Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Apa pernah?


__ADS_3

"Kalau misalnya mama butuh teman, Clara bisa kok setiap kali ikut mama, meskipun kak jadi menantu juga. Kan untuk beberapa hari ke depan Clara masih tinggal disini, jadi Clara bisa nemenin mama kemana aja. Terus nanti kalau misalnya Clara balik lagi ke rumah Clara sendiri, mama tinggal calling Clara aja, nanti Clara langsung tancap gas nemuin mama. Jadi gak usah jadi menantu juga, Clara bakal nemenin mama gitu." Clara mencoba untuk menolak dengan alasan yang tepat dan tidak menyinggung mama Roy.


"Tapi mama maunya Clara jadi menantu gitu, biar enak. Bisa di pamerin ke teman-teman mama." ujar mama Roy.


Clara tidak bisa menjawab apa-apa lagi, lidahnya terasa keluh sekali. Roy sendiri juga tidak mau membantu Clara sama sekali dan asik dengan makanannya. Clara menginjak kaki Roy dengan kaki kirinya.


"Aaauuuhh, sakit tau!" aduh Roy seperti orang kesakitan padahal ya Clara tidak menginjak kencang juga.


"Kenapa Roy?" tanya papa Roy.


"Clara nih, pa. Kaki aku tiba-tiba di injak sama dia!" adu Roy.


"Kenapa, Clara?" tanya mama Roy.


"Eh? Nggak kok, ma. Tadi gak sengaja, beneran gak sengaja." jawab Clara gelapagan.


Roy tersenyum samar dan Clara tahu arti senyuman Roy itu.


"Gimana, Clara? Kamu mau kan tunangan sama Roy? Tunangan aja gitu, nanti nikahnya belakangan." tanya mama Roy lagi.


"Iya, Clara. Kan lebih baik kamu tinggal disini, dari pada tinggal sendirian kan gak enak. Lebih baik tinggal disini sama kita." ujar papa Roy.


Clara semakin bingung lagi dengan situasinya sekarang. Clara ingin menolak tapi tidak enak, karena mereka lah yang membantu Clara sekarang ini. Ingin menerima tapi takut Roy tidak mencintainya dengan tulus.


"Tapi, ma... " ucapan Clara menggantung.


"Tapi apa, Clara? Ngomong aja, mama pasti juga ngerti." ujar mama Roy dengan tidak sabar sekali.


"Tapi Roy gak suka sama Clara soalnya Clara itu miskin. Sementara Roy itu minta cewek yang sederajat sama dengannya." Clara akhirnya jujur juga.


Uhuk... uhuk... uhuk...

__ADS_1


Roy tersedak minumannya sendiri, terkejut mendengar ucapan Clara baru saja. Roy melihat Clara panik, Clara hanya menunduk sambil menggenggam tangannya sendiri.


Sial! Ternyata punya nyali juga dia. Gue pikir gak punya. Haduh, tambah panjang nih urusannya. batin Roy panik.


Kedua orang tua Roy terkejut saat mendengar ucapan Clara baru saja, mereka berdua langsung melihat anak bungsu mereka. Roy yang di tatap oleh kedua orang tuanya langsung panik dan gelagapan. Mereka berdua melihat Clara lagi.


"Clara, jawab mama jujur ya! Apa hubungan kamu berakhir dengan Roy gara-gara kamu miskin?" tanya mama Roy.


"Iya, ma. Roy bilang kalau Clara gak pantas untuk Roy karena Clara miskin dan juga anak terlantar." jawab Clara dengan jujur.


Mama Roy semakin terkejut saat mendengar jawaban dari Clara. Padahal dia berharap bahwa Clara akan menjawab tidak, tapi ternyata iya.


"Kita harus bicara di ruang tamu!" setelah mengucapkan kata itu, mama Roy langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke ruang tamu di ikuti oleh papa Roy.


Roy berdecak kesal, tapi dia sendiri juga tidak bisa marah kepada Clara karena ini memang kenyataannya. Tanpa pikir panjang lagi, Roy menggendong tubuh Clara dengan bridal style menuju ke ruang tamu. Mereka semua sudah duduk, kedua orang tua Roy menatap Roy tajam sementara Clara hanya diam saja tidak berani berbuat apa-apa.


"Roy!" panggil papa Roy.


