Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Selera Evan


__ADS_3

Akhirnya Syakirah membantu Evan untuk menyiapkan dinner dengan Kiya. Entah seperti apa dinner mereka berdua kali ini. Gadis muslimah dan Lelaki berandalan, aaaahh tidak sabar sekali rasanya untuk menunggu lusa.


***


Hari sudah malam, kali ini Kiya hanya makan malam berdua lagi dengan kak Rahman. Untuk beberapa hari ini kak Rahman akan menginap disini untuk memastikan Kiya juga. Kak Rahman tadi juga sudah melihat pesan yang di kirimkan oleh Evan.


"Kiya." panggil kak Rahman.


"Apa?" tanya Kiya.


"Karena dinnermu lusa, aku mau kau membeli baju waktu lusa siang." jawab kak Rahman.


"Kenapa harus beli baju? Ini dinner saja kan? Kenapa pakai beli baju segala?" tanya Kiya heran.


"Tidak apa-apa lah sesekali, kan kau dinner dengan bos perusahaan. Nanti waktu beli baju kau akan di antar oleh Syakirah." ujar kak Rahman.


"Syakirah? Kenapa Syakirah juga ikut hal ini?" Kiya mulai curiga.


"Kakak yang minta tolong dia untuk mengantarkanmu membeli baju, supaya nanti kalian bisa di ajak berbanding." jelas kak Rahman.


"Tidak usah beli baju juga tidak masalah kan?"


"Ada baiknya beli baju saja. Sudahlah jangan banyak bertanya. Aku sudah menyerahkan semua ini kepada Syakirah, jadi kau ikut saja apa katanya." kak Rahman sudah tidak mau berbedat dengan Kiya, bisa-bisa terbongkar semuanya.


"Ada yang aneh." ujar Kiya.


"Tidak ada yang aneh, kau saja yang terlalu berfikiran negatif." ujar kak Rahman.


Akhirnya mereka berdua melajutkan makan malam mereka berdua. Saat sudah selesai makan Kiya memilih untuk pergi ke kamarnya. Kiya mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan untuk Syakirah.


"Syakirah, apa benar kau di suruh kak Rahman untuk membeli baju untukku?" pesan terkirim. Kiya sedang menunggu balasan dari Syakirah, padahal Syakirah sedang online tapi kenapa lama sekali menjawabnya. Mungkin itu hanya pikiran Kiya saja karena dia tidak sabar untuk melihat balasan dari Syakirah.


"Iya, kak. Aku di suruh kak Rahman untuk membelikanmu baju. Kak Rahman juga bilang kalau dia menyerahkan semua ini padaku." pesan balasan dari Syakirah. Kiya segera membalas pesan itu.


"Apa kau tahu lelaki yang akan dinner denganku?" pesan dari Kiya.


"Tidak, kak. Aku tidak tahu seperti apa lelaki yang akan dinner denganmu. Aku hanya di suruh untuk menemanimu membeli baju saja." pesan dari Syakirah.

__ADS_1


"Kenapa kak Rahman menyuruhmu dan bukan dia sendiri?" pesan dari Kiya.


"Aku tidak tahu. Saat aku bertanya seperti itu dia bilang kalau dia akan ada rapat malam di perusahaannya." pesan dari Syakirah.


"Oh begitu ya. Sedikit aneh saja." pesan dari Kiya.


"Menurutku tidak, hal ini sudah biasa untuk dinner." pesan dari Syakirah.


"Mungkin. Aku kan tidak tahu kalau dinner akan seperti ini, ini juga dinner pertamaku." pesan dari Kiya.


"Wajar kak jika ini dinner pertamamu. Aku juga begitu saat dinner pertama dulu." pesan dari Syakirah.


"Ya sudah kalau begitu, maaf juga sudah mengganggumu." pesan dari Kiya.


"Kakak tidak mengganggu, aku malah senang kak Kiya mengirimkan pesan untukku." pesan dari Syakirah.


"Ya sudah kalau begitu kakak mau menyelesaikan tugas kakak ya." pesan dari Kiya.


"Oke."


Kiya meletakkan ponselnya kembali ke nakas, lalu dia berjalan ke meja belajarnya.


Sementara Syakirah sedang menenangkan dirinya karena panik saat Kiya mengirimkan pesan untuknya.


