
Proses operasi Clara yang pertama berlangsung selama 8 jam berturut-turut dan itu gagal, karena proses operasinya di lakukan dari luar kakinya bukan dari dalam kakinya. Operasi pertama menggunakan alat untuk melunakkan tulang Clara dari luar tapi gagal karena kebengkokan kakinya sudah sangat parah sekali. Lalu operasi kedua berjalan selama 14 jam berturut-turut dengan operasi dari dalam, dokter berusaha semaksimal mungkin agar kaki Clara bisa lurus kembali tanpa adanya alat di dalam tulangnya itu atau sebuah besi pipih yang biasa di pasang di area sendinya agar lebih mudah untuk menjalankan operasinya, tapi dokter tidak memasangkan benda apapun di tulang kaki Clara. Dan pada akhirnya operasi Clara yang kedua berhasil dengan sangat sempurna sekali, tapi proses pemulihannya begitu sangat lama sekali.
"Terus, kapan Clara akan chek lagi?" tanya papa Roy.
"Clara akan chek setiap seminggu sekali atau 3 hari sekali." jawab Clara. "Untuk sekarang ini sih 3 hari sekali soalnya baru selesai operasi, nanti kalau udah dapat 3 atau 4 bulan baru seminggu sekali." lanjut Clara lagi.
"Terus kapan kamu akan chek?" tanya mama Roy.
"Besok." jawab Roy. "Besok Clara akan chek ke rumah sakit sama aku." lanjut Roy.
Kedua orang tua Roy mengangguk mengerti saja. Roy pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke kamar. Roy pun menggendong Clara. Saat ada di dalam lift, Roy melayangkan tatapan pembunuhan untuk Clara.
Aduh, ini lift kok lambat banget sih. Biasanya juga nggak. batin Clara panik.
"Kenapa?" tanya Roy datar. Clara mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa apa?" tanya Clara balik karena dia tidak tahu apa yang di maksud oleh Roy.
"Kenapa gak ngomong iya aja waktu mama nawarin jadi menantu?" tanya Roy lagi. Clara melongo saat mendengar ucapenuturan Roy.
Buugh
Clara memukul dada bidang milik Roy dengan keras, sampai Roy meringis kesakitan.
"Karena gue gak selevel sama lo!" jawab Clara ketus.
"Kenapa sih cewek selalu aja lihat masa lalunya? Gue ngomong itu kan udah lama harusnya lo gak usah bahas lagi dong!" protes Roy.
"Yang pertama ngungkit masa lalu itu siapa? Lo kan yang pertama ngungkit masa lalu. Kalau seandainya lo diam aja di rumah Aliya waktu itu dan gak bikin rusuh sama gue, gak akan begini juga jadinya! Lo yang mulai duluan!" Clara juga ikut emosi.
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan Roy pun berjalan keluar dari lift itu. Roy tidak bisa menjawab ucapan Clara lagi karena memang dia yang salah karena telah menghina Clara lagi.
Clara mengerutkan keningnya saat Roy membawanya ke kamarnya sendiri, bukan ke kamar Clara.
"Loh? Kok ke kamar lo? Kan harusnya ke kamar gue?" tanya Clara bingung.
Roy menurunkan Clara ke ranjang king size nya itu dengan hati-hati, takut jika kaki Clara tiba-tiba sakit. Roy pun ikut duduk di ranjang kesayangannya itu.
"Tidur sini aja sama gue, tidur bareng gitu. Biar gak kedinginan." jawab Roy dengan santainya. Clara langsung melotot saat mendengar jawaban Roy.
"Gue gak mau, Roy! Gue mau tidur di kamar gue sendiri!" tolak Clara dengan sangat tegas sekali.
Roy membaringkan tubuhnya ke ranjangnya itu dan menarik tubuh Clara untuk berada di dalam pelukannya. Clara pun meronta-ronta agar Roy melepas pelukannya.
"Gue gak mau, Roy! Gue mau tidur di kamar gue sendiri! Gue gak mau tidur sama lo!" ujar Clara sambil meronta-ronta.
