Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Tak sadarkan diri ( Part 2 )


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga Wahyu tidak masuk kerja, padahal Kiya sudah bilang kepada Wahyu bahwa ada dirinya yang sudah menjaga Syakirah, tapi Wahyu tetap bersih kukuh untuk menjaga Syakirah.


Syakirah masih tidak sadarkan diri sampai saat ini. Menurut Dokter, Syakirah masih mengalami sakit perut yang sangat luar biasa, jadi dia tidak sadar sampai saat ini.


Wahyu masih setia menemani Syakirah di sampingnya. Dia masih menggenggam tangan Syakirah erat. Kiya yang melihat itu pun juga merasa prihatin, pasalnya Wahyu sudah tiga hari ini pulang pergi ke rumah sakit.


Wahyu, begitu pedulinya kau dengan Syakirah, meskipun kau sakit hati karena Syakirah tidak memberitahumu tentang kejadian dia bertemu dengan Ahmad dan juga Hanifa. ujar Kiya dalam hati.


Jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi perut Kiya sudah keroncongan minta di isi. Kiya pun memberitahu Wahyu bahwa dia mau ke kantin.


"Wahyu, aku mau ke kantin. Apa kau tidak mau menitip sesuatu?" tanya Kiya kepada Wahyu.


"Kau bisa membelikanku air mineral saja." jawab Wahyu tanpa mengalihkan pandangannya dari Syakirah.


"Kau yakin mau menitip air mineral saja? kau tidak mau menitip makanan?" tanya Kiya memastikan lagi.


"Iya, air mineral saja."


Kiya pun bergegas ke kantin untuk membelikan Wahyu air mineral dan juga membeli makan untuk dirinya.


Percuma saja menawari Wahyu, pasti yang di jawab hanya air mineral saja. ujar Kiya dalam hati dengan kesal. Saat Kiya pergi ke kantin, ada seseorang yang membuka pintu ruang rawat Syakirah, Wahyu pun menoleh.


"Kiya kau bilang mau ke kan...... " Wahyu tidak melanjutkan ucapannya. Saat dia berbalik, dia sangat terkejut dengan seseorang tersebut. Wahyu pun menghampiri orang tersebut dan mencekeram kerah leher orang tersebut.


"Mau apa kau datang kesini br*ngs*k?" tanya Wahyu dengan amarah yang meluap-luap.


"Aku mau menjenguk Syakirah. Aku dengar dia sedang di rawat di rumah sakit, jadi aku datang kesini untuk menjenguk Syakirah." ujar seseorang tadi sambil melepaskan tangan yang mencekeram kerah lehernya.


"Kau tidak perlu sok peduli dengan keadaan Syakirah saat ini Ahmad. Kau hanya akan membuatnya bertambah sakit nanti!" ujar Wahyu. Ya, orang tersebut adalah Ahmad. Ahmad tahu Syakirah sakit dari Bunda Syakirah. Sehari yang lalu Ahmad ke rumah Syakirah untuk menyampaikan sesuatu.


Flashback on

__ADS_1


Ahmad sudah ada dirumah Syakirah, dia sedang mengetuk pintu rumah Syakirah dan mengucapkan salam. Tapi saat Ahmad mengetuk pintu dan mengucapkan salam tidak ada jawaban dari dalam. Ahmad pun berbalik untuk pulang. Tapi, saat dia mau beranjak dari rumah Syakirah, bunda Syakirah datang dan bertanya kepada Ahmad.


"Ahmad, kau sedang apa di rumah Syakirah?" tanya bunda Siti. Siti adalah tante Syakirah, dia memanggilnya dengan sebutan bunda karena waktu dia kecil, dia di rawat oleh bunda Siti. Bunda Siti masih belum memiliki keturunan sampai saat ini, jadi dia menganggap Syakirah seperti anaknya sendiri.


"Eh bu Siti. Assalamualaikum bu. Saya mau ketemu sama syakirah, tapi sepertinya Syakirah tidak ada rumah." jawab Ahmad sambil mencium punggung tangan bunda Siti.


Ahmad memanggil bunda Siti dengan sebutan bu atau bunda, karena bunda siti adalah guru sewaktu dia mengaji dan sekolah di pesantren, jadi wajar saja dia masih memanggilnya dengan sebutan bu. Dan dia akan memanggilnya dengan bunda jika dia sedang curhat kepada bunda Siti. Bunda Siti juga tahu kisah cinta Syakirah dan Ahmad.


"Syakirah memang tidak ada dirumah. Dia sedang di rawat di rumah sakit." jawab bunda Siti.


"Apa? dirawat di rumah sakit? Syakirah sakit apa bu?" tanya Ahmad terkejut.


"Dia tak sadarkan diri tiga hari yang lalu saat dari kamar mandi. Dokter bilang kalau Syakirah terkena infeksi lambung yang membuat perutnya sakit luar biasa. Sampai saat ini pun dia masih belum sadarkan diri." jawab bunda Siti.


"Jadi sekarang Syakirah ada di rumah sakit, kalau begitu saya ingin kesana bu!" ujar Ahmad sambil beranjak pergi.


"Apakah kamu masih mencintai Syakirah, Ahmad?" tanya bunda Siti yang membuat Ahmad menghentikan langkahnya.


