Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Desainner?! Model?!


__ADS_3

"Heh! Clara! Lo jadi cewek jangan g*bl*k - g*bl*k amat napa sih! Gue ngelakuin ini karena gue juga peduli sama lo! Ini demi kebaikan lo di masa depan! Pokoknya lo harus turutin kemauan gue mulai sekarang! Gak ada penolakan! Kalau lo nolak, lo bakalan kena imbasnya.".ujar kak Dara kesal.


Adduuuuhhh... ini kak Dara kenapa sih tiba-tiba jadi kayak gini? Habis ketempelan apa ya? Gue lagi bad mood malah di gini'in juga. Gue kan jadi bingung. Seenaknya sendiri lagi. Sebenarnya apa sih yang ada di otak dia sekarang ini? Pusing gue! gerutu Clara di dalam hatinya.


Tentu saja kebanyakan orang akan menggerutu jika di posisi Clara sekarang ini. Di saat hati dan kondisi mental kita tidak baik-baik saja ada saja yang membuat rusuh. Meskipun membuat rusuh, pada akhirnya kita pasti akan bahagia juga kalau niat orang tersebut membuat rusuh untuk membahagiakan kita. Ada kalanya kita membuat rusuh agar kita bahagia.


***


Dan... saat ini Clara dan kak Dara sudah ada di sebuah butik yang sangat besar sekali. Clara memandangi butik tersebut dengan raut wajah kebingungan.


"Kita ngapain kesini kak?" tanya Clara.


"Udah ikut aja."


Mereka berdua masuk ke dalam butik tersebut dan di sambut oleh karyawan butik tersebut.


Kak Dara berpelukan dengan seseorang yang menurut Clara sangat tidak asing baginya, tapi dia tidak tahu siapa itu. Kak Dara dengan orang tersebut berbincang-bincang, menanyakan tentang kabar dan juga keadaan mereka berdua saat ini.


"Oh iya, ini kenalin. Namanya Clara. Calon tunangan adek gue, Roy itu." ujar kak Dara memperkenalkan Clara.


Hah?! Gila apa ya?! Gak usah pakek tunangan juga kali! Iya kalau jadi, kalau nggak gimana?! batin Clara.


Clara mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan orang tersebut.


"Panggil aja kak Cherly." ujar orang tersebut yang tak lain adalah kak Cherly.


Clara hanya tersenyum menanggapinya. Dia sedikit minder bertemu dengan orang-orang seperti ini.

__ADS_1


Cherly...? Kayak kenal. Kakaknya Evan bukan? Tapi kalau gue lihat-lihat kayak iya sih. Gue juga gak mungkin salah orang juga. Batin Clara.


"Lebih baik kita ngobrol di atas aja ya. Minum jus sama lihat pemandangan juga. Gimana?" saran kak Cherly.


Kak Dara mengangguk dan akhirnya mereka berjalan ke lantai paling atas.


Mereka sudah duduk dengan beberapa makanan dan juga minuman.


"Jadi, apa yang mau lo omongin Dar? Gk biasanya juga lo kayak gini, kelihatannya penting." ujar kak Cherly.


"Jadi, kedatangan gue kesini adalah buat ngenalin Clara ke lo. Dan juga... lo pernah bilang ke gue kalau lo lagi butuh orang pengganti kan? Dari dulu kita selalu kerja sama dalam bidang apapun. Kayak sekarang ini, lo desainner dan gue model. Lo yang buat baju buat gue dan gue yang tampil buat memperlihatkan baju buatan lo. Tapi itu adalah kerja sampingan kita bukan kerja utama kita kan? Makanya gue mau Clara yang ada di posisi kita sekarang ini. Gue mau bikin Clara sukses di dunia permodelan dan desainner. Kita cuma perlu memantau dan juga ngajarin dia aja. Lagian gue juga udah bosen juga di pekerjaan itu." jelas kak Dara.


Loh? Ini maksudnya apa coba?! Gue gak mau! batin Clara tak mengerti sekaligus bingung dengan penjelasan kak Dara.


