
"Bicarakan saja secara baik-baik, aku yakin mereka bisa mengerti dengan posisinya waktu, aku dengar Syakirah berpacaran dengan Evan karena terpaksa, jadi jelaskan saja pada mereka seperti itu. Jelaskan saja hubungan Syakirah dan Evan mulai dari awal tanpa ada yang kau tutupi, dari pada kau terus berbohong seperti ini yang membuat hatimu tidak tenang." saran Ahmad.
"Ya sudahlah, mungkin mereka pasti juga akan marah. Tapi lebih baik seperti itu, lebih baik jujur kan. Nanti aku akan coba untuk membicarakannya lagi." ujar Wahyu.
Akhirnya mereka berdua kembali ke ruangan mereka lagi untuk melanjutkan pekerjaannya. Wahyu akan menceritakan tentang Evan kepada temannya mulai dari awal sampai akhir, agar tidak ada salah paham meskipun sudah lama berbohong.
***
Sementara di rumah Aliya, Syakirah sedang mengerjakan pekerjaannya yang baru saja di kirimkan oleh bu Ariana dan Aliya sedang berbelanja di supermarket. Karena sepertinya kulkasnya sudah kosong, ya itu karena Aliya tidak bisa mengira-ngira saat masak. Aliya sedang memilih-milih spaghetti, dia bingung harus memilih yang mana.
"Yang biru aja rasanya lebih enak dari pada yang kuning." ujar seorang lelaki tiba-tiba. Aliya mengangguk tanpa melihat wajah lelaki tersebut.
"Oke, makasih ya." ujar Aliya sambil meletakkan spaghetti itu ke dalam troli, lalu dia berbalik saat melihat lelaki tersebut. Dan terkejut bahwa lelaki itu adalah Thomas.
"Kau!" ujar Aliya tak suka.
"Kenapa? Kaget? Biasa aja kali." ujar Thomas.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Aliya.
"Namanya orang kalau lagi pergi ke supermarket itu artinya dia lagi belanja." jawab Thomas.
"Cih! Iya aku tahu!"
Aliya mendorong trolinya lagi karena tidak mau bertengkar dengan Thomas. Tapi Thomas mencekal tangannya, Aliya pun terpaksa berhenti.
"Apa?!" tanya Aliya tak suka.
"Mau kemana lo?" tanya Thomas.
"Yang namanya orang kalau lagi ke supermarket itu nyari bahan yang dia butuhkan lah!" jawab Aliya ketus. Thomas melihat ke belakangnya.
"Gue ikut lo." ujar Thomas.
__ADS_1
"Hah?! Ikut denganku?! Sudah gila apa ya! Tidak mau! Kemana teman... "
"Gue bakalan bantuin lo." potong Thomas langsung. Aliya berfikir sejenak.
"Oke, kalau begitu bawa troliku. Kebetulan aku belanja banyak, jadi tolong dorong ya. Kalau begitu ayo!" putus Aliya akhirnya. Thomas pun mendorong troli milik Aliya.
Mending sama dia dari pada jadi kacang lihat Roy sama Clara. Biarin aja tuh si Ucok jadi kacang, kalau gue sih ogah. Lebih baik debat sama nih cewek dari pada jadi kacang. batin Thomas.
Tadi Thomas bersama Roy, Clara dan juga Ucok, mereka sedang berbelanja untuk persediaan di markas merekasa. Roy pun mengajak Clara untuk ikut dengannya agar Clara tidak bosan di rumahnya terus. Thomas menghindar karena dari tadi Roy dan Clara bercanda saja, seperti orang yang sedang pacaran, padahal juga tidak. Makanya kenapa Thomas menjauh dari mereka, dan dia melihat Aliya yang sedang memilih spaghetti jadi dia menghampirinya.
Thomas mengikuti Aliya kemanapun Aliya berbelok, dan paling sialnya lagi Aliya berhenti di stand area pembalut. Thomas benar-benar sangat malu, karena banyak sekali wanita yang sedang memilih-milih.
"Eh, lihat tuh cowok. Gentle man tau. Pacarnya beli pembalut aja di anterin, pacar gue mana mau buat ikut gue." bisik-bisik wanita.
"Iya, cowok gue juga gak bakalan mau." gendang telinga Thomas mau pecah rasanya karena mendengar bisikan itu.
