
"Sekalian dong, Syaki. Beli kok setengah-setengah. Ya udah karena domininya udah sampai di tangan kamu, aku pulang ya. Cepet tidur udah malam soalnya."
Syakirah mengangguk dan Evan pergi meninggalkan rumah Aliya. Syakirah mengeluarkan hpnya dan mengirimkan pesan kepada anak buahnya agar datang ke rumah Aliya.
***
Sementara Clara sedang menangis tersedu-sedu di bawah selimut. Semua orang di rumah Roy termasuk Roy pun berusaha untuk membujuk Clara agar mau makan, karena semenjak dia sadar tadi dia tidak mau makan sama sekali. Apalagi saat Clara mendengar bahwa dia akan di operasi dan semua biaya akan di tanggung oleh keluarga Roy.
"Clara, lebih baik lo makan dulu. Lo gak lapar apa dari tadi pagi belum makan?" ujar Roy yang masih betah untuk membujuk Clara. Roy pun sampai tidak datang ke markas karena Clara. Clara masih meringkuk di bawah selimut dan air matanya masih mengalir deras.
Kenapa hidup gue kayak gini banget sih?! Apa salah gue? Semenjak gue lahir gue gak pernah dapat kasih sayang sama sekali, yang ada malah dapat siksaan. Gue ini titipan dari Tuhan buat orang tua gue tapi mereka malah membuang gue. Apa salah gue? Dan ini apa lagi? Kaki kanan gue harus di operasi? Dan biaya operasi itu di tanggung oleh keluarga Roy? Apa kedatangan gue ke dunia ini cuma beban bagi orang lain? Kenapa sih Tuhan menghadirkan gue di dunia? Gue ingin kembali lagi ke Tuhan, supaya beban yang selama ini gue pikul sendiri selama ini bisa hilang. batin Clara.
Roy berdecak kesal karena Clara selalu mengabaikannya. Roy menarik tubuh Clara, bahkan selimut yang Clara pakai untuk menutupi dirinya tersibak sampai melihat wajah acak-acakannya. Clara menatap Roy dengan tatapan sendu, dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat ini.
"Heh! Lo gak lapar apa?" tanya Roy lagi sambil merapikan rambut Clara yang berantakan. Clara menggelengkan kepalanya tanda sebagai jawaban.
"Huh! Ck! Di kasih hati kok malah minta jantung! Mau lo itu apa sih?" tanya Roy.
__ADS_1
"Gue mau lo cabut rujukan lo buat kirim gue ke Amerika." jawab Clara lirih.
"Huh! Jangan harap!"
"Roy, lo kenapa sih? Lo kenapa nolongin gue? Biarin aja gue sakit. Gue ingin cepat-cepat kembali ke pemilik gue yang asli. Gue capek disini, Roy. Gue capek. Hiks." ujar Clara sesenggukan.
"Kalau ngomong jangan asal ya lo! Kalau belum waktunya kembali ya gak akan pernah kembali! Lo sakit sampai sekarat pun kalau belum waktunya kembali juga gak akan kembali!" Roy menegaskan. Pusing sekali kepalanya melihat Clara seperti ini. "Udah deh, lebih baik lo sekarang makan, terus minum obat. Dan kalau bisa lo jalan-jalan ke taman depan rumah gue sana, nanti gue yang temenin." ujar Roy. Clara diam tidak menjawab. "Huh! Ck! Lo keras kepala banget sih!" Roy mulai frustasi.
"Lo kenapa sih nolongin gue? Gue itu bukan siapa-siapa lo. Kenapa lo nolongin gue sih?!" tanya Clara yang sedikit meninggikan volumenya. Roy diam tidak menjawab, memang benar Clara bukan siapa-siapanya tapi entah kenapa dia ingin menolong Clara. Mungkin karena Clara pernah ada di bagian hidupnya dulu.
"Gue gak mau, Roy. Cabut surat rujukan itu dulu, Roy!"Clara masih kukuh pada pendiriannya.
