Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Masalah sayuran


__ADS_3

Waktu Evan ada di Jakarta, dia selalu memerintahkan anak buahnya untuk berbuat ini itu saat ulang tahun Syakirah. Meskipun dia tidak bisa datang dan tidak bisa membuat kejutan langsung untuk Syakirah, dia berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan kejutan yang sempurna untuk Syakirah. Dan saat ini dia sudah kembali dari Jakarta, dan Evan lah yang akan merencanakan semuanya tanpa membutuhkan pikiran anak buahnya. Evan egois? Ya tentu saja, dia kan ketua geng motor, dia kan anak bungsu dari keluarga yang kaya, apa saja yang dia minta pasti akan di turuti, apalagi dia yang paling kaya di antara teman-temannya. Sombong? Oh tentu saja, bukan Evan namanya jika tidak sombong


"Pokoknya gue mau tau, di ulang tahun Syakirah yang ke 19 tahun ini semuanya harus sempurna. Jangan sampai ada yang kurang satupun." ujar Evan. Anak buahnya mengangguk saja dengan ucapan Evan.


"Van." panggil Thomas.


"Apa?" jawab Evan.


"Yang merayakan ulang tahun Syakirah itu gak kita aja, ada temennya juga. Apalagi Syakirah udah balik lagi ke dalam geng motornya, pasti mereka juga ikut ngerayain ulang tahun Syakirah." ujar Thomas.


"Iya, terus masalahnya apa?" tanya Evan bingung.


"Misal nih ya, kalau kita ngerayain ulang tahun Syakirah waktu malam, berarti kemungkinan besar teman-teman Syakirah merayakannya waktu siang. Nah kalau kita malam, lo bukan orang pertama yang ngucapin ulang tahun Syakirah." jelas Thomas.


"Bener juga ya ucapan lo, terus gimana? Masa iya harus siang, gue gak mau kalau siang. Gak asik soalnya." ujar Evan.


Selama ini Evan selalu merayakan ulang tahun Syakirah saat malam. Siangnya Evan akan membuat Syakirah sibuk. Saat Evan ada di Jakarta dulu, Evan selalu menyuruh Roy untuk mengajak Syakirah jalan-jalan dari pagi sampai malam. Dan sekarang ini dia sudah ada disini sekarang, Syakirah tidak akan mau jika harus jalan-jalan berdua dengannya karena mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, hanya sekedar teman saja.


Gue harus gimana ini? Roy juga kapan sih pulang sih?! Masa iya gue harus ngerayain sama anak geng motor Syakirah, gue gak mau! Terus Wahyu juga pasti mau ngerayain ulang tahun Syakirah juga. Terus gue harus gimana ini? batin Evan.


Saat ini posisi mereka sangat sulit sekali, hanya ada satu cara, yaitu merayakan secara bersama-sama. Tapi sepertinya akan sangat sulit, karena tidak ada yang akur dari mereka semua. Semuanya penuh pertentangan.

__ADS_1


***


Hari ini adalah weekend, untuk pertemuan Syakirah dan temannya adalah weekend minggu depan. Karena anak buah geng motor Syakirah sedang dalam masa hukuman jadi mereka sedang belanja di pasar pagi ini. Tidak sendiri tentunya, ada Aliya yang menemani mereka. Sebenarnya Aliya tidak mau menemani mereka, tapi karena mereka memaksa dan akan membelikan Aliya bahan-bahan untuk masak juga, akhirnya Aliya setuju.


"Kita harus beli kubis."


"Ini kubis." yang di tunjuk adalah sawi.


"Apaan sih lo?! Yang benar itu ini kubis." yang di tunjuk adalah brokoli. Mereka bertiga terus berdebat perihal kubis, wajar jika mereka tidak tahu karena mereka tidak pernah memasak. Aliya hanya mampu tepuk jidat saja saat melihat mereka berdebat.


