mama papa Roy. Kedua Orang tua Roy mengerutkan keningnya bingung karena leher Roy penuh dengan tanda kepemilikan.


"Leher kamu kenapa, Roy?" tanya mama Roy. Roy tersenyum senang tapi tidak dengan Clara, Clara menundukkan kepalanya sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


"Biasa, ma. Kerjaan ini." Roy menunjuk Clara dengan ekor matanya.


Blush.


Wajah Clara merah padam karena Roy blak-blak'an dengan tanda kepemilikan itu. Clara semakin menundukkan kepalanya karena malu. Terdengar helaan nafas dari mama Roy.


"Jangan pernah melebihi batas kamu, Roy!" peringat mama Roy.


"Tenang aja, ma. Aku juga gak bakal ngapa-ngapain kok." jawab Roy.


Akhirnya mereka semua sarapan dengan tenang, hanya ada dentingan sendok yang terdengar. Selesai dengan sarapan Roy keluar dari rumah dan bersiap untuk pergi dengan motornya. Baru saja Roy mau memakai helmnya tapi Clara memanggilnya.


"Roy!" teriak Clara. Roy turun dari motornya dan menghampiri Clara yang berjalan dengan terseok-seok.


"Kenapa?" tanya Roy.


"Mau kemana?" Clara bertanya balik.


"Mau ke markas."


"Gue ikut, sekalian antar gue ke markas."

__ADS_1


"Jangan harap!" tolak Roy dengan tegas.


"Ayolah, Roy. Gue juga mau ketemu sama temen-temen gue, gue bosen disini." gerutu Clara. "Seenggaknya gue juga mau pamitan sama mereka semua, apalagi Syakirah. Gue pikir pasti dia nyari gue sekarang." lanjut Clara.


"Gak usah banyak alasan! Syakirah gak bakalan nyariin lo!" Roy melengos. "Kalau lo mau ikut... " Roy menunjukkan lehernya. "Lo harus tandai leher gue dulu." Roy memberi tantangan, dia yakin sekali kalau Clara akan menolak. Wajah Clara merah padam antara malu dan menahan amarah.


"Kalau gitu gak jadi." jawab Clara lesuh. Roy menyungging senyumnya senang, benar kan dugaannya. "Tapi seenggaknya beri tahu Syakirah kalau gue ada sama lo." lanjut Clara lagi.


"Gak akan pernah!" Roy pergi meninggalkan Clara yang mematung di depan pintu. Roy menyalakan mesin motornya dan keluar dari gerbang rumahnya.


Flashback off


Kini Roy menyesal karena tidak menuruti kemauan Clara. Roy pikir Syakirah tidak akan pernah mencarinya tapi dugaannya salah, Syakirah malah mencari Clara. Roy sangat gusar saat ini.


Roy sudah sampai di markas, membating tubuhnya di sofa lalu melepaskan jaketnya. Teman-teman Roy terkejut saat melihat leher Roy yang penuh dengan tanda ungu kebiruan.


"Kenapa tu sama leher lo?" tanya Thomas. Roy tersenyum senang.


"Ini?" tunjuk Roy dengan jarinya. "Stempel dari cewek kesayangan gue lah." jawab Roy dengan tersenyum senang.


"Ini itu cewek spesial. Cewek kesayangan gue dan gak ada bandingnya dengan cewek lain."


"Siapa?"


"Kepo lo!" Thomas mendengus kesal dengan jawaban yang di berikan oleh Roy. Dari pada berbicara dengan Roy lebih baik dia tidur saja.


***


Sementara di caffe XX, Syakirah dan Evan sedang berbicara. Syakirah dengan raut wajah emosi, sementara Evan dengan wajah kebingungan.


"Terus gue harus gimana?" tanya Evan saat Syakirah selesai bercerita


"Ya lo harus kasih tau Roy lah, suruh dia minta maaf ke Clara." ujar Syakirah penuh emosi.


"Tapi Syaki, ini kan juga salah Clara juga. Lagian kamu ngapain sih pakai ikut campur urusan mereka berdua? Gak usah lah!" ujar Evan frustasi.

__ADS_1


"Enak aja lo kalau ngomong! Roy itu pernah nyakiti hati Clara dan luka yang Roy berikan itu membekas di hati Clara sampai saat ini. Meskipun di hadapan semua orang dia baik-baik saja tapi hatinya masih terluka, sama kayak gue!" Syakirah menyamakan Clara dengan dirinya. Evan tertegun mendengar ucapan Clara.


"Ya udah bentar. Aku telpon Roy dulu." putus Evan akhirnya. Tapi sebelum Evan menelponnya ada pesan masuk dari Roy, Evan segera membuka pesan itu.


"Van, gue mau ngomong sama lo tapi lo jangan kasih tau siapa-siapa apalagi Syakirah, bisa panjang nanti urusannya!" pesan dari Roy.


"Apa?" pesan balasan dari Roy.


"Clara ada di rumah gue sekarang. Gue mau ajakin dia berobat, dia ada penyakit serius jadi gue mau ajak Clara berobat ke rumah sakit ternama Amerika. Gue mau pamit sama lo, nanti malam soalnya gue berangkat. Tolong juga jangan kasih tau Syakirah, ini rahasia kita." pesan dari Roy.


"Terus gue harus gimana? Emangnya si Clara sakit apa? Syakirah udah marah-marah sama gue nih, gue juga bingung."


"Pokoknya penyakit dia serius dan harus segera di operasi. Gue gak tau gimana caranya lo jelasin ke Syakirah, jawab sepintar-pintar lo aja deh!" Evan mendengus kesal melihat pesan yang di berikan oleh Roy.


"Nanti gue coba. Lo sekarang ada dimana? Kapan lo pulang dari Amerika?"


"Gue masih ada di markas sekarang ini. Gue juga gak tau tapi perkiraan seminggu lagi gue pulang."


"Oke, semoga lancar."


"Oke, thanks."


Evan kebingungan, dia ingin memberitahu Syakirah tapi Roy bilang ini rahasia.


Gue harus gimana coba? Kalau Roy ngomong rahasia berarti kemungkinan besar Syakirah gak tau dong? Emang Clara punya penyakit apa sih? Roy bahkan sampai turun tangan. Tumben tu anak, dulu aja ngejelekin Clara gara-gara miskin, lah sekarang berbanding terbalik sama apa yang dia ucapkan. gerutu Evan di dalam hatinya.


Evan tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada Syakirah. Dia berada di posisi yang serba salah tapi tidak tahu harus melakukan apa. Mau jujur tapi Evan sudah bilang ke Roy kalau dia tidak akan memberitahu Syakirah. Tapi jika dia tidak memberitahu Syakirah yang sebenarnya, Syakirah pasti akan marah padanya dan itu bisa merusak kedekatannya dengan Syakirah.


"Syaki, sebenarnya Clara baik-baik aja kok." ujar Evan ragu.


"Baik-baik aja? Kenapa lo bisa tau? Lo kan juga gak tau dia dimana." ujar Syakirah.


"Ceritanya panjang Syaki, aku gak bisa cerita sama kamu, rahasia soalnya. Kalau kamu pengen tau kamu tanya aja ke Roy." jelas Evan.


"Lah kok jadi tanya ke Roy? Roy tau dimana Clara?" Syakirah kebingungan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2