
Setelah menaruh barang-barang ke tempat penitipan barang, Syakirah dan Ahmad menaiki bianglala. Mereka berdua sedang antri untuk membeli tiket. Setelah membeli tiket, mereka akhirnya menaiki bianglala.
Mereka melihat pemandangan dari atas. Syakirah sedang fokus melihat pamandangan, sementara Ahmad memperhatikan Syakirah dengan seksama.
Bagaimana bisa aku menyia-nyiakan mu dulu, Syakirah? Kamu wanita sempurna yang pernah aku temui. ujar Ahmad dalam hati.
Ahmad mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
"Syakirah, apa kita bisa foto disini?" tanya Ahmad. Syakirah menoleh dan bingung melihat Ahmad, tapi akhirnya Syakirah mengangguk. Mereka berfoto, cukup dekat tapi mereka tidak merasa canggung seperti tadi.
Selesai naik bianglala, mereka berjalan-jalan lagi. Mereka duduk di sebuah kursi karena ada panggung untuk menghibur para pengunjung. Mereka mendengarkan lagu setiap orang yang bernyanyi.
Saat host tersebut memberikan kesempatan untuk pengunjung bernyanyi, Ahmad langsung mengangkat tangan kanannya.
"Baiklah, apa ada dari pengunjung disini yang ingin bernyanyi? Kami sangat terhormat jika kalian mau bernyanyi disini." ujar host tadi. Ahmad langsung mengangkat tangannya, Syakirah yang mengetahui itu sangat terkejut.
"Ahmad, apa yang kau lakukan?" Syakirah.
"Sesekali boleh kan?" jawab Ahmad.
"Apa?"
"Cowok yang ada disana, apa anda mau bernyanyi?" tanya host tadi dan Ahmad langsung mengangguk.
"Silahkan menaiki panggung, terima kasih karena anda mau bernyanyi disini." ujar host tadi.
Ahmad menarik tangan Syakirah agar Syakirah mau ikut dengannya.
"Aku tidak mau, Ahmad!" tolak Syakirah tegas.
"Sekali saja, ku mohon." ujar Ahmad memohon. Syakirah akhirnya ikut dengan Ahmad.
"Apa lagu yang ingin anda nyanyikan, tuan?" tanya host tadi saat Ahmad sudah berada di panggung
"Aku ingin menyanyikan lagu dengannya." jawab Ahmad sambil melihat Syakirah.
Apa? Kenapa? Kenapa harus aku? ujar Syakirah dalam hati panik.
"Tentu saja, tuan. Anda pasti ingin menyanyikan lagu yang romantis bukan dengan kekasih anda." ujar host tadi.
Tidak! Aku bukan kekasihnya! ujar Syakirah dalam hati.
"Ya, tentu saja."
Ahmad dan Syakirah duduk di kursi yang telah disediakan. Syakirah cukup panik untuk hal ini.
"Ahmad, aku tidak bisa bernyanyi." ujar Syakirah berbisik.
"Jika kau tidak bisa bernyanyi, lalu begaimana kau bisa mendapatkan juara pertama lomba menyanyi antar daerah?" jawab Ahmad. Syakirah cukup tertegun dengan ucapan Ahmad tadi.
Kenapa Ahmad bisa tahu kalau aku juara pertama lomba menyanyi antar daerah ? ujar Syakirah dalam hati.
"Aku akan memulainya." ujar Ahmad.
"Apa? Kau bahkan tidak memberitahuku judul lagunya, bagaimana aku bisa tahu kau bernyanyi lagu apa?" tanya Syakirah emosi.
"Kau akan tahu saat mendengarnya."
Musik pun dimulai.
Bila waktu terus memanggil
Agar dua hati dapat menyatu
Tunggu! Kenapa Ahmad menyanyikan lagu ini? Ini kan lagu.... Sudahlah ikuti saja. ujar Syakirah dalam hati.
__ADS_1
Bukan aku tak ingin cinta
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita?
Bukan maksud menduakanmu
Aku tak ingin mendustai hati (hatimu)
Aku juga mencintaimu
Kumenjauh hanya untuk berfikir
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku (dari hatimu)
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku 'tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita?
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Salahkah kita?
Bukan aku tak ingin cinta (tak ingin cinta)
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku 'tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita?
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Salahkah kita?
