Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Berhak memilih


__ADS_3

Syakirah memalingkan wajahnya karena malu. Sementara yang melihat hanya melengos saja, terlebih-lebih Aliya, rasanya mau muntah dia melihat Evan yang sok romantis.


Kumat. batin mereka semua, tentu saja kecuali Syakirah dan Evan.


Akhirnya mereka semua pulang, bahkan Clara pun juga ikut pulang padahal Syakirah berharap Clara menginap disini dan cerita padanya apa yang sedang terjadi. Syakirah dan Aliya akhirnya masuk ke dalam rumah setelah mereka semua pulang.


Flashback on


Evan membawa Syakirah di sebuah taman dekat perumahan Aliya. Tamannya sangat sepi, tidak ada lalu lalang orang atau penjual di sekitar sini. Evan turun dari mobil lalu membuka pintu Syakirah, Syakirah diam tidak mau keluar dari mobil takut. Akhirnya Evan menarik tangan Syakirah dengan sangat kasar, Syakirah mengadu bahwa tangannya kesakitan, Evan pun sedikit mengendurkan cengkeraman tangannya. Evan membating tubuh Syakirah di kursi taman yang kosong, Syakirah gemetar-gemetar ketakukan saat Evan melihatnya dengan tatapan kemarahan. Evan duduk di bawah menghadap Syakirah yang sedang ketakukan saat melihatnya.


"Evan, lo ngapain bawa gue kesini?" tanya Syakirah gagu. Diam, Evan tidak menjawab.


"Apa kamu punya pacar, Syaki?" tanya Evan sambil membelai rambut panjang Syakirah dari atas sampai bawah. Syakirah diam, bingung mau menjawab apa, Evan juga tiba-tiba saja menanyakan hal ini.


"Jawab!" Evan bertambah geram saat Syakirah tidak menjawab pertanyaannya dan biasanya jika Syakirah tidak menjawab itu artinya iya.


"Nggak ada." jawab Syakirah.


"Bohong!" sarkas Evan.


"Memang gak ada, Van! Kenapa sih lo tanya itu?!" Syakirah mulai meninggikan intonasi suaranya, kesal. Evan mengambil hp dari dalam saku jasnya, dan menunjukkan sebuah foto di depan mata Syakirah.


"Terus ini apa? Kamu berkencan dengan Ahmad!" Syakirah tiba-tiba saja tertawa melihat kelakuan Evan yang kesal melihat foto dirinya dan Ahmad, tentu saja tertawa karena Evan sudah di prank balik dengan Syakirah.

__ADS_1


"Jadi lo yang ngechat gue itu? Hahahaha, Evan, Evan."


"Jangan tertawa, Syaki!"


"Gue gak kencan sih waktu itu sama dia, dia cuma mau jelasin aja soal masa lalu kita."


"Terus?"


"Ya gak terus, cuma gitu aja. Dan gue bilang ke dia bahwa gue ngasih dia kesempatan lagi tapi di antara kita tidak ada hubungan, hanya sebatas teman dekat aja." jelas Syakirah.


"Kalau aku?"


"Apa?"


"Kalau sudah tau jawabannya, lebih baik gak usah tanya!" jawab Syakirah halus. Evan mendesah kesal gara-gara jawaban Syakirah.


"Apa sebenci itu kamu sama aku?"


"Gue gak benci, gue hanya kecewa. Lo harus tau, Van." Syakirah menunjuk kening Evan dengan jari telunjuknya. "Lo itu pernah ninggalin gue gitu aja seakan-akan gue ini barang yang udah gak terpakai lagi, meskipun waktu itu hubungan kita sudah berakhir tapi kepergian lo gitu aja membawa dampak besar sama gue. Kecewa? Sangat! Tapi gue sadar diri kalau gue bukan siapa-siapa lo lagi. Gue tetap Syakirah yang dulu, tapi mungkin akan sedikit berbeda. Hati gue sakit rasanya saat lo ninggalin gue gitu aja tanpa kasih tau gue, lo ngirim pesan ke gue aja nggak." jelas Syakirah.


