Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Jomblo bersaudara


__ADS_3

Gue udah suka sama lo ternyata. Gimana bisa gue suka sama cewek sedingin es kayak gitu? Haha, ternyata cinta itu buta ya. Karena gue udah suka sama lo, jadi gimanapun caranya lo harus jadi milik gue. Gak ada yang boleh ngambil lo dari gue, Kiki. Gak ada dan gak akan bisa. Selamanya lo harus hidup sama gue. Gue akan membereskan orang yang suka sama lo itu. Wahyu, maafin gue karena udah suka sama Kiya ya. Gue gak bisa ngebohongin perasaan gue, jadi terpaksa gue harus ambil Kiya dari lo. Apalagi Kiya juga bukan siapa-siapa lo kan? Dia cuma temen lo kan bukan pacar kan? Jadi gue masih berhak buat merebut Kiya dari lo. batin Evan.


"Evan." panggil mama Evan tiba-tiba, Evan segera membalikkan badannya.


"Mama? Ada apa, ma?" tanya Evan, karena tidak biasanya mama datang ke kamarnya malam-malam. Makan malam pun juga sudah selesai.


"Gak apa-apa. Mama cuma mau tanya sama kamu." jawab mama Evan.


"Tanya apa, ma?" tanya Evan.


"Kamu... masih ada hubungan sama Syakirah?" tanya mama Evan. Evan menghela nafas.


"Nggak, ma. Aku udah gak punya hubungan apa-apa sama Syakirah, cuma temen aja. Tapi sekarang aku suka sama sepupunya, ma." jawab Evan. Mama Evan terlihat mengerutkan keningnya.


"Sepupu Syakirah? Perasaan Syakirah tidak punya sepupu perempuan. Kamu kan dulu sering cerita kalau Syakirah gak punya sepupu atau saudara perempuan." ujar mama Evan bingung.


"Ternyata Syakirah itu punya sepupu perempuan, ma. Bahkan wajah mereka juga hampir mirip lagi. Aku juga baru tahu saat sampai disini. Dan ternyata sepupu Syakirah itu anak pesantren, makanya aku gak tau tentang dia." jelas Evan kepada mamanya.


Kenapa Evan menyebut bahwa wajah Syakirah dan Kiya hampir mirip? Memang kenyataannya begitu, wajah mereka berdua hampir mirip, jika di persentase sekitar 76% kemiripannya. Mungkin karena mereka berdua lahir dengan jarak beberapa bulan, oleh karena itu hampir mirip.


"Anak pesantren? Siapa namanya? Kamu punya fotonya? Mama boleh lihat gak?" tanya mama Evan. Evan mengambil hpnya yang dia taruh di dalam, setelah itu dia keluar dan menunjukkan foto Kiya.


"Ini dia, Kiya namanya. Cantikkan?" ujar Evan sambil tersenyum senang. Mama Evan terlihat antusias saat melihat foto Kiya.


"Iya, cantik. Kalau ini sih bukan hampir mirip tapi emang mirip." ujar mama Evan.

__ADS_1


"Iya, yang membedakan mereka cuma penampilan sama sifatnya aja sih." ujar Evan.


"Kalau kamu suka mama akan dukung kamu." ujar mama Evan sambil tersenyum senang.


Orang tua Evan tidak pernah mempermasahlahkan hubungan Evan dengan wanita. Entah itu dari keluarga miskin atau kaya orang tua Evan tidak akan menentangnya. Karena jika Evan bahagia maka mereka juga ikut bahagia. Mereka tidak pernah memandang materi, karena bagi mereka apa yang di berikan Tuhan harus di syukuri bukan malah menjelekkan. Meskipun mereka dari keluarga kaya tapi mereka tidak pernah sedikitpun sombong. Jika kesombongan mereka muncul itu artinya mereka sedang bercanda dan tidak perlu di bawa serius.


Evan terlihat murung saat mendengar ucapan mamanya.


"Kenapa, Van? Kok kamu sepertinya gak senang?" tanya mama Evan.


"Gak gitu, ma. Kiya itu gadis berhati dingin, sikap dia ke Evan itu di luar sikap normal lainnya, dia cuek dan tidak suka jika urusan pribadinya di urusi oleh orang lain." jawab Evan.


