
"Apa yang mereka ucapkan tadi ada benarnya ya? Apa mungkin aku harus melamar Kiya dan menjalani ta'aruf dengan Kiya? Tapi apa Kiya mau? Hati Kiya itu sama sepertiku, dingin sedingin es, keras sekeras batu, di lunakkan pun juga belum tentu lunak sama seperti hatiku. Apa aku meminta bantuan mereka? Tapi itu sama saja menggunakan cara licik dan aku tidak mau Kiya membenciku gara-gara itu." ujar Wahyu frustasi.
Selama ini Wahyu hanya mengucapkan nama Kiya di dalam sujud dan doanya. Jika Wahyu memang jodoh untuk Kiya, Wahyu memohon untuk mempermudah jalannya. Tapi jika Wahyu bukan jodoh untuk Kiya, Wahyu ikhlas karena jodoh yang di berikan oleh Allah lebih indah dari pada jodoh yang dia buat sendiri. Saat ini Wahyu hanya bisa mendoakan saja untuk perasaannya.
***
Sementara di markas geng motor Syakirah, Syakirah sedang marah-marah kepada mereka semua, bahkan benda seperti gucci dan vas bunga yang tidak bersalah kena imbasnya. Tubuh mereka semua bergetar melihat kemarahan Syakirah, sudah lama juga Syakirah tidak marah seperti ini kepada mereka. Tubuh mereka bergetar ketakutan, apalagi saat Syakirah tidak segan-segan untuk memukul salah satu dari mereka jika ada yang menjawab ucapannya. Dan inilah sifat tersembunyi Syakirah, sudah lama juga dia tidak mengeluarkan sifat tersembunyi ini. Di depan tetangga dan kerabat Syakirah terlihat baik, tapi di depan teman dan orang-orang brengsek Syakirah akan berubah menjadi jahat.
"Gue udah bilang kan sama kalian semua! Jangan sekali-kali kalian membuat masalah di jalanan! Dan jangan pernah kalian buat masalah dengan anak buah geng motor Evan! Berapa kali gue udah bilang ke kalian dulu!" Syakirah emosi, sudah 5 kali ini dia membanting benda yang ada di sekitarnya, mereka semua sampai berpegangan tangan agar bisa menguatkan satu sama lain.
"Sekarang gue mau tanya sama kalian, kalian mau geng motor kita bubar atau tetap terus?" ujar Syakirah sambil menekankan kata bubar. Clara bangun dari duduknya dan berlutut di hadapan Syakirah. Syakirah hanya mengamati Clara.
"Syakirah, gue mohon jangan pernah bubarkan geng motor ini. Gue bahagia disini, Rah. Gue gak punya siapa-siapa lagi selain lo dan mereka." ujar Clara memohon. Clara adalah anak yang tidak di anggap oleh kedua orang tuanya. Dia sekolah pun juga di sekolahkan pamannya. Dia bergantung hidup kepada pamannya tapi semuanya berubah saat pamannya telah tiada. Bibinya mengusirnya dari rumah, bahkan orang tua Clara juga tidak peduli dengan kehidupan Clara. Entah Clara mati atau hidup itu bukan urusan mereka.
"Bangun! Gue bukan tuhan!" ujar Syakirah. Clara langsung bangun. "Gue bener-bener kecewa sama lo, Ra. Sangat, sangat kecewa. Gue percaya sama lo, tapi lo selalu memanfaatkan kepercayaan gue ke lo. Gue gak tahu harus apa lagi. Gue udah capek. Lo pikir selama 2 tahun gue gak kesini, gue gak mengamati kalian apa? Salah! Gue selalu mengamati perkembangan kalian dari jauh!" Syakirah menjeda kalimatnya, kata-kata yang akan di ucapkan selanjutnya cukup membuat kaget anak buahnya. "Apa gue keluar dari geng motor ini? Dan Clara yang akan menggantikan posisi gue? Bukannya itu lebih baik?"
__ADS_1
"Syakirah, gue mohon, Ra. Maafin gue, ra." ujar Clara. Selama ini Clara lah yang selalu mengatur mereka semua, mereka pun juga menuruti karena mereka pikir itu adalah perintah dari Syakirah.
"Maaf? Maaf lo bilang? Apa dengan kata maaf semuanya akan terselesaikan? Nggak, Clara! Udah berapa banyak orang yang lo sakiti gara-gara sakit hati lo?! Banyak! Gue yang sakit hati sampai hati gue mati rasa pun gak pernah menyakiti orang lain yang gak terlibat dalam perasaan gue. Lah lo, semuanya lo anggap salah!" ujar Syakirah.
"Terus gue harus gimana, Rah? Gue akan ngelakuin apa aja, asal lo maafin gue." Clara sudah menitikkan air matanya beberapa kali.
"Lo yakin akan melakukan apa aja buat kesalahan lo itu?" tanya Syakirah dan Clara mengangguk mantap.
"Kalau begitu kalian semua juga kena imbasnya, karena kalian juga ikut terlibat!" ujar Syakirah sambil menunjuk semua anak buahnya. Mereka semua mengangguk, memang ini juga salah mereka jadi mereka harus bertanggung jawab juga.
"Gue mau kalian serahin kunci motor ninja kalian, serta kartu rekening kalian!" ujar Syakirah. Mareka semua terkejut. Syakirah menghukum mereka dengan cara ini lagi.
"Ra, kita gak mungkin serahin itu ke lo!" Clara.
"Kenapa? Bukannya lo bilang kalau lo akan melakukan apa saja agar gue maafin lo?" Clara diam mendengar ucapan Syakirah.
__ADS_1
"Sekarang kalian taruh kunci dan kartu kalian disini!" Syakirah meletakkan wadah itu di meja dan mereka dengan berat hati menaruh kunci serta kartu mereka di wadah itu.
"Kalian yakin gak ada kartu rekening lagi? Jangan pernah kalian bohong! Atau gue akan menambah hukuman kalian!" kata yang di lontarkan Syakirah terlihat halus, tapi menyiratkan banyak makna. Lalu mereka semua mengambil kartu mereka di area terlarang, seperti dada dan meletakkannya di dalam wadah itu. Syakirah mengamati wadah itu, penuh.
"Udah?" Mereka semua mengangguk. Syakirah mengambil wadah itu dan menutupnya dengan tutup kotak tersebut.
"Wadah ini gue bawa. Kalian pakai motor matic yang udah kalian modifikasi itu." Syakirah memperlihatkan wadah itu di hadapan mereka. Syakirah bisa melihat rasa tidak ikhlas di wajah mereka.
Syakirah naik ke atas, seketika mereka bernafas dengan lega karena kepergian Syakirah. Syakirah membuka berangkas yang berisi uang hasil kerja kerasnya dan anak buahnya. Syakirah mengambil beberapa uang, mungkin uangnya sekitar 10 juta. Syakirah turun lagi dan meletakkan uang itu di meja.
"Ini." tunjuk Syakirah pada uang itu. "Ini uang buat sebulan. Cukup gak cukup, harus cukup! Kalau bisa buat uang ini jadi 2 bulan! Jangan suka beli makanan di restoran, kalau bisa belanja di pasar agar lebih hemat! Kalau kalian bisa berubah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya gue akan mengembalikan ini kepada kalian." Syakirah menunjukkan wadah itu lagi. " Tapi kalau kalian masih belum bisa berubah, jangan harap gue akan ngembaliin ini ke kalian!"
Bersambung......
Jangan lupa like, komen dan vote supaya Author semangat up nya ^_^
__ADS_1