Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Pulang


__ADS_3

"Syakirah." panggil Ahmad yang sedang menyetir.


"Apa?"


"Aku cinta kamu."


"Tapi aku nggak."


"Ya, tapi kan aku cinta kamu. Secara kamu juga harus cinta dong sama aku, masa nggak."


"Ya, memang nggak."


"Kenapa?"


"Sudah jelas jawabannya masih saja tanya. Sehari gak bicara tentang cinta gak bisa apa ya!" gerutu Syakirah.


"Gak bisa, karena hidup aku itu penuh dengan cinta aku ke kamu."


"Itu kan hidupmu bukan hidupku."


"Syakirah, kamu gak bisa apa cinta sama aku lagi?!" Ahmad mulai emosi.


"Cinta itu butuh waktu." jawab Syakirah santai.


"Terserah kamu deh."


Berjalan mereka di isi dengan kebisuan setelah perdebatan tadi.


Saat sampai di kontrakkan Syakirah, mereka berdua sudah di sambut oleh Kiya dan Wahyu. Dan benar saja tatapan Kiya sangat tidak bersahabat sekali. Syakirah dan Ahmad keluar dari mobilnya dan menghampiri Kiya.


"Sekali di kasih kesempatan langsung di manfaatkan!" sindir Kiya.


"Bukan begitu, aku cuma bawa Syakirah ke panti asuhan saja." bela Ahmad.


"Cuma? Kau lihat jam gak? Ini sudah jam setengah 10. Baru kali ini Syakirah pulang malam sama cowok, biasanya kan kalau dia pulang malam pasti sama keluarganya."


"Tadi itu aku ke panti asuhan kak sama Ahmad. Dia ngajak aku kesana karena dia sudah lama gak ke panti asuhan." bela Syakirah.


"Jangan bela dia, Syakirah!"


"Gak belain siapa-siapa, kak. Cuma kenyataannya memang gitu."


"Ya sudah, ayo masuk." ajak Kiya.


Syakirah sudah mau mengikuti Kiya untuk masuk ke kontrakkannya tapi tangan Syakirah tiba-tiba di cekal oleh Ahmad. Syakirah sontak menoleh dan melihat Ahmad.


"Apa?" tanya Syakirah.


Kiya yang mendengar suara Syakirah sedang bertanya kepada seseorang pun juga ikut membalikkan badan. Dia melihat Ahmad sedang memegang tangan Syakirah, sementara Wahyu sendiri juga sudah masuk ke dalam kontrakkan. Percuma dia ikut campur yang ada masalahnya tambah runyam.


Ahmad mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. Ahmad menyodorkan kotak kecil itu kepada Syakirah. Syakirah pun menerimanya dengan kening yang berkerut.


"Apa ini?" tanya Syakirah bingung. Syakirah sudah mau membuka kotak itu tapi di cegah oleh Ahmad.

__ADS_1


"Jangan di buka sekarang. Bukanya nanti saja waktu sudah ada di kamar." ujar Ahmad. Syakirah hanya mengangguk saja.


"Tidur ya, Syakirah. Semoga mimpi indah. Jangan lupa berdoa. Dan juga jangan lupa mimpikan aku."


Kiya yang aslinya menatap kotak kecil yang di bawa Syakirah sontak menoleh dan melihat Ahmad.


"Hoek." Kiya memperagakan orang yang seperti sedang muntah. Syakirah dan Ahmad sontak menoleh dan menatap Kiya.


"Syakirah, tidak akan pernah memimpikan dirimu. Jadi jangan berharap yang aneh-aneh." ujar Kiya.


"Siapa tahu. Barangkali Syakirah memimpikan aku."


"Tidak pernah, dan jangan sampai terjadi. Ayo Syakirah, sudah malam."


"Aku masuk dulu ya." pamit Syakirah.


"Iya, hati-hati."


"Cuma masuk rumah kok bilang hati-hati?" tanya Syakirah.


"Ya, hati-hati takut kesandung."


Syakirah mengangguk dan berjalan masuk ke kontrakkannya. Ahmad masih berdiri mematung di depan kontrakkan Syakirah sampai lampu itu padam, hanya cahaya dari beberapa kamar yang terlihat. Ahmad kembali menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan kontrakkan Syakirah.