"Tenang Syakirah, tenang. Gak akan terjadi apa-apa kok." gumam Syakirah.


Syakirah lalu duduk di sofa, Aliya hanya menatap Syakirah sambil garuk-garuk kepala saja.


"Kau itu kenapa? Seperti orang yang sedang panik tahu!" tanya Aliya sambil melihat Syakirah.


"Gak apa-apa kok, Al. Cuma masalah biasa aja. Kau tahu kan aku bagaimana? Jadi kau tidak perlu bertanya kepadaku. Hehe" jawab Syakirah.


***


Sementara di markas Evan, Evan sedang memandangi foto Kiya yang ada di sosmed. Meskipun Kiya gadis yang tertutup tapi dia tetap update sosmed meskipun jarang. Tapi tentu saja fotonya tidak hanya dirinya, dia selalu memposting jika dengan temannya saja tapi juga ada dia yang sendirian.


Cantik, dingin, dan cuek. Gimana bisa gue jatuh cinta sama cewek kayak dia? Padahal kalau di lihat dari segi fisik dia itu jauh dari selera gue. Kiki, kiki, lo diam-diam menghanyutkan ternyata. Padahal lo juga gak ngelakuin apapun ke gue, yang ada lo selalu ketus sama gue, tapi kok bisa ya gue jatuh cinta sama dia? Emang cinta itu menakutkan ya. Banyak banget orang yang bilang kalau benci sama cinta itu beda tipis, apa karena dulu gue sedikit benci sama dia ya, makanya gue suka sama dia? Tapi mana ada yang kayak gitu ceritanya. batin Evan.

__ADS_1


"Heh, sstt, sstt." temannya berbisik kepada Thomas.


"Hmm, apa?" tanya Thomas pelan.


"Lihat tuh si Evan, kayak orang gila senyum-senyum sendiri sambil lihat foto cewek." ujar temannya itu. Thomas langsung melihat Thomas sambil mendengus kesal.


"Biasa, kalau orang jatuh cinta itu emang gila dari dulu. Kayak lo gak pernah aja." ujar Thomas.


"Emang gue gak pernah jatuh cinta." ujar temannya.


"Ya iyalah lo gak pernah jatuh cinta, lo kan jomblo. Hahahaha." Thomas tertawa terbahak-bahak dengan ucapannya, sementara temannya hanya mendengus kesal.


"Gimana gue gak jomblo, orang gak ada yang mau sama gue!" ujarnya sambil berdecak kesal.


"Makanya kalau punya muka itu good looking dikit." ujar Thomas.


"Terserah lo deh. Tapi ngomong-ngomong siapa cewek yang di lihatin Evan dari tadi?" tanya temannya.


"Sepupunya Syakirah." jawab Thomas.


"Hah? Udah gak suka sama Syakirah malah suka sama sepupunya? Gila kali ya tuh anak!"


"Ya emang kenapa? Syakirah juga udah gak suka sama Evan kok."


"Gak gitu, emang secantik apa sepupunya Syakirah sampai Evan tergila-gila kayak gitu? Tuh anak kan gak mudah buat berpindah hati."


"Sebenarnya jauh dari kata selera Evan sih, apalagi tuh anak juga anak pesantren lagi. Cantik sebenarnya, mukanya juga sama kayak muka Syakirah itu 10/12 kayaknya. Mereka berdua hampir kembar juga sih kalau gue lihat-lihat. Dia cantik tapi cueknya gak ada yang nandingi deh, lo nyentuh bajunya dikit aja, udah pasti dia akan memberikan tatapan mautnya." jelas Thomas kepada temannya.


"Cantik tapi dingin? Maksud lo?" tanya temannya tak mengerti.


"Dia cantik banget kayak Syakirah tapi sayang dia dingin dan cuek. Terus mulutnya itu kayak cabe, beeehhh kalau ngomong bedes banget, gak ada saringannya lagi." jelas Thomas lagi.


"Tapi kok bisa Evan suka sama dia?"


"Gak tau, cinta itu buta. Makanya orang kalau udah jatuh cinta itu kayak orang gila. Udahlah, ngapain juga lo ngurusin si Evan."


Akhirnya mereka berdua memilih untuk diam dan memainkan hpnya dan membiarkan Evan senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2