Kak Cherly sudah mau berbicara tapi Clara mendahului kak Cherly.


Kak Dara dan kak Cherly saling bertatapan dan mengangguk bersama. Akhirnya mereka menjelaskan tentang pekerjaan mereka berdua.


Kak Dara dan kak Cherly sebenarnya bukan seorang desainner dan model, pekerjaan itu hanyalah pekerjaan suka-suka mereka di saat mereka mereka remaja dulu. Mereka berdua sudah melakukan pekerjaan tersebut sejak menduduki bangku SMA dan itupun hanya untuk menambah uang jajan mereka sekaligus untuk mengisi waktu luang mereka berdua. Pekerjaan mereka berdua adalah seorang CEO dari perusahaan cabang orang tua mereka. Dan saat ini mereka sedang mencari seorang pengganti untuk meneruskan desainner dan juga model.


Kak Dara memilih Clara karena dia pikir Clara juga bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan cara Clara menjadi seorang model itu bisa membuat keluarga asal Clara menyesal dan bisa membuat Clara sukses.


Clara memegang dahinya yang terasa sangat pusing sekali mendengar penjelasan dari kak Dara dan juga kak Cherly. Dia pikir bahwa dia tidak pantas untuk menjadi desainner dan juga model. Minder? Ya, tentu saja.


"Kak, lebih baik cari orang lain aja. Gue gak bakat dalam hal kayak gitu." ujar Clara lesu.


"Kita bisa ajarin lo kok. Lagian juga itu sebenarnya juga gampang kok. Lo cuma perlu membiasakannya aja. Kalau gue lihat-lihat juga, bentuk tubuh lo juga bagus, lo juga cantik. Gue yakin nanti banyak banget yang bakal undang lo di acara penting." ujar kak Cherly.

__ADS_1


"Tapi kakak lihat sendiri kan?" Clara menunjuk kakinya yang di perban. "Gue gak bisa jalan normal. Kaki gue sakit. Gue juga gak tau kapan ini sembuh juga. Pasti ini bakalan lama." lanjut Clara.


"Itu bisa di atur. Kalau lo masih belum bisa buat jadi model, lo bisa jadi desainner. Nanti kalau kaki lo udah sembuh, lo bisa jadi model. Semuanya udah tersedia, tinggal nunggu waktunya." ujar kak Dara.


"Tapi kak... "


"Lebih baik lo ikutin apa kata kita. Gue mau lo juga bisa berpenghasilan sendiri dan jangan cari uang melalui balap liar. Lebih baik gini kan dari pada cari uang dengan balap liar? Seenggaknya lo harus bisa banggain Mama sama Papa. Jangan bikin mereka kecewa. Mereka juga ingin lo sukses dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang salah. Lo ngerti kan apa maksud gue?" ujar kak Dara yang sukses membuat Clara bungkam seketika.


Bodoh banget sih gue ini! Udah hidup numpang! Bikin orang susah sama kerepotan terus lagi! Sama selalu ngecewain orang terus lagi! Harusnya gue itu nurut bukan malah bantah! Bodoh banget gue! batin Clara mencaci maki dirinya sendiri.


Karena urusan kak Dara dengan kak Cherly sudah selesai akhirnya kak Dara dan Clara memutuskan untuk pulang dan mereka juga sudah sepakat kalau Clara akan mulai dari besok. Clara hanya bisa nething untuk saat ini, tidak tahu juga apa yang terjadi besok.


"Kita ke rumah sakit kan? Buat kontrol lo juga?" tanya kak Dara saat sudah berada di dalam mobil.


"Iya kak." jawab Clara.


"Oke. Kalau gitu kita cari makan dulu, habis itu kita ke rumah sakit. Gue laper banget soalnya."


"Oke."


Bersambung......


Happy New Year semuanya ^o^


Semoga di tahun 2022 ini lebih baik dari 2021 kemarin ^o^


Maaf jarang up dikarenakan ada kesibukan yang tidak bisa di tunda 〒_〒 sekali author minta maaf ya...

__ADS_1


See you next time all... ^ω^


__ADS_2