Sementara Syakirah sedang memperhatikan kotak kecil yang di berikan Ahmad. Syakirah membukanya dan mendapatkan sebuah kalung bertulisan S&A, Syakirah tersenyum melihat kalung itu. Kalungnya terlihat indah sekali. Syakirah mengembalikan kalung itu kembali ke kotaknya. Syakirah mulai membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya.


***


Keesokan harinya, Kiya, Syakirah dan Wahyu sedang menyiapkan barang-barang mereka untuk kembali. Mereka kurang 2 hari disini, tapi lebih baik mereka pulang sekarang dari pada pulang 2 hari lagi.


Syakirah sedang membersihkan taman yang ada di depan kontrakkannya ini, karena nanti malam dia juga akan pergi dari sini. Syakirah juga sudah memberitahu pemilik kontrak, bahwa meraka akan pulang malam ini.


Tin… tin…


Bunyi klakson mobil sontak membuat Syakirah menoleh. Syakirah melihat mobil Ahmad sedang ada di depan kontrakkannya, sontak Syakirah berdiri. Karena jam masih menunjukkan pukul setengah 7 pagi.


Ahmad turun dari mobilnya dan menghampiri Syakirah.


"Assalamualaikum." salam Ahmad.


"Waalaikumsalam." jawab Syakirah.


"Kenapa pagi-pagi sudah sampai disini? Mau numpang sarapan?" tanya Syakirah.


"Tidak. Aku sudah sarapan tadi." jawab Ahmad.


"Lalu, kenapa datang kesini?"


"Memangnya gak boleh."


"Boleh. Cuma masih pagi. Aku juga mau beres-beres barang."


Ahmad mengerutkan keningnya bingung.

__ADS_1


"Aku mau pulang sekarang, Ahmad. Makanya aku beres-beres barang sekarang. Kak Kiya sama Wahyu juga lagi beres-beres barang mereka." jelas Syakirah yang melihat Wahyu kebingungan.


"Kenapa pulang sekarang? Bukannya kurang 2 hari lagi ya?"


"Iya, cuma kalau pulang 2 hari lagi kita gak bisa istirahat dan langsung kerja. Jadi kita memutuskan untuk pulang nanti malam."


"Kok tidak mengabariku?"


"Buat apa? Kau pulang sebulan lagi juga gak apa-apa. Kita juga gak ngelarang. Lagi pula kau pulang terserah kau saja."


"Kalau begitu aku juga mau ikut pulang bareng kamu."


"Aku pulang bareng kak Kiya sama Wahyu saja."


"Pulang sama aku saja."


"Gak mau."


"Harus mau."


"Kalau begitu minta izin sama kak Kiya. Dia ngizinin apa tidak. Kalau ngizinin aku ikut kau tapi jika tidak aku harus pulang bareng kak Kiya." ujar Kiya.


"Oke, aku bakalan izin."


"Semoga berhasil."


Ahmad berjalan memasuki kontrakkan Syakirah, sementara Syakirah mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu. Syakirah melanjutkan menyapu halaman kontrakkannya.


Kiya sedang memasukkan pakaiannya ke dalam kopernya. Merasa namanya di panggil oleh seseorang Kiya menegakkan tubuhnya, mencoba untuk mengenali suara itu.


"Kiya! Kiya! Kiya!" teriak seseorang orang.


"Itu bukannya suaranya cecung*k sialan ya?" gumam Syakirah. Punya mulut lemes banget dah si Kiya, orang punya nama malah di panggil cecunguk sialan.


Kiya berjalan untuk menemui orang itu dengan perasannya mengebu-ngebu, merasa sangat geram karena masih pagi sudah harus berdebat dengan Ahmad. Bisa kena stroke dia.


"Apa?!" ujar Kiya yang mulai darah tinggi.


"Jangan galak-galak kenapa sih."


"Biarin. Kenapa datang kesini? Kau lihat jam tidak? Masih pagi sudah mulai buat keributan disini. Maumu itu apa sih?"


"Kalian pulang sekarang kan?"


"Iya, kenapa memangnya?"


"Syakirah boleh kan pulang bareng aku?" tanya Ahmad sedikit gagu.


"Berharap banget!"


"Ya iyalah, pasti di bolehin."


"Gak usah ke pd an jadi orang. Aku belum tentu ngizinin. Tapi kalau di pikir-pikir lagi lebih baik Syakirah pulang bareng aku dan Wahyu dari pada pulang sama kamu!"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2