Roy berdecak kesal mendengar ucapan Clara. Clara memang keras kepala sekali. Karena kesabaran Roy sudah habis, Roy bangun dari kursi dan menarik tubuh Clara, hingga tubuh Roy di atas tubuh Clara, Clara yang dengan posisinya sekarang sungguh sangat panik. Clara mencoba untuk mendorong bahu Roy tapi tidak bisa, kakinya juga tidak bisa bergerak karena Roy mengunci kakinya dengan kaki Roy.
"Jangan salahin gue. Gue udah coba buat nahan juga." ujar Roy.
Clara bisa melihat mata Roy yang tersulut dengan gairah. Tangan Clara di kunci oleh kedua tangan Roy. Clara yang meronta pun tidak bisa karena tenaga Roy lebih besar dengan dari tenaganya.
__ADS_1
Roy langsung mencium bibir Clara, Clara melotot terkejut sambil meronta-ronta agar dirinya bisa lepas tapi tidak bisa berhasil juga. Clara menitikkan air matanya, pasrah. mungkin bisa jadi Roy menyuruhnya membayar hutang dengan tubuh Clara. Clara hanya bisa pasrah saat ini. Roy yang melihat Clara diam, langsung menggingit bibir Clara. Clara pun membuka mulutnya karena kesakitan. Saat mulut Clara terbuka, Roy melesatkan lidahnya masuk ke dalam mulut Clara. Roy menghisap kuat lidah Clara, membuat Clara merintih tapi rintihan itu malah membuat Roy bersemangat. Roy melepaskan cengkeraman tangannya dari tangan Clara, lalu beralih ke leher Clara sementara tangan Clara memegangi tangan Roy yang ada di lehernya.
Roy melepaskan lumatannya dari bibir Clara. Roy menatap wajah Clara lekat. Roy menghapus butiran kristal bening yang ada di pipi Clara dengan ibu jarinya, lalu Roy mengecup bibir Clara. Hanya kecupan saja tidak lebih. Roy lalu bangkit dari tubuh Clara dan duduk kembali ke kursi, lalu mengangkat punggung Clara agar Clara duduk. Keduanya saling tatap dan saling diam. Roy menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Clara.
"Gue gak lapar, Roy." tolak Clara halus.
"Huh! Ck! Lo mau gue suapin pakai tangan apa pakai mulut?!" Roy mulai emosi lagi. Diam, Clara tidak menjawab jika dia bilang tidak mau maka itu artinya Roy akan menciumnya. Dengan keterpaksaan yang sangat mendalam akhirnya Clara membuka mulutnya, Roy pun tersenyum senang.
"Nah, gitu dong. Nurut." ujar Roy tersenyum senang.
Ciuman pertama gue! Padahal gue menjaga buat suami gue nanti, kenapa malah yang dapat dia sih?! Apa mungkin Roy minta tubuh gue buat bayar hutang? Tapi kalau niatannya gitu, kenapa Roy malah nolongin gue? Kalau gini ceritanya lebih baik gak usah nolongin gue juga! Clara menggerutu di dalam hatinya.
Clara cukup menyesal dengan hilangnya ciuman pertamanya, padahal dia menjaga itu untuk suaminya kelak. Clara terus membuka mulutnya saat Roy menyodorkan makanan untuknya. Jujur saja, perutnya keroncongan minta di isi dari tadi tapi lidahnya terasa kelu saat ingin menyantap makananannya.
Clara, apa gue jatuh cinta lagi sama lo? Kayaknya iya. Ciuman pertama Clara udah gue ambil, harusnya Clara juga ngambil ciuman pertama gue juga tapi kayaknya itu gak mungkin. Clara, karena gue jatuh cinta sama lo lagi, lo akan terikat lagi dengan belenggu cinta gue. Gak peduli, saat lo hilang nanti gue akan cari lo sampai ke ujung dunia sekalipun. Lo harus mau menjalani hidup seumur hidup sama gue, semakin lo menolak belenggu cinta gue akan semakin kuat. batin Roy.
Bersambung......
__ADS_1