"Bolehkah saya mengharapkan Syakirah kembali lagi bunda?" tanya Ahmad kembali.


"Kalau begitu, saya pergi dulu ya bunda. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah itu dia pergi meninggalkan bunda Siti sendirian.


Ahmad bunda akan mendukung dirimu untuk mendapatkan Syakirah kembali jika kamu berusaha untuk mendapatkannya. ujar bunda Siti dalam hati dan melihat kepergian Ahmad.


Flashback off


Ahmad yang mendengar kabar bahwa Syakirah sakit pun langsung bergegas keesokan harinya. Tapi, tak disangka dia bertemu dengan Wahyu.

__ADS_1


"Cih. Lebih baik kau pulang saja dari pada ada disini!" usir Wahyu.


"Niatku baik disini. Aku hanya ingin menjenguk Syakirah, itu saja. Aku tidak ada maksud lain dengan kedatanganku kesini." jawab Ahmad. Mendengar Ahmad yang dari tadi menjawab ucapannya membuat dia jengah. Akhirnya Wahyu memukul wajah Ahmad, Ahmad pun terkejut dengan pukulan Wahyu, dia segera membalas pukulan Wahyu tapi belum sempat dia memukul wajah Wahyu seseorang berteriak dari pintu.


"Berhenti!" teriak Kiya kepada Wahyu dan Ahmad, yang membuat mereka menghentikan pukulan mereka dan menoleh ke sumber suara.


"Apa yang kalian berdua lakukan? Apakah kalian bodoh atau gimana? Kalian tidak tahu kalau kalian sedang ada dirumah sakit!? Bisa-bisanya kalian bertengkar disini? Dan juga apa kalian tidak punya mata? Lihatlah ada seseorang yang terbaring lemah tak sadarkan diri disana dan kalian malah bertengkar?!" tanya Kiya dengan amarah. "Jika, kalian mau bertengkar jangan disini, keluar sana!" lanjut Kiya dengan amarah, yang saat ini sudah duduk di samping syakirah sambil menatap mereka.


"Maaf." ujar mereka berdua meminta maaf.


"Haaaah..... Sudahlah percuma bicara dengan kalian berdua. Ahmad untuk apa kau datang kesini dan juga kau tidak memberitahuku terlebih dahulu jika kau mau menjenguk Syakirah?" tanya Kiya kepada Ahmad.


"Maaf, aku tidak memberitahumu terlebih dahulu. Aku lupa memberitahumu dan juga...... ponselku sedang dibawa oleh Hanifa." jawab Ahmad.


"Cih. Perempuan licik itu lagi." jawab Kiya. "Duduklah, aku tidak akan memarahimu saat ini, karena niatmu baik datang kesini!" lanjut Kiya.


"Apa! Kiya kenapa kau mengizinkannya untuk ada disini? Bukannya menyuruhnya pergi tapi menyuruhnya untuk duduk. Cih." ujar Wahyu tak terima.


"Wahyu, sudahlah untuk saat ini biarkan saja dia ada disini." jawab Kiya.


"Ck. awas kau jika terjadi apa-apa pada Syakirah nanti!" ujar Wahyu mengancam Ahmad. Ahmad pun menuruti perintah Kiya. Tapi, Ahmad tidak berjalan menuju sofa melainkan menuju Syakirah.


"Kiya, boleh aku duduk ditempatmu?" tanya Ahmad hati - hati.


"Hm? kau mau duduk disini?" Kiya berfikir sejenak untuk memepertimbangkan permintaan Ahmad. Akhirnya, dia pun menyetujui permintaan Ahmad untuk duduk di samping Syakirah. Sementara, Kiya dan Wahyu duduk di sofa.


Ahmad memperhatikan wajah cantik Syakirah yang tanpa menggunakan kerudung sama sekali. Dan juga betapa bodohnya dia dulu telah menyia-nyiakan perempuan sebaik Syakirah. Ahmad menggenggam tangan Syakirah erat. Ini baru pertama kalinya Ahmad menyentuh Syakirah lagi setelah lima tahun yang lalu. Dia begitu sangat senang bisa menyentuh Syakirah lagi tapi dia juga sedih melihat keadaan Syakirah yang saat ini. Ahmad mencium tangan Syakirah sambil menatap wajah Syakirah. Wahyu dan Kiya pun hanya memperhatikan ahmad. Awalnya Wahyu tidak terima tapi Kiya menahan Wahyu dan berkata "Biarkan saja." jadi mereka membiarkan Ahmad memegang dan mencium tangan Syakirah.


Mereka terus menatap Ahmad yang masih betah ada disana.


Ahmad aku tahu kau masih mencintai Syakirah dan aku juga tahu kau hanya berpura-pura bahagia bersama Hanifa. Tapi, kenapa kau selalu bersikap tidak peduli kepada Syakirah? ujar Kiya dalam hati.

__ADS_1


Ahmad aku tahu kau masih mencintai Syakirah, tapi aku tidak akan membiarkan Syakirah sakit hati untuk yang kedua kalinya karena orang yang sama. Aku akan mendukung keputusan Syakirah jika dia ingin bersamamu dan aku juga akan menolak jika kau memaksa Syakirah untuk bersamamu. ujar Wahyu dalam hati.


Bersambung......


__ADS_2