"Heh! Lo gak bisa cepetan apa!" bisik Thomas dengan geram. Aliya memperlihatkan kedua pembalut di kedua tangannya kepada Thomas.
"Yang ini atau yang ini?" tanya Aliya.
"Iya, baper gue rasanya."
Thomas semakin frustasi dengan Aliya.
"Terserah lo! Yang pakai itu lo, bukan gue! Gue mana pernah pakai kayak gituan!" ujar Thomas frustasi.
"Menurutmu yang mana?" tanya Aliya. Tanpa pikir panjang lagi, Thomas mengambil kedua pembalut itu dan memasukkannya di dalam troli, lalu dia mendorong troli itu lagi.
"Dua-duanya sama aja, nanti juga sama pakainya!" ujar Thomas yang sudah menjauh. Aliya langsung mengejar Thomas.
Mereka berdua berhenti di stand parfum, parfum Aliya juga sudah habis, Syakirah juga nitip untuk membelikannya parfum juga tadi sebelum dia berangkat untuk ke supermarket.
Aliya mulai mencium parfum itu satu persatu, dia ingin ganti bau parfumya. Tangan Thomas tiba-tiba saja sudah ada di atas Aliya untuk mengambil parfum yang dia pilih, Aliya pun refleks untuk membalikkan badannya. Mereka berdua terkejut saat hidung mancung mereka saling bersentuhan, mereka berdua diam saja. Aliya bisa mencium nafas mint milik Thomas yang sangat segar.
__ADS_1
"Maaf mbak, mas. Ini supermarkert bukan hotel, jadi mohon jangan bermesraan disini. Kalau mau pacaran di taman atau di hotel aja." ujar seorang lelaki dan wanita yang tak lain adalah karyawan supermarket. Aliya dan Thomas langsung gelagapan.
"Siapa coba yang mau pacaran?! Gak ada tuh!" ujar Aliya emosi.
"Lah mbaknya tadi ciuman sama masnya apanya yang bukan pacaran."
"Hah?! Gue pacaran sama dia, ogah banget gue!" ujar Thomas.
"Aku juga tidak mau pacaran denganmu. Saya gak pacaran sama dia, cuma kita aja yang gak sengaja tabrakan hidung tadi." jelas Aliya.
"Lagian lo ngapain sih pakai balik badan segala?! Bikin orang salah paham aja!" ujar Thomas emosi.
"Tanganmu sendiri tiba-tiba sudah ada di atasku, aku kan kaget jadinya. Ya refleks aku balik badan, aku kira siapa!" jelas Aliya.
"Alasan aja lo!"
"Gak alasan, memang begitu kenyataanya, Thomas!"
"Bilang aja lo pengen ciuman kan sama gue!"
"Hih! Siapa coba yang mau berciuman denganmu!" mereka berdua terus cek-cok satu sama lain dan tidak mau di salahkan.
"Maaf, mbak, mas. Jangan berantem terus, nanti jodoh loh." celetuk seorang karyawan pria.
"Hoh! Ih, ogah amit-amit gue jodoh sama dia! Kagak sudi gue!" ujar Thomas.
"Aku juga tidak mau berjodoh denganmu!" mereka berdua saling bertolak belakang.
2 karyawan tadi langsung pergi dan geleng-geleng kepala saja. Aliya melanjutkan mencari parfumya saja. Aliya mengambil 6 parfum yang setiap 2 nya berbeda varian dan memasukkannya ke dalam trolinya.
Ngapain dia ngambil parfum cowok? Buat tunangannya gitu? Ngapain juga gue ngurusin dia, biarin aja dia beli apa yang dia suka. batin Thomas
Aliya memang mengambil 4 parfum perempuan dan 2 parfum laki-laki yang sama variannya dan itu sukses untuk membuat Thomas bingung. Ada rasa kecewa di hatinya saat Aliya mengambil parfum itu.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan untuk mencari bahan, Aliya berhenti di stand sayur dan buah. Dia mengambil beberapa sayur dan juga buah masing-masing 3 foam, karena ada diskon besar-besaran karena supermarkert akan segera tutup untuk jangka waktu 3 bulan karena sedang masa perbaikan.
Bersambung......