Hoo - haa Cinta
Biarlah semua kini kita berpisah
Namun hati kita tetap menyatu
Ku sangat rindu ingin bertemu sampai
Tujuh purnama ku tetap menunggu
__ADS_1
Bila waktu terus memanggil
Prok… prok… prok…
Para penonton bertepuk tangan untuk Ahmad dan Syakirah. Syakirah dan Ahmad tersenyum menanggapi mereka.
"Hebat sekali. Lagu yang sangat indah dinyanyikan oleh pasangan yang begitu sangat serasi. Tepuk tangan sekali lagi untuk mereka berdua." ujar host.
Prok… prok… prok…
Para penonton bertepuk tangan lagi.
"Apa ada yang ingin kalian sampaikan atas lagu yang kalian bawa tadi?" tanya host. Ahmad berfikir dan akhirnya dia menjawab.
"Aku menyanyikan lagu ini, karena lagu ini mencerminkan diriku dengan seseorang yang sangat aku cintai dari dulu." ujar Ahmad sambil melirik Syakirah. Syakirah yang dilirik pun merasa sangat malu.
"Wah… sepertinya orang yang anda maksud ada di samping anda." Ahmad hanya tersenyum menanggapi ucapan host.
"Apa anda ingin menyanyikan satu lagi, tuan?" tawar host tadi.
"Tidak." jawab Ahmad.
"Baiklah, terima kasih atas lagu anda tadi, tuan." Mereka berdua turun dari panggung dan mulai berjalan-jalan lagi. Tanpa mereka sadari, ada orang yang merekam kegiatan mereka dari awal sampai akhir.
"Syakirah, ternyata kau bahagia. Syukurlah kalau begitu, aku tidak perlu khawatir lagi seperti ini. Lebih baik aku pulang dan istirahat. Nanti malam aku akan kirimkan videonya ke Kiya." gumam Wahyu.
Wahyu mengikuti Syakirah dan Ahmad sejak pagi tadi, bahkan saat mereka sedang sarapan di restoran XX Wahyu juga mengikuti mereka. Wahyu mengikuti Syakirah karena takut akan terjadi apa-apa kepada Syakirah, ini juga atas perintah Kiya. Tapi Kiya tidak memaksa Wahyu untuk mengikuti Syakirah, Kiya hanya menawarkan saja. Jika Wahyu khawatir, Wahyu bisa mengikutinya. Wahyu pulang dari wisata XX karena yang dia takutkan tidak terjadi apa-apa.
Syakirah dan Ahmad masih berjalan-jalan padahal matahari sudah sangat panas. Jam juga sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang dan tak lama adzan dhuzur berkumandang.
"Adzan dhuzur. Kamu sholat, Syakirah?" tanya Ahmad.
"Tentu saja. Kenapa kau bertanya aku solat atau tidak?"
"Tidak ada. Aku hanya berfikir jika kau halangan."
"Bisa-bisanya kau berfikir seperti itu!" gumam Syakirah yang masih bisa di dengar Ahmad.
"Kita ke musholla dulu." Syakirah mengangguk.
Mereka berdua berjalan untuk ke musholla. Setelah sholat mereka bingung, mereka pulang atau tetap disini?
"Apa kau mau pulang, Syakirah?" tanya Ahmad.
"Entahlah, aku juga bingung. Di sisi lain aku tidak ingin pulang tapi di sisi lain lagi aku juga sangat lelah." jawab Syakirah.
"Kita pulang saja ya?"
"Kenapa?"
"Ini sudah siang. Aku hanya takut nanti kita terjebak macet." Syakirah tidak menjawab.
"Kita makan es cream dulu bagaimana? Setelah itu kita akan cari makan siang diluar saja." Syakirah mengangguk tanda setuju.
Mereka berdua membeli es cream. Syakirah sedang menunggu Ahmad yang sedang membeli es cream.
"Kenapa beli satu? Yang besar juga. Memangnya kau saja yang makan?" tanya Syakirah heran saat melihat Ahmad dengan satu cup es cream yang begitu besar.
"Biar enak makannya. Kan enak kalau makan berdua." celetuk Ahmad.
"Apa?" Syakirah tidak terima.
"Tenang saja. Aku sudah mengambil 2 sendok, kita tidak akan berbagi sendok. Kau tenang saja." ujar Ahmad.
"Huh! Terserah kau saja!"
__ADS_1
Akhirnya mereka memakan es cream mereka yang sangat besar.
Bersambung......