
"Berhenti! Apa yang kalian lakukan kepada adikku?!" ujar kak Rani menghentikan mereka. Mereka mundur sementara kak Rani membantu Ahmad untuk berdiri.
"Oh, jadi kau yang bernama Rani, Rani itu ya. Aku tidak menyangka caramu sangat licik sekali." ujar Rey.
"Ya, kenapa memangnya? Apa yang kalian lakukan kepada adikku?" jawab kak Rani dengan amarah.
"Kami? Tentu saja kami ingin pertanggung jawaban Ahmad." Rey.
"Pertanggung jawaban apa?" kak Rani. Kak Rani melihat Ahmad dan melotot padanya.
"Ahmad, apa kau sudah merusak anak orang?! Anak orang mana yang kau rusak?!" ujar kak Rani kepada Ahmad.
Tunggu! Kenapa wanita ini jadi berfikir seperti ini? Memangnya Ahmad pernah merusak anak orang? Itu tidak mungkin kan? batin Ryan.
Kenapa dia berfikir Ahmad merusak anak orang? Dasar kakak laknat. batin Rey.
Ck ck ck. Dasar wanita yang tidak peka. batin Navile.
"Aku tidak pernah merusak anak orang sama sekali! Kak Rani jangan berfikir yang tidak-tidak! Kakak tanya saja kepada mereka. Kalian datang tiba-tiba dan langsung memukulku. Kurang ajar!" ujar Ahmad.
"Lalu, kalian meminta pertanggung jawaban apa?" tanya kak Rani.
"Karena adikmu ini, teman kami Syakirah harus pergi dari sini! Gara-gara dia Syakirah jadi pergi!" tunjuk Rey ke Ahmad.
"Apa? Itu tidak mungkin." kak Rani.
"Tentu saja itu mungkin. Apakah kalian tidak percaya? Lihatlah video ini." Rey.
Rey menunjukkan video Syakirah. Kak Rani dan Ahmad langsung terkejut. Mereka berdua tidak percaya tentang itu.
"Itu tidak mungkin. Syakirah terlihat bahagia sewaktu dia bersamaku." Ahmad.
"Itu kan menurut penglihatan mu, bagaimana dengan isi hatinya? Apa kau bisa melihatnya? Tidak kan." Navile.
"Ahmad, kenapa jadi seperti ini? Bagaimana bisa Syakirah tidak bahagia? Lalu Syakirah pergi dengan siapa?" kak Rani.
"Tentu saja dengan Kiya dan Wahyu. Memangnya dia pergi dengan siapa lagi?" Ryan.
"Itu tidak mungkin. Secara aku lah yang menang disini." kak Rani.
"Ck. Syakirah bercerita kalau dia tidak bahagia. Bukankah kesepakatan Syakirah tidak boleh kecewa? Tapi ternyata Syakirah kecewa." Rey.
Kak Rani dengan Ahmad terdiam. Mereka tidak habis pikir dengan semua ini.
"Lalu Syakirah di bawa kemana oleh mereka berdua?" tanya Ahmad.
"Kenapa kau bertanya padaku? Tanya saja kepada Kiya dan Wahyu. Secara mereka lah yang membawa Syakirah." Rey.
"Brengsek!" Ahmad.
__ADS_1
Rey, Ryan dan Navile pergi meninggalkan rumah Ahmad. Mereka bersyukur acting mereka sangat natural jadi Ahmad dan kakaknya tidak curiga.
Selepas kepergian mereka bertiga, kak Rani memarahi Ahmad.
"Ahmad, kenapa? Kenapa jadi seperti ini? Bukankah Syakirah terlihat bahagia waktu itu?" ujar kak Rani terisak.
"Syakirah pandai menyembunyikan perasaannya, kak. Seharusnya waktu itu aku sadar kalau Syakirah hanya pura-pura bahagia." Ahmad.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita tidak tahu Syakirah ada dimana. Lalu kita mencarinya harus bagaimana?" kak Rani.
"Kakak jangan pikirkan ini. Ini bukan salah kakak, ini adalah salahku. Jadi aku yang akan bertanggung jawab."
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu, Ahmad? Syakirah itu adalah adik ipar impianku. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja!"
"Sudahlah, kak. Untuk saat ini biarkan aku yang mencari Syakirah. Kakak jangan ikut campur dulu. Kakak terlalu meremehkan Kiya, padahal Kiya itu sangat berbahaya. Sekarang obati lukaku, nanti aku pikirkan caranya." Ahmad.
Kak Rani mengobati luka yang ada di sudut bibir Ahmad dan di pipinya. Sesekali Ahmad meringis kesakitan.