"Hei kalian, jangan berdebat disini! Yang kau tunjuk itu adalah sawi dan yang kau tunjuk itu adalah brokoli. Masa iya gitu aja kalian tidak tahu?" Aliya mulai protes karena mereka terus berdebat perihal sayuran. Tadi juga begitu, mencari seledri yang di ambil malah wortel, katanya daunnya wortel itu seledri. Aliya menyesal karena ikut dengan mereka, harus menahan malu juga.


"Ya namanya juga gak tau, lo juga gak nunjukkin sayuran yang lainnya." ujar salah satu dari mereka.


"Heh! Aliya! Lo pikir kita juga mau kayak gini apa! Kartu rekening kita itu di sita sama Syakirah gara-gara waktu itu kita tawuran sama geng motor Evan, makanya Syakirah menyitah kartu rekening kita." ujar salah satu dari mereka.


"Lo juga harus tau, kita beberapa hari ini juga cuma makan mie instan karena kita gak bisa masak. Mau masakpun juga gak bisa karena gak tau bahannya apa sama gak ada bahan buat masak." ujar salah satu dari mereka lagi.


"Iya, harusnya ada Clara. Clara bisa masak meskipun ada yang gak bisa dia masak, tapi entah kenapa dia tiba-tiba hilang gak ada kabar gitu. Kita cari di rumahnya juga gak ada." ujar salah satunya lagi.


"Kalian kan bisa searching di internet masa iya kalian gak punya kuota internet!" gerutu Aliya.

__ADS_1


"Ada kok kalau kuota internet, kita udah cari di internet juga. Dan menurut gue ini kubis." ujar salah satu dari mereka sambil menunjuk sawi.


"Apaan sih lo! yang kubis itu ini!" ujar salah satu dari mereka sambil menunjuk brokoli.


Astagfiruallah haladzim, gobloknya kebangetan banget ya. batin Aliya sambil melihat batang hidungnya.


"Hahahaha. Kalau gak tau itu apa lebih baik gak usah belanja, malu-malu'in aja tau gak. Hahahaha." ujar seorang laki-laki tiba-tiba.


Mereka berempat langsung mengalihkan pandangan mereka melihat siapa yang bicara. Mereka berdecak kesal saat melihat siapa yang baru saja bicara.


"Tidak usah ikut campur deh!" ujar Aliya.


"Aliya, Aliya, lo kok mau sih ikut sama mereka? Mereka itu cewek-cewek bodoh tau gak. Bisanya cuma minta uang doang." ujar lelaki itu lagi.


"Hei Thomas! Jangan pernah menghina orang yang baru saja belajar. Memangnya kau tahu semua jenis sayuran?" ujar Aliya. Ya lelaki yang bicara tadi adalah Thomas.


Thomas sedang berjalan-jalan dengan kedua temannya untuk melihat pasar, karena Evan selalu menyuruh anak buahnya untuk mengawasi pasar. Untuk apa? Agar tidak ada yang memalak orang yang sedang berdagang dan mereka semua cukup terkenal di beberapa pasar di daerah ini.


"Tau kok." Thomas menyebutkan semua sayuran yang ada di depan matanya. Mereka semua tertegun saat Thomas tahu semua sayuran yang ada di depannya.


"Hahaha. Meskipun gue cowok, gue tetap mahir kalau hal beginian. Gak kayak kalian, daunnya wortel aja kalian kira seledri. Hahahaha." Thomas dan kedua temannya tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Mereka langsung diam kikuk mendengar ucapan Thomas, tapi tidak dengan Aliya, dia berdecak kesal karena Thomas menghina orang yang sedang belajar. Jika di perhatian mereka memang salah karena tidak belajar hal seperti ini, tapi bukannya mereka sudah mau belajar sekarang? Ya meskipun gara-gara Syakirah, tapi mereka tetap belajar kan. Kita seharusnya menghargai orang yang sedang belajar bukan malah mengolok-oloknya.


Bersambung......


__ADS_2