
"Aku mengerti, Syakirah. Lagi pula aku juga tidak memaksamu. Jika kau mau langsung menikah, aku bisa menuruti permintaanmu itu. Tapi kau harus menungguku. Berjanjilah kau akan menungguku, sampai saatnya tiba aku akan datang ke rumahmu bersama orang tuaku."
Syakirah cukup tertegun dengan ucapan Ahmad, Syakirah bisa melihat jelas keserisusan di wajah Ahmad.
Ahmad menyordorkan jari kelingkingnya ke Syakirah agar Syakirah juga membalasnya.
"Berjanjilah." ujar Ahmad. Syakirah masih menatap wajah Ahmad.
Syakirah membalas jari kelingking Ahmad, mereka berdua tersenyum.
Aku tunggu sampai umurmu 19 tahun, maka tidak akan aku biarkan lelaki lain merebutmu. batin Ahmad.
Syakirah tiba-tiba memeluk Ahmad, Ahmad pun terkejut tapi dia membalas pelukan Syakirah. Syakirah menangis di pelukan Ahmad.
"Maafkan aku." lirih Syakirah.
"Jangan minta maaf, ini bukan salahmu. Tidak ada yang salah dengan kita, hanya aku yang salah disini. Gara-gara aku, kau tidak percaya lagi denganku."
Cup.
Ahmad mengecup puncuk kepala Syakirah, Syakirah merasa terharu dengan perbuatan Ahmad. Syakirah terus memeluk Ahmad tanpa melepaskannya.
***
Malam pun beranjak jam juga sudah menunjukkan pukul 6 malam, sesekali Syakirah melihat ponselnya takut jika kakaknya sudah mulai perjalanan pulang.
"Masih belum mengirimkan pesan?" tanya Ahmad. Syakirah menggeleng.
"Belum. Tadi aku sudah bilang kalau mau berangkat beritahu aku, tapi ini kak Kiya belum mengirimkan pesan apapun kepadaku. Apa mungkin kak Kiya sudah berangkat ya?"
"Tidak mungkin Kiya berangkat meninggalkanmu. Dia saja tadi pagi sudah mengancamku untuk menurunkanmu di jalan XX, tidak mungkin dia berangkat tanpa memberitahumu."
Ucapan Ahmad masuk akal, tapi tentu saja Syakirah masih khawatir jika kakaknya meninggalkannya.
"Kalau masih khawatir telpon saja, tidak ada salahnya kan."
Syakirah nampak berfikir, apa yang di ucapkan Ahmad ada benarnya tapi tetap saja Syakirah tidak enak takut kakaknya sedang sibuk.
"Tidak usah, aku yakin kak Kiya sedang sibuk."
Syakirah tersenyum ke arah Ahmad, Ahmad pun membalas senyuman Syakirah.
Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara karena ada orang yang meminta perhatian. Orang itu berkata bahwa akan ada beberapa pertunjukkan seperti menyanyi dan semua orang yang ada di taman ini bisa bernyanyi di atas panggung. Ahmad tersenyum, dia bersyukur karena ada acara seperti ini, dia bisa mengajak Syakirah berduel dengannya. Tapi tidak dengan Syakirah, dia sudah murung saat melihat panggung tadi. Syakirah sudah berfikir yang tidak-tidak tentang Ahmad, karena Syakirah yakin kalau Ahmad akan mengajaknya berduel lagi.
Sampai waktu menunjukkan pukul 7 malam, semua pengunjung taman bisa bernyanyi di atas panggung. Ahmad tentu saja mengangkat tangan kanannya dan mengajak Syakirah ke panggung, tapi tentu saja Syakirah menolak. Bukan Ahmad kalau tidak bisa mengajak Syakirah berduel dengannya, Ahmad melakukan segala cara agar Syakirah mau naik ke panggung bersamanya. Dengan berat hati akhirnya Syakirah menuruti permintaan Ahmad.
Dan disinilah mereka, di panggung tempat mereka berdua akan menyanyi bersama. Musik sudah di mulai seperti waktu itu, Ahmad tidak memberitahu judul lagu apa dan langsung bernyanyi saja.
Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
__ADS_1
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu 'tuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu 'tuk selamanya
Ku tak (ku tak) melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sungguh indah cintaku
__ADS_1
Indah cintaku
Setelah menyanyikan lagu itu, semua pengunjung taman bertepuk tangan. Syakirah dan Ahmad juga tersenyum bahagia.
Mereka berdua turun dari panggung dan berjalan untuk pulang. Saat ada di mobil ponsel Syakirah bergetar menandakan ada pesan masuk, Syakirah segera membukanya.
Kak Kiya
"Kakak sudah mulai perjalanan untuk pulang. Tapi mungkin nanti kakak akan mampir untuk makan malam dan membeli oleh-oleh. Jadi kau pulang saja dulu ya, nanti kabari aku kalau kau sudah sampai di jalan XX."
"Kak Kiya baru saja memulai perjalanan, tapi dia akan mampir untuk makan malam dan membeli oleh-oleh." ujar Syakirah memberitahu Ahmad.
"Kalau begitu kita juga harus cari makan, kita juga belum makan malam kan?" Syakirah mengangguk.
Ahmad mengendarai mobilnya keluar dari area parkiran taman dan memecahkan jalanan kota. Saat perjalanan mereka berdua hanya diam saja tanpa membuka pembicaraan sama sekali. Syakirah sendiri juga sudah mulai mengantuk, matanya sudah berat sekali.
Akhirnya mereka sudah sampai di sebuah restoran, Syakirah pikir Ahmad akan membawanya ke warung pinggir jalan tapi dugaannya salah, Ahmad malah membawanya ke restoran.
"Ahmad, kenapa kita ke restoran?" tanya Syakirah yang membuat Ahmad berhenti untuk turun dari mobil.
"Kenapa? Apa kau tidak suka?"
"Bukannya tidak suka. Disini mahal, aku takut uangmu akan habis."
"Jangan khawatirkan itu. Sudahlah ayo!"
"Tapi, Ahmad... "
Ahmad keluar dari mobil, dengan terpaksa Syakirah juga harus mengikuti Ahmad. Akhirnya mereka makan malam di restoran ini. Setelah selesai makan malam, mereka berdua melajutkan perjalanan mereka untuk pulang.
***
Akhirnya Ahmad dan Syakirah sampai di jalan XX seperti apa yang di janjikan Ahmad kepada Kiya. Ahmad membangunkan Syakirah yang tertidur, jam masih menunjukkan pukul 4 pagi. Kiya dan Wahyu juga sudah ada di jalan XX menunggu kedatangan Syakirah.
Syakirah menghampiri kakak sepupunya itu dan memeluknya, seakan-akan sudah lama tidak bertemu padahal mereka hanya tidak bertemu sehari.
"Ayo kita pulang." ajak Kiya. Wahyu memasukkan koper Syakirah ke dalam bagasi. Wahyu sudah ada di dalam, Syakirah sudah mau masuk ke dalam mobil tapi tangannya tiba-tiba di cekal oleh Ahmad. Kiya juga tidak masuk ke dalam mobil saat melihat Ahmad memegang pergelangan tangan Syakirah.
Cup.
Ahmad mengecup kening Syakirah, Kiya melotot melihat Ahmad mengecup kening Syakirah.
"Hei Ahmad, jangan main nyosor aja!" gerutu Kiya.
"Sama calon istri juga tidak apa-apa kan."
"Jangan terlalu berharap!"
Akhirnya Syakirah dan Kiya masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah mereka. Di dalam mobil Syakirah senyum-senyum sendiri mengingat kejadian beberapa menit tadi, Kiya yang melihat itu hanya menghela nafas saja.
Sementara Ahmad masih memandangi mobil kak Rahman yang lama kelamaan menjauh. Ahmad masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke rumahnya. Dia akan istirahat sampai dia puas setelah dia sampai rumah nanti.
__ADS_1
Bersambung......