
Syakirah tersenyum dengan penuturan Ahmad baru saja. Syakirah memang suka sekali makanan pedas, bahkan di luar kata normal Misalnya saja level tertingginya adalah 15, pasti dia akan minta ke penjual untuk level 20 atau 25. Bukankah itu sudah gila? Tentu saja sangat gila, tapi tidak dengan Syakirah. Syakirah menyukai makanan pedas karena makanan pedas bisa menghilangkan beban pikirannya sejenak dan akan fokus ke makanannya saja. Terkadang makanan pedas juga bisa membuatnya bahagia jika makan bersama-sama, karena pasti mereka akan ingusan saat memakan makanan pedas itu dan itu selalu di jadikan bahan lelucon dengan temannya itu. Tapi Syakirah tidak pernah ingusan meskipun sepedas apa makanan yang dia makan, yang ada dia hanya mengeluarkan air mata saja.
"Ada alasan yang tidak perlu kau ketahui kenapa aku suka pedas." jawab Syakirah.
"Main rahasia-rahasia an ya sekarang... Aauuuw. Sakit, Rah." Syakirah mencubit perut Ahmad dan membuat Ahmad menggerutu kesakitan di akhir kalimatnya.
"Makanya diam, jangan banyak bicara." ujar Syakirah. Akhirnya Ahmad diam, tidak bicara lagi.
Sekitar 30 menit, akhirnya mereka berdua sampai. Ahmad memakirkan sepeda motornya dan Syakirah menunggu Ahmad yang sedang memakirkan motornya. Mereka berdua berjalan-jalan bersama layaknya sepasang kekasih, tapi sayangnya mereka bukan sepasang kekasih.
"Jadi mau beli apa?" tanya Ahmad.
"Tidak tahu juga. Jalan-jalan saja dulu, nanti kalau ada yang cocok ya beli." jawab Syakirah dan Ahmad mengangguk sebagai jawaban.
Syakirah tiba-tiba berbelok ke arah penjual tas, Ahmad pun juga mengikuti Syakirah pergi ke penjual tas itu.
"Kau mau beli tas?" tanya Ahmad.
"Sepertinya iya. Aku cukup tertarik dengan tas ini." jawab Syakirah sambil memperlihatkan tas selempang berwarna lavender itu.
Syakirah bertanya ke penjual itu berapa harganya, tapi sebelum penjual itu menjawab Ahmad sudah memberikan uang untuk tas yang di pilih Syakirah.
"Ahmad, kenapa kau membayarnya?" tanya Syakirah heran.
"Aku membelikannya untukmu. Sudah, ayo lanjut jalan-jalan lagi." jawab Ahmad sambil menarik Syakirah keluar dari area tas itu.
"Mas! Kembaliannya!" teriak penjual tas itu.
"Ambil saja, pak!" balas Ahmad sambil berteriak juga.
"Kenapa kau tiba-tiba membelikan tas untukku? Aku kan bisa membayarnya sendiri." tanya Syakirah.
__ADS_1
"Salah ya kalau aku membelikanmu tas?" tanya Ahmad balik.
"Tentu saja salah! Kau membelikanku tas itu karena apa? Tidak ada kan?"
"Aku hanya ingin membelikanmu saja, lagi pula harganya juga tidak mahal juga kan? Harusnya kau tidak perlu mempermasalahkan masalah ini."
Syakirah diam dengan ucapan Ahmad, harusnya dia berterima kasih kepada Ahmad bukan malam marah-marah tidak jelas seperti ini.
"Iya, maaf. Makasih ya." ujar Syakirah, dan Ahmad hanya mengangguk saja.
"Kapan kau akan membelikan kak Rani pisang coklat WM? Dari tadi kau hanya berkeliling saja. Kau tidak mau membeli sesuatu?" tanya Syakirah.
"Nanti saat mau pulang aku akan membelikannya pesanan kak Rani. Kalau aku beli sekarang yang ada pisangnya akan dingin dan tidak seenak hangat." jawab Ahmad. Syakirah mengangguk dengan jawaban Ahmad.
"Aku lapar, apa kau tidak lapar?" tanya Ahmad.
"Iya, aku juga lapar." jawab Ahmad.
Inilah yang di sukai Ahmad melihat Syakirah, Syakirah selalu jujur saat di tanya tentang seperti ini. Biasanya perempuan akan menolak kalau di tanya lapar atau tidak dan pasti jawabannya adalah tidak. Entah karena apa juga tidak tahu, malu mungkin.
