
Clara mengecup sekilas bibir Roy, ada rasa senang saat Roy bilang kalau dia mencintai Clara lagi tapi Clara juga takut Roy akan meninggalkannya nanti. Clara menenggelamkan wajah Roy ke lehernya lagi dan mengusap rambut Roy perlahan. Ujung bibir Roy tertarik samar, dia hanya pura-pura tidur untuk melihat reaksi Clara tapi yang ada Clara mencium bibirnya tanpa Roy suruh. Roy semakin mempererat pelukannya agar Clara tidak bisa kabur nanti saat Roy benar-benar tidur, padahal tadi Roy sudah mau berangkat ke markas tapi urung. Dia lebih memilih bersama Clara dari pada datang ke markas yang harus menyelesaikan masalah. Akhirnya 2 insan itu tidur dengan pelukan hangat mereka.
***
Sementara di rumah Aliya, semua geng motor Syakirah sedang menikmati domini pemberian Evan. Syakirah mengamati satu persatu dari mereka. terasa ada yang kurang, pikirnya.
"Dimana Clara?" tanya Syakirah saat batang hidung Clara tidak terlihat.
"Gue juga gak tau. Kemarin habis dari rumah lo, dia belum juga balik. Gue telpon juga hpnya gak aktif." jawab salah satu dari mereka.
Clara kemana ya? Apa mungkin dia menyendiri gara-gara Roy habis menghina dia? batin Syakirah.
"Apa dia ada di rumahnya?" tanya Syakirah lagi.
"Nggak, Ra. Tadi pagi gue cari gak ada, terus kata ibu tetangga yang biasanya sama Clara itu, Clara gak pulang dari kemarin. Gue agak panik sih." jawabnya lagi.
Aneh. batin Syakirah.
Mereka semua menghabiskan domini itu, setelah domini habis tanpa sisa, mereka semua pulang karena sudah hampir tengah malam. Syakirah dan Aliya membersihkan ruang tamu yang berantakan gara-gara teman geng motor Syakirah tadi. Setelah di pastikan semua bersih, Syakirah dan Aliya naik ke atas dan menuju kamar mereka masing-masing. Akhirnya mereka semua tidur dalam selimut mereka masing-masing.
***
Keesokan paginya Syakirah sudah ada di depan rumah Clara. Syakirah memandangi rumah berlantai 2 itu terlihat sepi. Syakirah sudah lama tidak datang kesini, terakhir dia datang waktu dia ingin berpamitan kepada Clara. Syakirah bisa mengingat dengan jelas bagaimana Clara membeli rumah ini dengan hasil kerasnya, bahkan Clara sampai tidak membeli jajan selama setahun penuh dan hanya makan nasi saja, itupun lauknya juga tempe dan tahu. Syakirah sudah mau masuk ke halaman rumah Aliya tapi dia berhenti karena ada suara ibu-ibu yang memanggilnya.
"Eh? Ini bukannya mbak Syakirah ya?" ujar ibu tadi. Syakirah tersenyum sambil berjalan ke arah ibu tadi.
"Iya, bu. Ini Syakirah." ujar Syakirah sambil mencium punggung tangan ibu itu.
"Ibu sampai pangling karena udah lama gak ketemu sama kamu, tambah cantik aja kamu. Gimana kabar kamu?"
"Alhamdulillah Syakirah baik, bu. Ibu sendiri gimana? Sehatkan?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, ibu juga baik dan juga sehat. Oh iya, ngomong-ngomong kamu ngapain ke rumah Clara?" tanya ibu tadi.
"Saya mau cari Clara, bu. Tapi sepertinya Clara gak ada di rumah deh?" ujar Syakirah.
"Oh iya, Clara memang gak ada di rumah. Ibu kemarin juga sempet telpon tapi gak di angkat sama hpnya juga gak aktif, tapi malamnya Clara telpon kalau dia ada urusan mendadak sama temannya dan gak pulang selama beberapa hari ke depan." jelas ibu tadi.
Ini bukan Clara. Clara gak mungkin hilang tanpa kabar kayak gini. Dimana dia? batin Syakirah.
"Oh iya, bu. Makasih ya kalau gitu, bu. Kalau begitu saya pamit, bu. Assalamualaikum." pamit Syakirah.