Evan merutuki kebodohannya, dia telah menyia-nyiakan gadis berharga seperti Syakirah. Dia sangat bodoh sekali. Evan tidak menjawab lagi dan dia malah melontarkan pertanyaan yang tidak seharusnya dia lontarkan.


"Lalu, apa nama aku masih ada di hati kamu?" tanya Evan dengan nada memelas.

__ADS_1


"Lo punya tempat sendiri di hati gue, Van. Hati gue masih belum terisi nama seorang cowok kali ini, hanya keluarga gue yang ada di hati gue saat ini." jelas Syakirah.


"Apa aku bisa menjalin hubungan sama kamu seperti dulu?" tanya Evan lagi.


"Gue ingin kayak kak Kiya, dia tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki sekali pun. Dia gadis yang sangat suci luar dalam, bahkan tangan atau bagian tubuh lainnya tidak pernah di sentuh oleh laki-laki, kecuali muhrimnya. Dia bilang dia ingin langsung menikah tanpa menjalani hubungan, karena bagi kak Kiya menjalin hubungan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya adalah zina. Gue cukup tertegun saat mendengar penuturan kak Kiya. Dia gadis berhati suci. Selalu melindungiku dan menjadi tameng hidupku. Di saat gue di sakiti seseorang, kak Kiya lah yang berada paling depan. Gue ingin kayak dia, langsung menikah tanpa menjalani hubungan. Meskipun sepertinya udah terlambat karena gue udah pernah pacaran dengan laki-laki lain tapi gue tetap ingin seperti dia." jelas Syakirah berharap Evan mengerti.


"Bukannya itu malah ribet? Kita gak kenal dia soalnya."


"Apa fungsinya Ta'aruf, Van? Dulu semua orang itu berta'aruf, tidak ada yang namanya pacaran. Saat kita Ta'aruf dengan seseorang, kita bisa mengenal dia lebih dekat lagi. Bukan pacaran, seperti hanya sedang bertanya makanan apa kesukaan kita? Apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai? Itu Ta'aruf, tidak dosa karena kita ingin mengenal seseorang itu lebih dalam. Jika Ta'aruf pun kita juga harus membawa orang tua kita berhadapan langsung dengan orang tuanya, bukan bertemu berdua saja tapi harus ada orang tua." jelas Syakirah lagi.


Evan cukup tertegun dengan penuturan Syakirah. Syakirah yang dulunya kejam tiada tara, sekarang berubah menjadi gadis lemah lembut.


Gadis seperti apa Kiya itu? Syakirah bahkan sampai menyebutnya gadis suci luar dalam. Dan menyebutnya dengan gadis suci. batin Evan.


Syakirah membelai wajah Evan, berharap Evan mengerti posisi Syakirah saat ini.


"Gue berhak memilih laki-laki yang bisa membuat gue bahagia, Van. Kalau seandainya kita jodoh, kita pasti akan di pertemukan lagi. Tapi kalau tidak, kita hanya menerimanya dan berusaha untuk ikhlas. Gue berhak memilih antara lo dan Ahmad, atau laki-laki lain selain kalian berdua." Syakirah membenturkan keningnya ke kening milik Evan dan Syakirah melihat dengan tatapan yang tidak bisa Evan artikan.


"Ayo pulang! Gue udah ngantuk." Syakirah berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah mobil Evan sambil mendekap tubuhnya dengan tangannya. Dan Evan tiba-tiba saja menyelimuti tubuh Syakirah dengan jasnya, Syakirah hanya tersenyum menanggapi. Dan akhirnya pun Evan mengantarkan Syakirah pulang ke rumah Aliya, meskipun di hati Evan ada rasa tidak ikhlas.


Flashback Off


Syakirah menceritakan kejadian dirinya saat di bawa Evan pergi begitu saja tanpa ada yang tertinggal satu pun, agar Aliya merasa tenang dengan ceritanya meskipun Syakirah tidak menceritakan tentang Evan menanyakan namanya di hati Syakirah. Aliya pun dengan antusias mendengarkan cerita Syakirah, karena Aliya juga sangat takut terjadi apa-apa kepada Syakirah.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2