Setelah mengobati luka Ahmad, kak Rani menelpon Syakirah. Berharap kalau Syakirah berbohong, tapi apalah daya saat Syakirah di telpon nomor Syakirah tidak aktif.
"Syakirah tidak aktif, Ahmad. Kita harus bagaimana?" kak Rani.
"Coba hubungi Kiya. Aku yakin ponselnya aktif sekarang." Ahmad.
Kak Rani menghubungi nomor Kiya, dan benar saja nomor Kiya aktif. Tapi dia tidak menjawab panggilan kak Rani. Panggilan di tolak oleh Kiya.
"Ahmad, panggilannya ditolak oleh Kiya." kak Rani.
Kak Rani terus menghubungi Kiya. Sudah 6 panggilan yang ditolak Kiya dan akhirnya di panggilan yang ke 7 Kiya mengangkatnya.
"Apa?" tanya di seberang sana.
"Kiya, apa yang kau lakukan? Bukankah Syakirah bahagia waktu itu. Kenapa kau membawanya pergi?!" kak Rani.
"Apa Syakirah bahagia luar dalam? Bagaimana kalau Syakirah bahagia hanya diluar saja? Apa kak Rani sudah melihat video rekaman Syakirah?"
"Aku sudah melihatnya."
"Lalu, apa buktinya kurang?"
"Kiya, kau brengsek! Seharusnya kita bicarakan ini baik-baik, tidak usah pakai membawa Syakirah pergi!"
"Bukankah dari awal kita sudah sepakat seperti ini. Lalu kenapa kak Rani protes? Ini sudah dari perjanjian kita."
"Kiya, bukan ini yang aku mau. Kalau saja Syakirah bilang kalau dia tidak bahagia mungkin ini tidak akan seperti ini."
"Jadi, kak Rani menyalahkan Syakirah begitu?"
"Bukan, bukan itu maksudku. Maksud ku adalah, jika Syakirah memberitahu kalau dia tidak suka maka kita bisa membatalkannya."
__ADS_1
"Tetap saja kak Rani menyalahkannya." ponsel kak Rani di rebut oleh Ahmad.
"Beritahu aku dimana Syakirah?" tanya Ahmad.
"Wow, akhirnya kau yang bicara juga."
"Jangan terlalu banyak basa-basi tunjukkan kepadaku dimana Syakirah?"
"Kau pikir aku akan memberitahu begitu saja, tentu saja tidak!"
"Kiya, biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri. Aku mohon jangan ikut campur."
"Jika, aku tidak ikut campur maka Syakirah akan tambah sakit hati!"
"Kiya, sekarang beritahu aku dimana Syakirah?!"
"Kenapa kau seolah-olah peduli dengan Syakirah, Ahmad? Bukankah kau dulu telah menyia-nyiakannya. Lalu, kenapa kau sekarang mencarinya?!"
"Kiya, aku tidak ingin berdebat denganmu.Jika kau tidak mau memberitahu aku, setidaknya beritahu aku kota atau desanya."
"Aku tidak mau!"
"Aku mohon Kiya. Kepergian Syakirah sangat mempengaruhi hidupku. Aku tidak mungkin melepaskan Syakirah begitu saja."
"Lalu, kenapa kau dulu melepaskannya?"
"Kiya, itu adalah permintaanmu dulu. Aku mencoba untuk mendekati Syakirah tapi kau melarangnya."
"Itu karena dirimu, Ahmad. Kau yang membuat masalah duluan! Jangan salahkan aku disini!"
Tut…
"Tunggu! Kiya! Kiya! Kiya!"
Ahmad mengusap wajahnya dengan kasar.
Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau kehilangan Syakirah. Kepergian Syakirah sangat berpengaruh dalam hidupku. Ahmad, kenapa kau egois sekali?! batin Ahmad.
Ahmad masuk ke kamarnya untuk menenangkan pikirannya sejenak, agar dia bisa berfikir jernih. Sementara kak Rani sedang kebingungan. Dia menelpon Kiya pun belum tentu Kiya akan mengangkatnya.
***
Sementara Rey, Ryan dan Navile sedang berkumpul di rumah Rey untuk membahas rencana mereka.
Bersambung......
***
Happy eid mubarak🙏🏻
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1-2 Syawal 1142 H. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏🏻🙏🏻
Author minta maaf ya sama kalian, kalau author punya salah dan pernah khilaf ke kalian🙏🏻 Karena Author juga manusia biasa seperti kalian yang tidak luput dari kesalahan. 🙏🏻