Syakirah akhirnya pergi dari rumah Clara. Di tengah jalan Syakirah berfikir sangat keras tentang Clara. Syakirah menyipitkan matanya karena melihat motor yang baru saja menyalipnya dan tidak asing baginya.
Itu kayak motornya Roy kan? batin Syakirah saat ada motor ninja yang membalapnya.
Syakirah mengejar motor Roy, saat sudah sejajajar dengan motor Roy. Syakirah berteriak.
"Woi Roy! Dimana Clara? Lo habis ngapain dia waktu itu?!" teriak Syakirah menggelegar. Roy yang mengetahui kalau itu Syakirah langsung menancapkan gasnya.
Karena Roy menancapkan gasnya, Syakirah juga ikut menancapkan gasnya. Saat ini Syakirah sedang memakai motor ninjanya jadi kemungkinan besar Syakirah bisa mengejar Roy.
Setelah balapan di jalan raya, akhirnya Syakirah menghadang motor Roy di sebuah gang. Syakirah melepas helmnya dan turun dari motornya yang langsung menghampiri Roy. Roy meresletingkan jaketnya ke atas, berharap tanda kepemilikan Clara tidak terlihat.
"Woi! Turun lo!" teriak Syakirah emosi. Roy pun akhirnya melepas helmnya dan turun dari motornya.
"Apa?" tanya Roy.
"Pakai nanya segala lagi! Gue mau tanya sama lo, habis lo apain Clara hah?! Gue dulu pernah ngingetin lo ya tapi kenapa lo ulangi lagi, bego?!" ujar Syakirah penuh emosi. "Dan lo tau? Gara-gara lo Clara ilang tau gak!" lanjut Syakirah.
Hah? Ilang? Mana ada, yang ada dia ada di rumah gue kali! Hahahaha. batin Roy.
"Gue keceplosan waktu itu, jadi gue gak sengaja." ujar Roy.
__ADS_1
"Enak aja lo ngomong gak sengaja! Terus kalau Clara ilang kayak gini gimana?!" ujar Syakirah.
"Apakah saya peduli? Oh tentu tidak!" jawab Roy dengan santainya. Gimana gak santai orang Clara ada di rumahnya sendiri.
"Lo harus tanggung jawab ya!"
"Anjay."
"Terus kalau Clara terluka gimana?!
"Ya bukan urusanku lah." jawabnya santai lagi.
"Lo mau mati apa ya?!"
"Kalem bos kalem." santainya lagi.
"Gue aduin ke Evan lo ya!!"
"Santai dong santai."
Syakirah melengos dan langsung mengeluarkan hpnya dari saku jaketnya. Berniat menghubungi Evan. Sambungan Evan dan Syakirah pun tersambung.
"Van, gue mau ketemu sama lo! Gue mau bahas tentang salah satu anak buah lo itu! Gue tunggu lo di caffe XX!" teriak Syakirah menggelegar. Tanpa menunggu jawaban Evan, Syakirah mematikan sambungan telponnya. Sementara Evan sedang mengusap telinganya yang berdengung.
"Anak buah gue habis buat masalah apa lagi sih?!" gerutu Evan. Evan langsung tancap gas menuju caffe yang di ucapkan Syakirah tadi. Sementara Roy sedang gelagapan, menyesal dia sudah dia karena meniru video konten yang ada di tiktok.
"Syakirah, maksud gue bukan gitu. Lo jangan aduin ke Evan lah! Gue gak bermaksud gitu." bisa habis Roy kalau Syakirah mengadukannya kepada Evan. Dia pasti akan di marahi habis-habisan oleh Evan.
"Emang gue pikirin!" Syakirah melengos dan langsung menyalakan mesin motornya, meninggalkan Roy yang sedang panik bukan main. Kalau sudah menyangkut soal Syakirah, Evan akan melakukan apa saja. Bahkan bodyguardnya pun juga akan ikut campur.
Roy sedang kebingungan, dia ingat kata-kata Clara sebelum dia berangkat tadi. Roy benar-benar menyesal sekali karena tidak mendengarkan perkataan Clara, kalau mendengar pasti tidak akan jadi seperti ini. Roy menaiki motornya dan melanjutkan perjalanannya untuk ke markas.
__ADS_1
Bersambung......