Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Ada yang aneh


__ADS_3

"Gak usah, Van. Ini juga bisa kok. Lagian rumah gue juga gak jauh-jauh amat kok. Nanti kalau gue lo anterin, terus motor gue gimana? Lebih baik gue naik motor aja. Ada Ahmad juga yang bantuin gue kok." ujar Syakirah. Ahmad sangat bangga sekali dengan dirinya, karena Syakirah terus menyebut namanya di depan Evan, yang membuat Evan naik darah.


"Tapi, Syaki... "


"Udah gak apa-apa. Sans aja kali." potong Syakirah. Evan hanya menghela nafas saja. "Oh iya gimana waktu lo nganterin kak Kiya pulang? Dia baik-baik aja kan?" lanjut Syakirah dengan pertanyaan.


Deg.


Jantung Evan berdetak lebih kencang lagi, dia sedang panik. Wajahnya juga terlihat pias sekali.


Apa? Evan mengantarkan Kiya? Kapan? Apa waktu dia menghadangku waktu itu ya? Memangnya mereka berdua habis melakukan apa saja? batin Ahmad curiga.


"Ah iya, dia baik-baik aja kok. Dia juga bilang makasih ke gue." jawab Evan gelapagan.


"Oh ya udah kalau gitu." hanya itu tanggapan Syakirah.


Syakirah pun akhirnya berpamitan dengan Aliya dan juga Evan. Ahmad dan Syakirah menyalakan mesin motornya dan mulai melajukan motornya. Evan memukul pohon yang ada di halaman rumah Aliya, Aliya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu kenapa Evan seperti itu, lalu dia masuk ke dalam meninggalkan Evan sendirian di depan rumahnya.


Sial! Gue hampir aja kecolongan. Kalau seandainya Ahmad tanya, bisa berabe rencana gue kali ini. batin Evan kesal.


Evan pun masuk ke dalam mobilnya lagi dan pergi meninggalkan rumah Aliya yang sudah tidak penting lagi baginya, karena tidak ada Syakirah.


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Ahmad dan Syakirah berhenti di warung pinggir jalan untuk mengisi perut mereka berdua. Mereka berdua sama-sama memesan makanan dan minuman yang sama.


"Si Evan Evan itu habis melakukan apa dengan Kiya? Kok sampai di antar sampai rumah?" tanya Ahmad di sela makannya.


"Jangan beritahu siapa-siapa ya? Janji! Mereka berdua itu habis dinner bareng. Evan bilang kalau dia itu suka sama kak Kiya, makanya dia ngajak dinner." jawab Syakirah dengan senang.

__ADS_1


"Kapan mereka dinner itu?" tanya Ahmad lagi.


"Eeemm, mungkin 3 hari yang lalu. Aku lupa." jawab Syakirah.


3 hari yang lalu Evan juga ada di desa waktu itu, apalagi di jembatan dekat rumah Kiya. Kalau Evan suka sama Kiya, tapi kenapa dia bilang kalau Syakirah adalah miliknya? Sepertinya ada yang aneh. batin Ahmad yang sudah mulai curiga dengan gelagat Evan.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Syakirah heran.


"Tidak apa-apa, hanya kepo saja." bohong Ahmad.


Mereka berdua pun akhirnya melajutkan makan malam mereka. Setelah membayar pesanan mereka tadi, mereka melanjutkan perjalanan karena sebentar lagi akan sampai di rumah Syakirah.


Sekitar 20 menit berlalu, akhirnya Syakirah sampai di rumahnya. Dia bergegas untuk turun dari motornya, lalu dia masuk ke dalam rumahnya, tak lupa dia juga mengucapkan salam. Sementara Ahmad menurunkan tas dan barang-barang Syakirah ke terasnya.


"Ibu!" seru Syakirah dengan sangat senang sekali. Ibu Syakirah pun menoleh.


"Syakirah?" ujar ibunya tak percaya. Mereka berdua saling berpelukan melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu selama 2 bulan lebih.


"Iya, ibu juga kangen sama Syakirah. Syakirah baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka kan? Syakirah sudah makan?" tanya ibu Syakirah mengebu, takut jika anaknya ada masalah atau sedang terluka.


"Alhamdulillah, Syakirah baik-baik saja, bu. Syakirah sudah makan tadi sama Ahmad." jawab Syakirah.


