Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Ahmad dan Syakirah ( Part 2 )


__ADS_3

Syakirah turun dari mobil Ahmad. Mereka berdua masuk ke dalam mall dan mulai jalan-jalan.


"Kamu mau beli apa, Syakirah?" tanya Ahmad.


"Aku gak beli apa-apa. Kamu kalau mau beli, beli saja." jawab Syakirah.


"Kok gitu, kamu gak suka aku bawa kesini?" tanya Ahmad sedikit kecewa, padahal dia sudah merencankan sesuatu.


"Aku suka kok, cuma memang gak ada barang yang mau aku beli."


"Kalau gitu ikut kataku ya. Pokoknya apa yang aku saranin kamu harus turuti."


"Iya, asal gak aneh-aneh aku turuti."


Ahmad melanjutkan jalannya sambil melihat beberapa toko. Syakirah sendiri juga demikian, dia sedang minat beberapa barang tadi tapi dia tidak beli karena uangnya yang juga sudah mulai menipis.


Mereka masih berjalan-jalan, sesekali Syakirah menggerutu karena sudah 3 kalinya mereka naik turun escalator. Syakirah berhenti, membuat Ahmad juga ikut berhenti.


"Kenapa berhenti?" tanya Ahmad bingung.


"Ahmad, sebenarnya kau itu mau beli apa? Dari tadi kita itu naik turun escalator. Habis naik jalan-jalan, terus turun jalan-jalan lagi. Udah 3 kali kita jalan-jalan tapi gak beli apa-apa. Jangankan beli, masuk ke toko saja nggak." gerutu Syakirah.


"Aku juga bingung mau beli apa, tapi tadi aku sudah lihat beberapa barang. Kita naik lagi ya."


"Kalau kau masih tidak beli apa-apa, kita pulang saja."


"Iya."


Mereka naik escalator lagi, naik ke lantai 2 di mall itu. Ahmad masuk ke toko sepatu, Syakirah hanya ikut saja.


"Ada sepatu couple gak mbak? Soalnya tadi saya lihat ada disini." tanya Ahmad kepada penjual perempuan.


"Ada, kak. Mari ikut saya."


Ahmad dan Syakirah mengikuti perempuan itu. Saat sudah sampai Ahmad bisa melihat sepatu couple yang bervariasi. Ahmad mulai lihat satu persatu.


"Kenapa beli sepatu couple? Kau mau bercouple sama kak Rani?" tanya Syakirah.


"Gak mungkin kak Rani mau kalau aku ajak couple."


"Terus kau beli sepatu couple buat siapa?"


"Ya buat kita lah."

__ADS_1


"Kita? Maksudnya aku dan kau begitu?" Ahmad mengangguk.


Syakirah terlihat bingung dengan Ahmad. Kenapa Ahmad mau bercouple dengannya, pikirnya.


Ahmad terus melihat satu persatu sepatu yang ada di depannya ini. Ahmad mengambil sepatu yang berwarna merah, dia cukup tertarik dengan sepatu yang dia pegang. Ahmad menyuruh perempuan tadi untuk mengambilkan ukuran sepatunya dan sepatu Syakirah.


"Boleh di coba nggak, mbk?" tanya Ahmad saat sudah mendapatkan ukuran sepatu yang pas untuk kakinya.


"Boleh, mas." ujar perempuan tadi. Ahmad mengangguk dan memakai sepatunya. Terlihat keren saat Ahmad memakainya. Ahmad melihat dirinya di cermin, sementara Syakirah berdecak kesal melihat kelakuan Ahmad.


Ck. Ahmad ternyata kalau sedang belanja lama ya. Aku saja kalau belanja gak lama-lama banget. batin Syakirah


Jika di samakan antara Syakirah dan Ahmad saat mereka belanja, yang lebih antusias adalah Ahmad sementara Syakirah hanya biasa-biasa saja.


"Syakirah, ayo coba sepatu itu." suruh Ahmad sambil menunjuk sepatu yang di pegang oleh perempuan tadi. Perempuan tadi menyodorkan sepatu yang dia pegang kepada Syakirah.


"Gak usah, Ahmad. Sepatuku sudah banyak di rumah." tolak Syakirah halus. Ahmad menatap Syakirah tajam.


"Sesekali couple sama aku kan gak apa-apa." ujar Ahmad.


"Tapi... "


"Gak ada tapi-tapian! Coba saja, kalau cocok ya beli."