"Maksudnya Kiya gak suka sama kamu gitu?" tanya mama Evan.


"Iya kayaknya gitu, dia gak suka sama aku karena aku pernah ninggalin Syakirah. Sementara Kiya itu gak suka kalau ada orang yang nyakitin Syakirah." jawab Evan. "Dan juga dia juga harus menikah dalam waktu satu tahun lagi." lanjut Evan.


"Apaan sih, ma! Aku bukan pebinor! Kiya itu harus menikah di umurnya yang udah 20 tahun dan sekarang ini umur dia itu 19 tahun. Dan saat dia umurnya udah 20 tahun, dia itu akan di jodohkan." jelas Evan.


"Emang musim ya perjodohan itu di jaman sekarang?" tanya mama Evan heran, karena jaman sekarang jarang sekali yang ada namanya perjodohan.


"Wajar, ma. Kiya itu anak pesantren, kecuali kalau Kiya anak kayak Syakirah, baru akan cari sendiri." jawab Evan.


"Terus kamu mau gimana?" tanya mama Evan.


"Aku juga gak tau, ma. Mungkin aku bakalan ngungkapin perasaan aku dulu ke dia." jawab Evan.

__ADS_1


"Apa gak sebaiknya kamu langsung ambil hak dia dari orang tuanya?" saran mama Evan.


"Kayaknya nggak, ma. Aku juga butuh kepercayaan Kiya, sementara Kiya itu sulit banget buat percaya sama orang." ujar Evan. Terlihat mama Evan yang menghela nafas.


"Ya udah kalau gitu ceritanya, mama akan mendukung keputusan kamu." ujar mama Evan. Evan tersenyum senang.


"Halah, mama ngapain sih dukung dia terus?! Dia itu cuma bisa nyakitin hati wanita doang tau gak!" tiba-tiba saja suara kak Cherly terdengar, Evan mendengus kesal. Kak Cherly sudah ada dari tadi mendengar percakapan mereka berdua, dia hanya mendengarnya saja tapi tiba-tiba dia ikut campur juga. kak Cherly berjalan menghampiri mereka berdua.


"Heh! Van! Kalau lo niat sama cewek, tunjukkin dong jangan cuma ngomong doang!" ujar kak Cherly sambil bersedekap dada.


"Kakak pikir cewek aku yang kali ini cewek normal apa. Dia itu cewek sedingin es, cueknya masyaallah... gak ada tandingannya deh, bicaranya bikin orang ketakutan plus sakit hati, tatapannya kayak elang lagi mau memakan mangsanya. Kakak sih gak tau dia!" gerutu Evan.


"Halah lebay lo! Bilang aja lo gak bisa naklukin hatinya, iya kan?!" ujar kak Cherly.


"Owalah, kak. Sampeyan itu masih belum tau emangnya. Cewek hati sedingin es gak bakal bisa di taklukin gitu aja!" gerutu Evan.


"Halah, lo bisanya cuma buat alasan doang aja!"


"Huh! Terserah deh! Ngomong sama kakak kayak lagi ngomong sama batu!" gerutu Evan. Mama mereka terlihat hanya geleng-geleng kepala sambil menghela nafas melihat kedua anaknya yang sedang bertengkar.


Beginilah kehidupan Evan kalau ada di rumah, selalu bertengkar dengan kakak ke empatnya. Dulu ada si sulung yang selalu ada di depan Evan, karena sekarang si sulung sudah berumah tangga jadi si sulung sudah tidak tinggal disini lagi. Dan sekarang hanya tinggal kak Cherly dan juga Evan, 2 orang jomblo bersaudara yang susah dengan kisah percintaannya. Kak Cherly memiliki kenangan buruk dengan kisah percintaannya, jadi dia malas sekali jika harus menjalani hubungan percintaan, meskipun umurnya sudah hampir hampir memasuki kepala 3 tapi dia masih betah untuk menjomblo. Karena bagi kak Cherly jomblo itu lebih baik, tidak membuang waktu dan tidak membuat sakit hati. Meskipun terkadang juga merasa tertekan karena usianya yang kurang 4 tahun lagi akan memasuki kepala 3.


Bersambung......


Dalam bahasa jawa :

__ADS_1


Owalah artinya ya ampun.


Sampeyan artinya kamu.


__ADS_2