"Iya, pa?" tanya Roy sedikit panik.


"Nggak, pa." jawab Roy.


"Apa pernah papa menyuruh kamu untuk melipat materi dari orang yang ada di sekitar kita?" tanyanya lagi.


"Nggak, pa." jawabnya lagi.


"Apa pernah papa menyuruh kamu untuk melihat latar belakang keluarganya? Apa pernah papa menyuruh kamu untuk mencari pasangan yang sederajat dengan kamu? Apa pernah papa menyuruh kamu menghina orang yang tidak mampu?" tanyanya lagi.


"Nggak, pa." jawabnya lagi.


"Lalu, kenapa kamu melihat Clara dari materinya saja? Kamu tahu Roy? Kita semua di mata Tuhan itu sama, jadi kita gak boleh besar kepala! Bisa aja harta kita sekarang ini hanya sementara saja dan hari berikutnya harta kita ini sudah hilang. Papa mengajarkan kamu untuk saling menghargai sesama manusia, bukan membedakan sesama manusia! Ngerti kamu?!" ujar papa Roy dengan sangat tegas.

__ADS_1


"Iya, pa. Maaf."


"Kenapa kamu minta maaf ke papa? Harusnya kamu minta maaf sama Clara bukan sama papa!"


Roy beralih menatap Clara, Clara hanya memandangi Roy dalam diam saja.


"La, maafin gue ya karena udah jahat sama lo." ujar Roy sambil memeluk Clara erat.


"Iya, gak apa-apa. Emang guenya aja yang gak pantas buat lo." ujar Clara.


"Sstt, jangan ngomong gitu. Bisa aja kita ini jodoh lo, La." peringat Roy. Clara hanya diam saja tanpa menjawab. Roy melepas pelukannya.


"Jadi gimana, Clara? Kamu mau kan jadi menantu kita berdua?" tanya mama Roy lagi.


"Nanti coba Clara pikir-pikir lagi ya, ma. Soalnya ini juga bukan perkara yang mudah di putuskan juga." jawab Clara. Terlihat mama Roy yang menghela nafas, sedih.


"Ya udah, kamu pikir dulu gak apa-apa deh."


"Oh iya, gimana kaki kanan kamu? Udah lebih baikan atau malah memburuk?" tanya papa Roy khawatir.


"Kaki Clara juga udah baikan kok, pa. Cuma lagi proses pemulihan sama pengaturan tulangnya aja." jawab Clara.


"Terus gimana kata dokter?" tanya mama Roy.


"Kata dokter sih proses pemulihannya kurang lebih sekitar 6 bulan, itupun juga harus di barengkan dengan latihan juga." jawab Roy.


"Kok lama banget ya? Apa emang selama itu?"


"Gak tau juga, ma. Kata dokter sih ini udah terlalu parah makanya proses pemulihannya lama banget. Percobaan pertama itu juga sempat gagal, tapi untungnya percobaan kedua berhasil juga. Meskipun harus nunggu pemulihan selama 6 bulan." jawabnya lagi.


Apa yang di katakan oleh Roy benar sekali. Clara menjalani operasi 2 kali karena percobaan pertama telah gagal. Awalnya Roy sangat marah dengan dokter itu karena tidak becus untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter, tapi dokter itu bilang kalau ada percobaan yang kedua.

__ADS_1


Proses operasi Clara yang pertama berlangsung selama 8 jam berturut-turut dan itu gagal, karena proses operasinya di lakukan dari luar kakinya bukan dari dalam kakinya. Operasi pertama menggunakan alat untuk melunakkan tulang Clara dari luar tapi gagal karena kebengkokan kakinya sudah sangat parah sekali. Lalu operasi kedua berjalan selama 14 jam berturut-turut dengan operasi dari dalam, dokter berusaha semaksimal mungkin agar kaki Clara bisa lurus kembali tanpa adanya alat di dalam tulangnya itu atau sebuah besi pipih yang biasa di pasang di area sendinya agar lebih mudah untuk menjalankan operasinya, tapi dokter tidak memasangkan benda apapun di tulang kaki Clara. Dan pada akhirnya operasi Clara yang kedua berhasil dengan sangat sempurna sekali, tapi proses pemulihannya begitu sangat lama sekali.


Bersambung......


__ADS_2