Syakirah mencoba sepatu yang di sodorkan oleh perempuan tadi. Syakirah melihat ke arah cermin di sebelahnya juga ada Ahmad. Mereka terlihat serasi memakai sepatu berwarna merah itu.


"Wah... cocok sekali dengan kalian." ujar perempuan tadi. Ahmad tersenyum bangga.


"Oke, kalau begitu aku beli ini. Boleh minta kantong plastiknya untuk sepatuku dan sepatunya." perempuan itu mengangguk dan menyuruh Ahmad untuk ke kasir.


"Ahmad, lebih baik aku tidak usah beli." ujar Syakirah berbisik.


"Kenapa? Kan aku yang membelikanmu."


"Gak apa-apa. Cuma... " Syakirah ingin jujur tapi dia malu.


"Sudah, pokoknya aku mau beli ini. Tenang saja, aku yang bayar kok. Tadi kamu janji kan akan menuruti semua perkataanku." Syakirah mengangguk.


Ahmad membayar sepatu couple yang dia beli, sepatunya dan sepatu Syakirah juga sudah ada di kantong plastik. Mereka berdua berjalan keluar ke toko sepatu itu.


Mereka berdua masih jalan-jalan. Mereka masuk ke tempat pakaian couple lagi. Kepala Syakirah rasanya mau pecah.


"Kita ngapain kesini?" tanya Syakirah.

__ADS_1


"Beli baju."


"Iya aku ngerti beli baju, tapi kenapa harus couple lagi?"


"Ya pokoknya harus couple."


"Ahmad, aku gak mau."


"Sudah nurut saja."


Syakirah terpaksa menurut dengan perkataan Ahmad. Sebenarnya Syakirah tidak enak jika Ahmad membelikan dia barang seperti ini terus, tapi kau bagaimana lagi. Ahmad terus memaksa.


Ahmad melihat hoodie couple yang ada di depannya. Ahmad menyuruh penjual laki-laki itu untuk mencarikan hoodie warna merah sesuai dengan ukuran tubuhnya dengan ukuran tubuh Syakirah.


Penjual tadi menyodorkan hoodie yang berwarna merah. Ahmad mencoba hoodie itu, begitu pula dengan Syakirah. Saat mereka keluar dari ruang ganti, mereka melihat cermin. Sepatu berwarna merah dan hoodie berwarna merah, perfect sekali.


"Kalian cocok sekali memakai ini." ujar penjual laki-laki tadi. Syakirah hanya tersenyum gagu menanggapi.


"Oke juga, gak salah pilihannya. Aku beli ini." ujar Ahmad.


"Oke, ayo kita ke kasir."


Mereka menuju ke kasir, saat ada di kasir Syakirah menarik pelan hoodie yang di pakai Ahmad.


"Kenapa?" tanya Ahmad saat Syakirah menarik hoodienya.


"Boleh aku melepas ini." ujar Syakirah sambil menunjuk kerudung yang dia kenakan. Ahmad cukup terkejut dengan ucapan Syakirah.


"Kenapa di lepas?"


"Jujur, sebenarnya aku juga pernah melepas kerudungku saat bermain dengan teman-temanku. Aku juga terkadang keluar rumah tidak memakai kerudung. Aku sering keluar rumah tidak memakai kerudung dulu."


"Jika kau tidak masalah tidak apa-apa. Aku pikir kau juga ingin seperti Kiya."


"Semua orang mempunyai kepribadian masing-masing, Ahmad. Dilihat dari segi manapun aku dan kak Kiya itu berbeda."


Ahmad tersenyum mendengar perkataan Syakirah. Sebenarnya dia sudah tahu kalau Syakirah pernah keluar rumah tanpa memakai kerudung, sudah sering Ahmad melihat Syakirah keluar rumah tanpa kerudung hanya saja Ahmad diam saja.


"Terserah kau saja, Syakirah. Kau bilang kepribadian seseorang berbeda-beda kan, kalau kau tidak masalah lepas saja. Aku tidak berhak melarangmu, karena aku bukan siapa-siapamu." perkataan Ahmad mengandung makna, Syakirah tahu itu.


Syakirah tersenyum dan berjalan menuju ruanh ganti, sementara Ahmad masih menunggu di depan kasir.


Syakirah melepas kerudungnya, Syakirah menaruh kerudungnya ke dalam tas ransel mini yang selalu dia bawa.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2