"Ahmad? Lalu, dimana dia sekarang?" tanya ibu Syakirah sambil melihat ruang tamu yang kosong, tidak ada siapa-siapa.


"Astaga, Syakirah lupa kalau Ahmad masih ada di luar." ujar Syakirah yang langsung berlari keluar rumahnya. Ahmad sendiri sedang menunggu Syakirah di depan teras rumah.


"Ahmad! Maaf, tadi aku melupakanmu. Aku terlalu senang soalnya." ujar Syakirah tiba-tiba.


"Iya, tidak apa-apa." tanggapan Ahmad. "Ini barang-barangmu sudah aku turunkan dari motor." lanjut Ahmad dengan menunjuk tas yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Ah iya, terima kasih. Maaf sudah merepotkanmu." ujar Syakirah.


Tak lama ibu Syakirah datang sambil membawa sepiring camilan dan minuman.


"Makasih ya sudah mengatarkan Syakirah pulang." ujar ibu Syakirah.


"Ah iya sama-sama, bukan masalah kok." ujar Ahmad. Ibu Syakirah pun masuk ke dalam lagi, tidak ingin menggagu mereka berdua.


"Syakirah, aku pamit pulang dulu ya." pamit Ahmad sambil berdiri dari duduknya.


"Loh kok pulang? Tidak mau mampir sebentar?" tanya Syakirah.


"Tidak mau mampir sebentar, maunya lama." canda Ahmad.


"Kalau lama itu mah namanya menginap." ujar Syakirah sambil melengos.


"Makanya itu aku mau pulang. Kalau begitu aku pulang, jangan lupa beritahu ibumu kalau aku pulang. Assalamualaikum." pamit Ahmad.


"Iya, hati-hati. Waalaikumsalam." ujar Syakirah.


Ahmad menyalakan mesin motornya, lalu pergi dari rumah Syakirah. Syakirah memasukkan tas dan barang-barangnya ke dalam rumah dengan di bantu ibunya. Padahal berangkat membawa satu tas untuk baju saja, pulang-pulang membawa beberapa tas.


Ahmad baru saja sampai rumahnya, dia memasukkan motornya ke dalam garasi, lalu dia bergegas untuk ke kamar mandi. Dan saat ini dia sedang berbaring di ranjang singlenya itu sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Sebenarnya apa yang Evan inginkan? Kiya atau Syakirah? Syakirah bilang kalau Evan habis dinner dengan Kiya. Evan bilang kalau Syakirah sudah menjadi miliknya lagi. Sebenarnya yang mengarang cerita ini siapa? Kalau Syakirah itu tidak akan mungkin, karena Evan juga menghadangku 3 hari yang lalu. Kalau Evan... sepertinya tujuan Evan bukan Kiya, melainkan Syakirah. Bisa saja dia memanfaatkan Kiya untuk mendapatkan Syakirah, dia kan terkenal sangat licik sekali." gumam-gumam Ahmad sambil memikirkan tentang Evan.


Sepertinya Evan hanya memanfaatkan Kiya saja untuk mendapatkan Syakirah, entah itu benar atau tidak, tidak ada yang tahu, hanya Evan yang tahu. Bisa saja ini hanya kecurigaan Ahmad karena terlalu agresif.


"Kalau Kiya baru saja dinner dengan Evan, lalu begaimana dengan Wahyu? Wahyu kan juga suka dengan Kiya. Apa mungkin Kiya akan memilih Evan yang baru saja dia kenal dan meninggalkan Wahyu yang sudah lama dia kenal? Kenapa aku pusing sendiri ya memikirkannya. Ini sangat rumit sekali." gumam Ahmad lagi. "Aku tidak terlalu suka dengan sikap Evan. Terlihat dari wajahnya, Evan sudah memiliki sifat yang sangat keras sekali, hanya kepada Syakirah saja dia lembut karena Syakirah orang yang spesial dalam hidupnya. Apa aku harus memberitahu Kiya soal ini ya? Nanti kalau aku bilang kepadanya soal ini, dia tidak akan percaya dan berfikir kalau aku hanya tidak suka dengan Evan. Aku juga bingung, sebenarnya apa yang Evan dan Wahyu lihat dari Kiya? Cantik? Iya dia memang cantik. Baik hati? Lemah lembut? Iya itu memang sifatnya. Tapi kalau soal sikap cuek dengan hati sedingin es, memangnya siapa yang mau? Hadeuuh. Pusing sendiri." lanjut Ahmad lagi.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2