Roy semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Clara dan menepatkan kakinya di atas tubuh Clara. Clara semakin tidak bisa meronta karena kaki Roy ada di tubuhnya. Clara akhirnya diam, percuma saja dia melawan tenaganya kalah besar dengan tenang Roy.
Satu pukulan keras mendarat di dada bidang milik Roy, tapi Roy tetap saja menutup matanya tanpa ada niatan untuk membukanya. Clara akhirnya membalas pelukan Roy, Roy pun tersenyum samar saat Clara membalas pelukannya. Clara pun ikut memejamkan matanya juga.
Cup.
Satu kecupan manis mendarat di kening Clara, Clara hanya diam saja. Akhirnya mereka pun tidur dalam pelukan kehangatan.
***
Pagi sudah datang, Syakirah juga sudah masuk ke dalam pabrik lagi. Dia masih di sambut oleh senyuman hangat bu Ariana, Syakirah hanya tersenyum canggung saja saat dia berhadapan dengan bu Ariana. Bu Ariana memegang kedua bahu Syakirah.
"Syakirah, kalau ada apa-apa kau bilang saja. Kami pasti bisa mengerti situasimu saat itu, bukan malah menghilang tidak ada kabar seperti kemarin." nasehat bu Ariana.
__ADS_1
"Iya, bu. Saya minta maaf, saya lupa mau bilang waktu itu." ujar Syakirah bersalah.
"Ya sudah, lebih baik kau pergi ke ruanganmu. Sudah ada beberapa berkas yang harus kau selesaikan. Saya sudah meletakkannya di atas meja kerjamu." ujar bu Ariana. Syakirah mengangguk dan langsung bergegas untuk ke ruangannya.
Saat Syakirah sudah sampai di meja kerjanya, dia tercengang saat melihat tumpukan berkas yang menutupi meja kerjanya.
"Semangat ya kerjanya, semoga cepat selesai." celetuk Ahmad yang baru saja masuk ruangan yang di ikuti oleh Wahyu, Rey, Navile dan juga Ryan.
"Apa harus di selesaikan hari ini juga?" tanya Syakirah gagu.
"Cicil saja. Yang awal pulang jam 7 malam sekarang ganti menjadi jam 9 malam, itu lebih baik dari pada kau pulang tepat waktu." jawab Ahmad.
Syakirah memijat pelipisnya yang terasa nyut-nyut sekali gara-gara melihat tumpukan berkas yang ada di mejanya. Akhirnya Syakirah duduk dan mulai mengerjakan berkas-berkas yang ada di hadapannya ini.
***
Bel istirahat pabrik telah berbunyi, Syakirah dan teman-temanya sudah ada di kantin pabrik untuk mengisi perut mereka yang sedang bergemuruh minta di isi.
"Syakirah, 2 minggu lagi ulang tahun Ahmad. Apa kau akan datang kesana?" tanya Ryan di sela makannya.
"Kalau aku di undang, aku akan datang. Kalau tidak ya... aku tidak datang." jawab Syakirah.
"Kalai misalnya kita semua di undang, kita harus menolakya ya." ujar Wahyu.
"Lah? Kenapa?" tanya Syakirah bingung.
"Kita akan buat surprise." jawab Navile.
"Maksudnya... ?" tanya Syakirah tidak mengerti.
__ADS_1
"2 minggu lagi adalah ulang tahun Ahmad. Setiap hari ulang tahun Ahmad, Ahmad selalu mengadakan acara makan-makan di rumahnya kan. Jika kita di undang, kita akan menolaknya tapi nanti kita akan tetap datang. Kita buat dia terkejut kalau kita datang. Terus nanti kalau kita di tanya kenapa tidak bisa datang, kita harus jawab kalau kita ada urusan yang tidak bisa di skip karena urusannya ini penting sekali, jawab saja begitu. Aku yakin dia pasti akan percaya saja, karena itu sudah alasan yang baik agar Ahmad tidak curiga. " jelas Rey.
Bersambung......