"Terserah, pokoknya yang ada sambalnya." jawab Syakirah.
Jawaban Syakirah membuat Ahmad berdecak kesal dan Syakirah hanya menyengir menampakkan giginya itu melihat Ahmad yang kesal karena jawabannya.
Dan akhirnya mereka berdua duduk di warung nasi bebek terenak di pasar malam ini. Bahkan mereka juga hampir tidak dapat tempat duduk jika tidak cepat-cepat. Mereka sedang menunggu pesanan mereka sampai.
"Nanti ayo kita cari barang couple." ajak Syakirah.
"Kau mau couple sama siapa?" tanya Ahmad sedikit tak suka. Karena Syakirah juga dekat sekali dengan Evan dan pikiran Ahmad mengacu kepada Evan.
"Kalau bukan denganmu dengan siapa lagi? Memangnya aku sekaranh berjalan dengan siapa kalau bukan denganmu?" tanya Syakirah balik dengan nada kesalnya.
__ADS_1
Ahmad tersenyum senang mendengar jawaban Syakirah, karena Syakirah mengajaknya memakai barang yang couple. Jarang-jarang kalau Syakirah yang mengajaknya seperti ini.
Pesanan mereka berdua akhirnya sampai, mereka berdua memakan pesanannya itu. Setelah menghabiskan makanan mereka tadi, mereka melanjutkan jalan-jalannya lagi.
"Nanti saat beli barang couple, aku yang bayar ya." ujar Syakirah.
"Kenapa jadi kau yang membayarnya?" tanya Ahmad bingung, karena seharusnya dia yang membayarnya.
"Kau sudah membelikanku tas dan juga sudah membelikanku makanan, jadi gantian aku yang akan membelikanmu." jawab Syakirah.
"Kau tidak perlu membelikanku apa-apa, aku berjalan-jalan denganmu saja sudah senang."
"Ayolah, kau itu kenapa sih? Jangan bilang kalau perempuan seharusnya tidak mengeluarkan uang untuk laki-laki? Padahal jika aku pikir-pikir lagi itu juga tidak apa-apa, tapi kalau laki-lakinya yang maksa buat minta itu baru tidak boleh. Kalau di kasih ya di terima, kalau tidak di kasih ya sudah jangan memaksa. Kau kan tidak memaksaku, jadi aku boleh kan untuk membelikanmu. Lagi pula ini juga keinginanku sendiri, bukan keinginanmu." jelas Syakirah.
"Tapi... "
"Sudahlah, ayo cepat atau kita akan pulang kemalaman nanti." potong Syakirah.
Mereka berdua berjalan-jalan sambil melihat-lihat barang yang di jual. Dan tiba-tiba Syakirah langsung masuk ke penjual jaket.
"Hei Syakirah, bisakah kau memberitahuku dulu sebelum masuk ke tempat, jangan nyelenong begitu saja." Ahmad menggerutu.
"Hehe. Maaf."
Syakirah melihat-lihat jaket yang terpajang, dia mengambil jaket yang terbuat seperti parasut. Syakirah meminta penjual untuk menjelaskan tentang jaket yang dia tunjukkan. Penjual tadi bilang kalau jaket itu juga bisa di balik, katanya kalau musim hujan atau hawa sedang dingin jaketnya bisa di balik dan berganti dengan dengan kain yanh seperti hoodie. Dan begitu pula sebaliknya, kalau hawa sedang panas, bisa di balik menjadi parasut dan menjadi dingin. Dengan penjelasan penjual tadi, Syakirah cukup tertarik dengan jaket ini. Syakirah meminta kepada penjual itu untuk mencari jaket warna yang sama dengan warna yang dia pegang. Syakirah langsung membeli jaket itu dengan warna yang sama tentunya.
"Kenapa kau membeli 2 warna yang sama?" tanya Ahmad.
"Satu untukku dan satunya lagi untukmu, nanti saja saat sampai rumah aku berikan untukmu. Sekarang ayo cari pesanan kak Rani." jawab Syakirah.
"Ke... "
__ADS_1
"Sudah jangan kebanyakan protes. Ayo cari pesanan kak Rani dan segera pulang. Aku lelah dan langsung ingin istirahat." potong Syakirah dengan cepat.
Bersambung...... ?